Connect with us

Bondowoso

Lebih Dekat dengan Pandawa Ninggil Bondowoso, Pesona Wisata yang Mirip Bali

Diterbitkan

||

Lebih Dekat dengan Pandawa Ninggil Bondowoso, Pesona Wisata yang Mirip Bali

Memontum Bondowoso – Dusun Ninggil, Desa/Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, mendadak menyita perhatian penikmat wisata. Bahkan, tidak mengherankan jika kaum milenial pun kemudian berebut mendatangani lokasi itu, hanya untuk sekedar melakukan selfi bersama teman-temannya untuk kemudian di unggah ke Medosos.

Ya, beberapa pengunjung menyebut lokasi jujugan baru itu, adalah Pandawa Ninggil. Nama Ninggil sendiri, diambil dari nama dusun itu.

Di lokasi itu, penikmat wisata bisa memandang keindahan dari tebing yang terletak di Dusun Ninggil. Di mana, tebing di kanan-kiri tersebut, mengapit jalan beraspal dusun. Keprasan tebing yang sejajar dengan dikombinasikan kebersihan jalan dan alam, membuat penikmat wisata seolah di bawa ke lokasi wisata lain nan indah.

Untuk mencapai lokasi, penikmat wisata bisa menjangkaunya dengan jarak tempuh dari pusat Kota Bondowoso, sekitar 27-30 Km. Dengan perjalanan 30-40 menit dan kecepatan standar, tidaklah perlu waktu lama tiba di Pandawa Ninggil.

Seorang warga setempat, Hariyanto, mengaku memang kini lokasi itu banyak menjadi jujugan wisatawan lokal. “Pengunjung menyebutnya Pandawa Ninggil. Dusun Ninggil mulai viral sejak sebulan terakhir, setelah jalannya di aspal hotmix. Sebelumnya, saya atau warga dusun, tidak memiliki prasangka bahwa Dusun Ninggil bakal viral di medsos,” jelasnya, Senin (29/11/2021).

Baca juga :

Sebenarnya, tambah Hariyanto, disamping Dusun Ninggil, masih ada beberapa lokasi yang bagus untuk dijadikan destinasi wisata. Seperti Batu Ninggil, Gua Ninggil, Sombher Andhe (sumber tangga).

“Selain Pandawa Ninggil, sebenarnya di sekitar sini masih banyak destinasi wisata yang bagus-bagus juga,” terangnya.

Seorang pengunjung asal Panarukan-Situbondo, Ahmad Sakdullah, mengaku sangat penasaran ingin berkunjung ke Dusun Ninggil, Desa Botolinggo, yang viral di media sosial. Karenanya, mereka pun datang dengan naik sepeda bersama rekan-rekannya, untuk membuktikan informasi dari medsos tersebut.

“Hanya ingin tahu seperti apa, Pandawa Ninggil. Ternyata, memang bagus. Pemandangannya masih alami. Jalan aspal di apit dua tebing. Membuat serasa berada di Pulau Bali,” kata Ahmad Sakdullah. (sam/ris/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *