Connect with us

Kota Malang

Mbois Festival Hadirkan Segmen Live Shopping UMKM

Diterbitkan

||

Mbois Festival Hadirkan Segmen Live Shopping UMKM

Memontum Kota Malang – Mbois Festival kembali dihelat untuk keenam kalinya di Kota Malang. Pada tahun 2021, terdapat konsep yang berbeda dan unik pada gelaran yang berlangsung secara hybrid dari Indigo Space, Senin (22/11/2021) sore ini. Kolaborasi apik antara Malang Creative Fushion (MCF) dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang kali ini, menghadirkan agenda Mbois Live Shopping.

Dikatakan Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, melalui Kepala Diskopindag Kota Malang, M. Sailendra, Mbois Live Shopping ini dilaksanakan untuk mendukung gerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) go digital.

“Terdapat kurang lebih 15 UMKM binaan Diskopindag dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, yang ikut Mbois Live Shopping. Produk mereka sudah terakurasi sehingga bisa mengikuti segmen ini,” kata Sailendra.

Dalam rangkaian Mbois Live Shopping, Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, turut mempromosikan produk UMKM unggulan. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam, sudah banyak produk yang laku terjual.

“Alhamdulillah, dalam program Mbois Live Shopping yang juga dipandu oleh bu Widayati berhasil menjual banyak produk. Total penjualan Rp 15 juta,” kata mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang itu.

Dikatakan Sailendra, Diskopindag Kota Malang adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pertama yang menggelar live shopping melalui Mbois Festival 6. Ternyata, produk UMKM Kota Malang cukup diminati dan terjual ramai.

“Kita bekerjasama dengan Tokopedia dalam Mbois Live Shopping, dan ternyata program ini baru satu-satunya yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia. Sehingga ini menjadi perbedaan yang unik dibanding tahun sebelumnya, karena kita lebih konkret dalam penggunaan platform digital,” paparnya.

Baca juga :

Sementara itu, Koordinator MFC, Vicky Arief, juga mengungkapkan bahwa Mbois Live Shopping menjadi keunikan tersendiri dalam Mbois Festival 6. Dimana sudah dua tahun belakangan, gelaran tersebut harus terlaksana secara online.

“Ini menjadi tahun ke 6 kita untuk melakukan kegiatan Mbois Festival yang merupakan ajang kolaborasi, kreativitas subsektor dari film maker, animator, seni pertunjukkan, musik, dan lain-lain. Artinya apa, artinya kita butuh satu legitimasi dalam satu kegiatan atau aktivitas melalui festival, dimana Mbois ke 6 ini beda dengan sebelumnya,” ungkapnya.

Selama empat tahun, Mbois Festival terselenggara dengan ratusan bahkan ribuan penonton. Namun pada tahun ke 5, harus diselenggarakan secara online, dan di tahun ke 6 harus hybrid karena situasi pandemi. Tetapi, hal tersebut tidak membatasi kreatifitas panitia dalam menyajikan gebrakan baru.

“Yang menarik tahun ini adalah karena ada isu pemulihan ekonomi nasional, salah satunya malang pulih, maka kita hadirkan Mbois Live Shopping. Di segmen ini , kami harap masyarakat tidak dirumitkan dalam proses jual beli karena kemudahan digitalisasi,” terangnya.

Selain itu juga, ada Malang Pillow Festival yang menyajikan diskusi kreatifitas para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Sebenarnya untuk diskusi ekonomi kreatif (ekraf) kita sudah sering lakukan. Setiap minggu di Youtube Osiker ada podcast rutin yang mengangkat potensional para kreator UMKM, pelaku industri kreatif, pelaku ekraf di lintas sektor. Terutama di 17 sektor industri kreatif,” papar Vicky.

Di samping itu, Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, yang turut berkontribusi mempromosikan produk UMKM dalam segmen Mbois Live Shopping, berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Malang makin dikuatkan.

“Maka dari itu, pemerintah hadir di sini untuk memfasilitasi itu semua. Salah satunya juga kita menemukan, memberikan pelatihan membuat produk, membuat packaging yang bagus. Setelah packaging yang bagus bagaimana pemasarannya secara online, Alhamdulillah, hari ini dengan menggandeng Tokopedia untuk mempublish produk UMKM Kota Malang, kita baru live on satu jam sudah mendapatkan Rp 15 juta lebih,” beber Widayati. Karena terbukti telah banyak menjembatani pelaku UMKM, dirinya berharap Festival Mbois bisa menjadi agenda rutin tahunan. “Goalsnya adalah bagaimana pemuda yang menjadi sasarannya, bisa lebih mandiri dan menumukan jati dirinya. Seperti tagline bapak Wali Kota Malang, dari Malang untuk Indonesia dan dunia akan segera terwujud dari anak-anak di Kota Malang ini,” terang istri Wali Kota Sutiaji itu. (mus/sit/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *