Connect with us

Kota Batu

Kaleidoskop Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Sepanjang Tahun 2021

Diterbitkan

||

Kaleidoskop Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Sepanjang Tahun 2021

Memontum Kota Batu – Untuk mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’ Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, berkomitmen untuk terwujudnya hal tersebut.

Beberapa program dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pun terus ditingkatkan demi menjadikan Kota Batu sebagai sentra agrowisata internasional berkarakter, berdaya saing dan sejahtera. Capaian-capaian tersebut, pun terangkum dalam kaleidoskop 2021.

Program-program tersebut, antara lain pertama pembentukan Tim Satuan Tugas Cepat Reaksi Opini Publik (Satgas Crop), yang bertugas memberikan pelayanan prima dalam upaya penanganan keluhan atau masalah petani di Kota Batu. Jadi, setelah keluhan diterima, tim langsung berkoordinasi untuk datang ke lahan petani dan melakukan observasi secara menyeluruh.

Kedua, dalam rangka mempertahankan ikon buah apel di Kota Batu, DPKP memiliki program kegiatan revitalisasi apel yaitu memberikan bantuan berupa saprodi dan bibit apel. Sehingga, dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban petani dalam meningkatkan dan mempertahankan produksi Apel di kota Batu.

Ketiga, demi meningkatkan SDM pertanian, khususnya petani jeruk dan meningkatkan produksi, produktivitas serta mutu produk hortikultura Kota Batu, DPKP Kota Batu dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika (Balijestro) bekerja sama menyelenggarakan Pelatihan GAP Jeruk Siam Madu yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 26 sampai 28 Oktober 2021.

Dalam pelatihan itu, diikuti oleh 20 orang yang berasal dari petani jeruk di seluruh Kota Batu. Materi yang diberikan, meliputi perbenihan jeruk bebas penyakit, budidaya secara GAP yaitu budidaya secara baik benar dan tepat, pengendalian OPT serta penangan pasca panen Jeruk Siam Madu.

Pelaksanaan Pelatihan GAP Jeruk Siam Madu ini, demi memberikan wawasan dan pemahaman bagi pelaku budidaya. Agar berdampak positif terhadap peningkatan produksi, produktivitas serta mutu produk jeruk serta kesejahteraan petani di Kota Batu.

Keempat, dalam rangka fasilitasi prasarana pertanian DPKP juga memberikan satu paket kandang sapi perah terpadu kepada kelompok tani Margo Mulyo di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Kandang seluas kurang lebih 400 meter persegi dengan model kandang kering tersebut memiliki kapasitas 30 ekor sapi dan dilengkapi satu unit biogas dan areal umbaran.

Dengan bantuan kandang sapi perah terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktifitas susu sapi perah dalam rangka mendukung program Desa Wisata Sapi Perah serta Wahana Edukasi tentang ternak sapi di daerah tersebut.

Kelima, dalam rangka mekanisasi pertanian DPKP, memberikan peralatan atau mesin pertanian sebanyak 647 unit yang terdiri atas 24 jenis peralatan yang diberikan kepada kelompok tani. Dengan bantuan alat atau mesin pertanian ini dapat meringankan petani dalam proses budidaya pertaniannya, sehingga petani mendapat nilai tambah karena proses budidaya menjadi lebih efisien.

Keenam, yaitu kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan spesifik lokasi.

Ketujuh, untuk meningkatkan SDM dan kompetensi petani di Kota Batu DPKP melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang GAP tanaman hias dengan pembelajaran mengenai perbanyakan tanaman teknik kultur jaringan.

Baca juga :

Pelaksanaan pembelajaran sendiri dilakukan di Sekolah Alam Lalang, Desa Sidomulyo yang diikuti oleh 30 orang peserta anggota kelompok tani dari Gapoktan Sidomulyo sebagai sentra tanaman hias. Mereka pun mengikuti pembelajaran di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Dari hasil sekolah lapang ini, diharapkan petani tanaman hias bisa mempunyai kompetensi dalam hal perbanyakan tanaman. Sehingga, bisa mencukupi permintaan konsumen dalam jumlah besar di luar negeri maupun pasar lokal.

Kedelapan, demi memfasilitasi prasarana pertanian untuk mendukung sayuran organik, DPKP memberikan dua paket Screen House kepada Gapoktan Mitra Sejati Desa Pandanrejo seluas 148 meter persegi dan Kelompok Tani Guyup Rukun Sentosa, Desa Sumbergondo seluas 150 meter persegi.

Dengan bantuan screen house ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktifitas komoditas hortikultura terutama sayur organik guna mendukung visi Kota Batu, untuk mewujudkan daya saing perekonomian daerah yang progresif, mandiri dan berwawasan lingkungan berbasis pada.

Sembilan, DPKP melalui Bidang Ketahanan Pangan melaksanakan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam upaya memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan sejak tahun 2021, kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L.

Kegiatan P2L dilaksanakan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga dan mendukung program pemerintah penanganan lokasi prioritas intervensi penurunan stunting.

Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Sehingga, bisa mewujudkan kemandirian pangan masyarakat meski dilakukan secara bertahap melalui strategi pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah, serta mampu untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Untuk mendukung kegiatan pemberdayaan kemandirian pangan masyarakat, DPKP menyediakan infrastruktur pendukung kemandirian pangan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan atau hibah kepada kelompok berupa gubug jamur dan kelengkapannya.

Sepuluh, demi mempromosikan potensi anggrek di Kota Batu serta menarik minat masyarakat dan wisatawan dengan skala yang lebih besar agar bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.

Supaya bisa mendorong percepatan pemulihan perekonomian Kota Batu, maka DPKP menyelenggarakan Pameran dan bursa anggrek dengan tajuk ‘Batu Shining Orchid Week 2021’ yang diadakan selama 8 hari mulai tanggal 7 hingga 14 November 2021, bertempat di Gedung Graha Pancasila dan Area Parkir Timur Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Rangkaian acara yang digelar meliputi, Lomba Anggrek, Lomba Display Taman Anggrek, Seminar Nasional dengan tema ‘Peran Petani Milenial di Era Digital’ serta Pameran dan Bursa Anggrek.

Lomba display anggrek dikuti oleh 16 peserta dari perwakilan delegasi DPD dan DPC PAI seluruh Indonesia serta nurseri anggrek. Sedangkan bursa anggrek diikuti oleh 54 peserta yang melibatkan petani dan pengusaha anggrek dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan dan Papua.

Kepala DPKP Kota Batu, Sugeng Pramono, pun berkeinginan program-program tersebut bisa memberikan manfaat untuk masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi disaat pandemi Covid-19. “Kami (DPKP.red) bakal melanjutkan program-program prioritas lain di tahun 2022 mendatang untuk mendukung visi misi Desa Berdaya Kota Berjaya,” terangnya, Selasa (28/12/2021). (bir/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *