Connect with us

Kota Batu

Pemprov Jatim Canangkan Reboisasi Seluas 140 Hektare, Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu jadi Sasaran Penanaman

Diterbitkan

||

Pemprov Jatim Canangkan Reboisasi Seluas 140 Hektare, Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu jadi Sasaran Penanaman

Memontum Kota Batu – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mencanangkan reboisasi hutan seluas 140 hektare lahan di seluruh Jatim. Pencanangan ini, diawali dengan kegiatan secara simbolis di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Suryo dan pemandian Air Panas Cangar Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan yang mengambil tema ‘Gotong Royong Nanduri Gunung’ ini, sejatinya dibuka oleh Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indar Parawansa. Namun, akhirnya diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi dengan didampingi oleh Walikl kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Nurhasan dan beberapa pejabat Pemprov serta Wakil Walikl Kota Batu, Punjul Santoso.

Saat dikonfirmasi, Kadis Kehutanan Jumadi, mengatakan bahwa Pemprov tengah berupaya melaksanakan reboisasi guna menjaga kelestarian lingkungan. “Secara serentak, kami menanam 56 ribu bibit pohon di lahan 140 ha. Ada tujuh titik daerah penyangga, yang kami tanami bibit pohon,” ujar Jumadi, Kamis (25/11/2021).

Tujuh titik penyangga itu, tambahnya, masuk dalam wilayah Kota Batu, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan. Pohon-pohon yang ditanam itu, diharapkan dapat menjadi penyeimbang ekosistem dan lingkungan.

“Tahura (taman hutan rakyat) sebagai sumber hayati dan ekosistem. Secepat mungkin kami menanam. Setelah dari sini, rencananya tanggal 28 November juga akan melakukan penanaman di Kabupaten Magetan,” jelasnya. 

Penanaman pohon, ujarnya, juga dilakukan di kawasan bekas kebakaran hutan. Kebakaran hutan itu terjadi sebelum pandemi melanda. Upaya melindungi kawasan penyangga itu, juga dibantu oleh para mahasiswa Unesa melalui program KKN.

Baca juga :

Sementara itu, Prof Nurhasan mengatakan, ada 140 mahasiswa yang diterjunkan untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Mahasiswa tidak hanya sekadar menanam pohon, namun juga memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi.

“Unesa sebagai perguruan tinggi harus tahu situasi. Mengingatkan, jangan sampai terjadi bencana dahulu, lalu bergerak. Maka harus bergerak terlebih dahulu. Sehingga, ke depan bangsa kita harus ada akselerasi untuk melindungi hutan,” ujarnya.

Ditambahkan, mahasiswa itu akan tinggal bersama penduduk hingga Januari mendatang. Setelah itu, akan ada gelombang KKN berikutnya sehingga programnya berkelanjutan.

“Sehingga, ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian. Rencananya, mahasiswa ini sampai Januari. Namun, Februari akan ada lagi. Jadi, bergulir terus sehingga edukasi ini bisa sinergi antara pemerintah, kampus dan kampung,” tegasnya.

Wali Kota Batu dalam kesempatan itu mengatakan, cukup terbantu dengan adanya program dari Dinas Kehutanan, yang berkolaborasi dengan Unesa. Dirinya mengakui, memang perlu ada gerakan serentak menyelematkan kawasan hulu agar potensi bencana alam bisa dihindari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kehutanan dan Unesa, karena dengan KKN, membantu kami melestarikan wilayah Kota Batu,” ujarnya.

Dua hari sebelumnya, Divisi 2 Kostrad juga melakukan penanaman 12 ribu bibit pohon di kawasan Bukit Jengkoang. Reboisasi tersebut, dihadiri langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Andi Muhammad bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *