Connect with us

Bondowoso

Dua Dusun di Bondowoso Butuh Sentuhan Akses Jalan dan Aliran Listrik

Diterbitkan

||

Dua Dusun di Bondowoso Butuh Sentuhan Akses Jalan dan Aliran Listrik

Memontum Bondowoso – Di zaman serba modern, siapa sangka masih didapati pedukuhan atau dusun yang tidak bisa menikmati aliran listrik, akses jalan yang bagus dan bahkan pelayanan kesehatan. Adalah Dusun Klabangan, Desa Banyuwulu dan Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, dua dusun yang sementara waktu masih harus bersabar.

Seperti akses jalan, jalan yang dimiliki kedua dusun tersebut hanya satu untuk menuju ke balai desa. Sementara untuk panjangnya, kira-kira sekitar 5 kilometer. Sedangkan kondisi jalannya, belum beraspal dan bahkan hanya berupa bebatuan dan tanah.

Saat memasuki musim hujan, 500 KK yang berdomisili di dusun tersebut, nyaris tidak bisa melakukan aktivitas. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, pun harus ekstra berjuang.

“Dari Dusun Klabangan, untuk menuju ke pusat pemerintaha desa, ada akses jalan berupa bebatuan sekitar 5 kilometer. Jalan tanah yang bisa dilewati warga, sekitar 2 kilometer,” kata warga desa setempat, Ro’is, Senin (10/01/2022).

Akibat kondisi jalan yang rusak, lanjutnya, dampaknya pada harga kebutuhan pokok. Kalau warga biasanya beli LPG 3 kg dengan harga Rp 20 ribu, maka di Dusun Klabangan meroket hingga Rp 28 ribu.

Baca juga :

Ditambahkannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, warga juga tidak bisa berbelanja setiap hari. Itu karena, akses jalan dengan kondisi bebatuan dan tanah, yang membuat warga tidak mungkin keluar masuk dusun dengan mudah.

Yang paling parah, ketika ada warga yang akan melahirkan atau berobat. Yang bersangkutan harus digotong, menggunakan tandu. Karena, tidak ada kendaraan yang bisa ke Dusun Klabangan.

“Kondisi warga di dusun ini sangat memprihatinkan. Rumahnya bukan hanya tidak layak huni, tapi sangat tidak layak. Untuk bisa menikmati aliran listrik, warga harus menyediakan kabel sendiri sejauh 500 meter hingga 1km,” tambahnya.

Untuk mengangkut kebutuhan material, hanya ada dua kendaraan saja. Itupun, bisa beroperasi pada musim kemarau. Jika musim hujan, tidak bisa. Anak-anak yang mau pergi sekolah, juga harus berjuang untuk sampai ke sekolahnya. (zen/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *