Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Produk UMKM Sumenep Go Internasional

Diterbitkan

||

Memontum Sumenep – Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sumenep mulai dilirik pasar internasional. Terbukti, sejumlah produk unggulan UMKM Sumenep mulai go internasional. Diantaranya kripik pisang, rendang dan teri yang sudah dipasarkan ke Timur Tengah yakni Negara Dubai dan Turki.

Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman Jawa Timur (AMJ), Sri Hidayati, mengakui terkait produknya yang sudah masuk Dubai & Turki. Produk itu dipasarkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah (Nyai Eva). Bahkan ada 10 produk yang diterima di Dubai.

Baca juga:

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban IKM Terak Bulan Syamsuri. Menurutnya, sejumlah produk UMKM Sumenep sudah mulai dipasarkan dan diminati publik. Buktinya, ada sejumlah produk makanan, minuman yang sudah masuk Indomaret, Alfamart dan lain-lain.

“Seperti produk kripik, kerupuk, rengginang, makanan dan minuman herbal, juga ada madu. Produk itu sudah binaan UMKM, koperasi dan Disperindag. Produk yang dipasarkan di even berskala regional ini ada 70 UMKM. Ada beberapa produk diantaranya yang tergabung di acara ini banyak asosiasi Paguyuban Terak Bulan, UKM Sumenep dan AMJ,” terang Syamsuri, Senin (01/11/2021).

Sementara itu, Kadiskop dan UM Kabupaten Sumenep, Sustono mengatakan setiap kali ada event, sebisa mungkin produk UMKM diikutsertakan. Apalagi jaman pandemi Covid-19, mau tidak mau membantu pelaku usah untuk bisa meningkatkan produk penjualannya.

Momen ini agenda Pemprov Jawa timur atas dukungan dari panitia Pemprov Jawa Timur. Terutama dari Kepala DPMD Sumenep.”Harapan kami tidak hanya menjadi momen ini aja tapi ada event-event lain yang kemungkinan bisa membangkitkan ekonomi sesuai dengan arah dan gerak langkah “Jawa timur bangkit, Sumenep harus bangkit”. Harapan kami di momen bergengsi ini sangat beruntung di tempatkan di Sumenep,” ujar Sustono.

Dijelaskan, kalau UMKM yang aktif sekitar 500-an. Tapi kalau secara keseluruhan ada 2.500-an yang potensinya bisa dikembangkan nantinya. Adanya pembatasan karena ikut protokol kesehatan dan aturan dari panitia provinsi.

Kata Sustono, ada 15 pelaku UMKM yang baik yaitu keris, makanan dan minuman, juga tekait dengan kesehatan. Selain.itu hanya UMKM se-Kabupaten Sumenep saja yang dilibatkan. “Mungkin sama saja lah ketika MTQ di Kabupaten Pamekasan, ya tidak memberikan peluang untuk 3 kabupaten yang lain untuk promosi produk UMKM,” ujarnya. (dan/edo/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *