Connect with us

SEKITAR KITA

Minim Anggaran, KONI Targetkan 10 Besar pada Porprov 2022

Diterbitkan

||

Minim Anggaran, KONI Targetkan 10 Besar pada Porprov 2022

Memontum Kota Batu – Anggaran minim tidak membuat KONI Kota Batu, patah semangat. Bahkan, pada Porprov tahun 2022, berani mematok target 10 besar.

Semangat itu, sengaja diusung oleh KONI Kota Batu, untuk menyongsong event bergengsi dua tahunan yang akan digelar di empat kota di Jawa Timur tahun depan. Yakni, berlangsung di Kabupaten Jember, Bondowoso, Lumajang dan Kabupaten Situbondo.

Melalui tema itu, KONI Kota Batu ingin menyatukan semangat atlet dari seluruh cabang olahraga (Cabor) di bawah naungannya. Sehinggala, mampu lebih berprestasi dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan menargetkan untuk mendapat 10 medali emas atau masuk 10 besar Porprov.

Ketua Umum KONI Kota Batu, Mahfud, mengatakan bahwa target yang diusungnya itu, naik 100 persen dari Porprov yang telah digelar sebelumnya. Diketahui, pada Porprov tahun 2019 lalu, Kota Batu hanya berhasil mendapat lima medali emas dan bertengger di posisi 20 klasemen akhir.

“Porprov tahun 2019 lalu kami hanya dapat lima emas. Pada Porprov tahun depan kami targetkan bisa raih 10 emas atau bisa masuk 10 besar. Kami berharap dua-duanya bisa tercapai,” ujar Mahfud, Jumat (03/12/2021).

Untuk mendapatkan target tersebut, Mahfud mengungkapkan, jika ada sejumlah cabor andalan Kota Batu yang sangat berpotensi meraih emas. Yakni cabor paralayang, bela diri dan selam. Khusus cabor paralayang, dia menargetkan bisa menjadi juara umum Porprov tahun depan.

Agar target itu bisa tercapai, sejak bulan Juli sampai Desember 2021 ini, pihaknya telah menggelar Puslatkot yang diikuti oleh 19 Cabor. Setelah itu, pada minggu ke dua Januari 2022, pihaknya akan menggeber kembali Puslatkot.

“Agar semakin maksimal kami menerapkan sport science dalam Puslatkot. Menggandeng Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang,” katanya.

Baca juga

Meski mematok target tinggi, pihaknya harus bisa memutar otak untuk mengatur keuangan. Karena dari pengajuan anggaran sebesar Rp 8 miliar di APBD Kota Batu tahun 2022, KONI Kota Batu hanya direstui mendapatkan sekitar Rp 4,5 miliar.

“Informasi yang kami dapat sementara, anggaran yang akan di diperoleh KONI Kota Batu hanya Rp 4,5 miliar dari pengajuan Rp 8 miliar. Anggaran itu belum di dok. Mudah-mudahan nilainya tidak jauh dari informasi yang kami dapat,” harapnya.

Disisi lain dari anggaran Rp 2,9 miliar yang didapat KONI Kota Batu di tahun 2021 ini, serapannya sudah hampir 100 persen. Namun jika dihitung dari tambahan PAK sebesar Rp 700 juta serapannya baru 80 persen. “Kami dapat tambahan anggaran dari PAK Rp 700 juta. Rp 400 juta untuk KONI dan sisanya untuk PSSI,” katanya.

Untuk memaksimalkan serapan itu, anggaran dari PAK pihaknya akan gunakan untuk membayar honor pelatih dan para atlet yang mengikuti Puslatkot selama tiga bulan terakhir. Selain itu juga digunakan untuk memberikan tunjangan prestasi bagi atlet berprestasi di PON XX Papua, Kejurnas dan Kejurda.

“Kami optimis anggaran itu bisa terserap 100 persen meski waktunya sudah mepet. Pencairan mungkin akan di lakukan minggu depan. Karena uang itu hingga saat ini juga belum dicairkan ke KONI Kota Batu,” ujar dia.

Mahfud mengungkapkan, prestasi yang didapat setiap cabor dan atlet Kota Batu pada tahun 2021 ini cukup gemilang dibanding tahun sebelumnya. Di PON Papua XX lalu total atlet Kota Batu mampu meraih tujuh emas, tiga perak dan tiga perunggu. Lalu di Kejurnas, berhasil meraih 13 emas, delapan perak dan 19 perunggu yang berasal dari tiga cabor. Sedangkan di Kejurprov berhasil menyabet 34 medali emas, 26 perak dan 26 perunggu dari 18 cabor dan 87 atlet.

“Ini berarti sudah dari 19 cabor yang ikut Puslatkot 18 diantaranya sudah berhasil mendulang prestasi di level provinsi,” terangnya. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *