Connect with us

SEKITAR KITA

DP5A Kota Surabaya Berikan Intervensi Positif kepada 1.258 Anak Terdampak Covid-19

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) telah memberikan intervensi terhadap 1.258 anak yang ditinggal orang tuanya karena terdampak pandemi Covid-19.

Intervensi tersebut yakni dari bantuan terkait administrasi kependudukan, kesehatan, permakanan hingga bidang pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, dari total 1.258 anak terdampak Covid-19, Pemkot Surabaya sudah memberikan intervensi sekitar 90 persen dari segi administrasi kependudukan.

Baca juga:

“Mereka (anak-anak) yang sudah berusia 17 tahun, maka KK-nya bisa sendiri yang yatim piatu. Tapi yang belum, maka kita harus mengikutkan di keluarganya,” kata Antiek di Balai Kota Surabaya, Jumat (05/11/2021).

Selain itu, Antiek juga menyampaikan, bahwa anak-anak tersebut juga sudah mendapatkan bantuan permakanan dari Pemkot. “Untuk permakanan, dari Dinsos (Dinas Sosial) untuk anak yatim piatu juga sudah ditindaklanjuti,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa Pemkot Surabaya juga mengcover biaya kesehatan anak – anak melalui BPJS Kesehatan. “Ketika kemarin mereka orang tuanya ada, maka BPJS-nya bisa dari kantor orang tuanya. Ketika sekarang orang tuanya tidak ada (meninggal), maka dialihkan oleh Pemkot dan dibiayai. Itu sudah 99 persen terlaksana,” ungkap dia.

Sementara itu, terkait bidang pendidikan, Antiek mengaku bahwa anak-anak terdampak Covid-19 juga sudah difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Baik itu jenjang SD, SMP, SMA atau SMK maupun yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Kalau mereka di sekolah negeri tentunya sudah tidak membutuhkan SPP. Tapi biaya hidup untuk hal lain, kita juga fasilitasi bantuan dari Pemkot. Termasuk juga itu sudah kita ajukan ke Kemensos (Kementerian Sosial),” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan, selain bantuan dari Pemkot, Kemensos RI juga memberikan intervensi langsung kepada anak-anak terdampak Covid-19. “Jadi sudah kita ajukan ke Kemensos, mereka (anak-anak) mendapat bantuan tiap bulan kemudian masuk ke rekening anak-anak yang bersangkutan. Selain itu, ada pula bantuan berupa Sembako dan alat sekolah,” jelasnya. 

Dalam intervensi tersebut, Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan stakeholder. Baik itu sinergi bersama Badan Usaha Milik Swasta (BUMN), maupun perusahaan swasta. Salah satunya yakni terkait program anak asuh.

“Ada dari BUMN dan yang lain, mereka minta mengambil anak asuh dan kita fasilitasi untuk diambil anak asuh. Jadi kalau misal ada lembaga ingin intervensi, ya kita berikan yang belum dapat intervensi,” kata dia. 

Sementara itu, Antiek juga mengaku bahwa saat ini Pemkot Surabaya juga tengah memikirkan terkait pengasuhan dari anak-anak tersebut. Terutama, terhadap anak di bawah umur yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

“Termasuk pengasuhan, kami juga masih komunikasikan. Kalau mereka yang tidak punya pengasuhan dari keluarganya, maka Pemkot sudah menyiapkan tempat di UPTD Kalijudan untuk mereka yang tidak punya keluarga,” terangnya. (ade/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *