Connect with us

Hukum & Kriminal

Tersangka Pembunuh Warga Kali Metro Kepanjen Terancam 7 Tahun Penjara

Diterbitkan

||

Memontum Malang – Tersangka kasus pembunuhan berinisial MAK alias Bocel (31), warga Jalan Kayu, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (07/11/2021), dirilis di Polres Malang. Dalam rilis tersebut, MAK mengaku menikam Muchammad Subhan alias Memet (36), warga Jalan Kawi Metro, Kecamatan Kepanjen, karena pengaruh Miras. Bahkan akibat dari kejadian itu, Subhan akhirnya meregang nyawa sesaat setelah kejadian, pada Kamis (04/11/2021) malam. 

Informasi Memontum.com, bahwa antara tersangka dan korban adalah teman baik. Namun karena pengaruh Miras, keduanya pun cekcok hingga berujung penikaman terhadap Subhan saat berada di trotoar pinggir  depan Toko Barokah, Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Baca juga:

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono Handoyo, mengatakan perkelahian tersebut bisa terjadi karena keduanya mengalami selisih paham ketika sedang minum-minuman keras bersama. Selain Keduanya, ada 2 orang lainnya. “Tidak lama tersangka dan korban cekcok jingga kemudian korban Muchammad Subhan merebut paksa pisau milik Mistiani, pedagang Pempek disekitar lokasi yang saat itu sedang digunakan untuk melayani pembeli. Pisau tersebut digunakan Subhan untuk menusuk tersangka MAK,” kata AKBP Bagoes dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu (07/11/2021) siang.

Akan tetapi, niat korban saat itu digagalkan oleh tersangka. MAK alias Bocel berhasil merebut pisau tersebut. Usai merebut pisau tersebut, MAK akhirnya mengginakannya untuk menusuk korban.

“Salah satu kawan korban ditempat yang sama yang bernama Usman saat itu sudah berupaya melerai perkelahian tersebut. Namun, dikarenakan terdapat pisau, Usman mengurungkan niatnya untuk melerai karena takut berimbas pada dirinya,” tambah Kapolres Malang.

Akibat dari penusukan tersebut, korban mengalami pendarahan hebat dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan menuju Rumah Sakit Wava Husada. Akibat perbuatannya, tersangka terjerat pasal berlapis 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan. “Pasal 338 KUHP ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan Pasal 351 ayat 3 ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” papar Bagoes.(cw1/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *