Connect with us

Pemerintahan

Wali Kota Habib Hadi Gelar Audiensi dengan Warga Kelurahan Tisnonegaran Probolinggo

Diterbitkan

||

Wali Kota Habib Hadi Gelar Audiensi dengan Warga Kelurahan Tisnonegaran Probolinggo

Memontum Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, kembali menggelar beraudiensi atau bertatap muka dengan warganya di Kantor Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Jumat (19/11/2021). Dalam audiensi kali ini, orang nomor satu di pemerintah Kota Probolinggo, mengisi tema ‘Penguatan Kelembagaan’, yang dihadiri oleh RT/RW, Tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa/Bhabinkamtibmas setempat. Turut mendampingi, Kepala Dinas Kominfo, Pujo Agung Satrio dan Kepala DKUPP, Fitriawati.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi menegaskan, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengingatkan agar tidak percaya hoaks. Terutama, tentang pasien yang akan ke rumah sakit dan akan ‘dicovidkan’.

“Sebagai Ketua Rt, harus memberikan pemahaman kepada warganya. Karena, kematian terbanyak di Probolinggo (Kota, red) itu bukan dari Covid-19. Dari covid sendiri sekitar 360 an dan di luar covid sebanyak 1000 lebih,” terang Wali Kota.

Habib Hadi juga menjelaskan, audiensi ini dilaksanakan selain untuk silaturahmi, juga ingin mendengar keluhan secara langsung dari warga terkait kesulitan yang dialami. Dalam audiensi tersebut, juga dipaparkan materi oleh Ketua DPRD, Abdul Mujib dan Kabag Pemerintahan, Pudi Adji Cahyo Wahono.

Baca juga :

Abdul Mujib menjelaskan, tentang pembangunan rumah sakit baru yang akan dibangun di bagian selatan Kota Probolinggo. “Saya harap pembangunan rumah sakit bisa berkesinambungan. Jadi, meskipun nanti siapa saja kepala daerahnya, tetap bisa melanjutkan pembangunan untuk rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Politisi PKB itu juga menambahkan, bahwa penguatan kelembagaan harus tetap dijaga dengan cara memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik.

Audiensi yang juga diisi dengan sesi tanya jawab itu, juga dimanfaatkan untuk menanyakan tentang pendapatan Rt yang disamakan dengan UMR. Dengan lugas, Wali Kota Habib Hadi menjawab, saat ini untuk pendapatan Rt belum bisa disamakan dengan UMR.

“Untuk saat ini, kami memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Karena, kami sebagai pemerintah ingin memperhatikan dan bentuk terima kasih kami kepada seluruh Rt,” jelasnya.

Pada akhir acara, Wali Kota Habib Hadi berpesan, bahwa jika ada masalah apapun bisa lapor ke media sosial yang dimilikinya. “Silahkan lapor saja. Setiap hari, pasti saya luangkan waktu untuk membaca surat masuk di media sosial saya,” terangnya.  (kom/pix/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *