Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Tekan Kecelakaan, Polisi Tilang di Tempat saat Operasi Lilin

  • Kamis, 28 Desember 2017 | 21:56
  • / 9 Rabiul Akhir 1439
Tekan Kecelakaan, Polisi Tilang di Tempat saat Operasi Lilin
Kasat Lantas AKP Wisnu Setiawan Kuncoro (kanan) sedang melakukan monitoring di lapangan.

*Kasat Lantas: Masyarakat Harus Sadar Keselamatan Berkendara

 

Memontum Tulungagung Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung bakal menerapkan tilang ditempat, pada Operasi Lilin Semeru 2017 ini. Penerapan tilang ditempat ini dilakukan bagi pengendara atau pengguna jalan yang melakukan pelanggaran secara mencolok. Kapolres Tulungagung melalui Kasat Lantas AKP. Wisnu Setiawan Kuncoro mengatakan, tindakan tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan akibat pelanggaran. Menurutnya, pelanggaran merupakan awal dari adanya kecelakaan.

“Meskipun Operasi Lilin Semeru pada dasarnya adalah operasi pengamanan kegiatan dan di jalan raya, tetapi kami sarankan polisi untuk menindak atau melakukan tilang bagi pengendara yang melakukan pelanggaran secara kasat mata,”  kata Kasat Lantas kepada Memo X (Grup Memontum.com).

 

Pelanggaran yang dimaksud kata Wisnu, seperti tidak memakai helm, tidak ada spion, dan lainnya. Atas kebijakan tersebut berdampak langsung pada penurunan angka kecelakaan semenjak Operasi Lilin tahun ini. Penurunan cukup berarti yakni rata-rata 2 kecelakaan perhari, dari angka sebelumnya yakni lebih dari 2. “Karena Pos Pengamanan tidak hanya untuk Pospam saja, tetapi polisi juga harus menindak jika ada pelanggaran,” tuturnya. Menurut AKP. Wisnu, hal ini karena jika ada kecelakaan, maka yang dirugikan adalah masyarakat itu sendiri.

Untuk diketahui, pada Operasi Lilin Semeru Tahun 2017 ini, Polres Tulungagung mendirikan 9 Pos terdiri dari 7 Pos Pengamanan dan 2 Pos Pelayanan, yang disebar di sejumlah titik, yang diperkirakan menjadi lokasi banyak dikunjungi masyarakat selama libur natal dan tahun baru. Termasuk di sejumlah lokasi wisata yang menarik perhatian masyarakat luas.“425 personil, Polri TNI dan stake holder lainnya dan kami libatkan dalam mendirikan 7 pusat komando statis dan 2 pusat layanan, untuk memudahkan masyarakat,“ ujar Wisnu.

Selain kenyamanan dan keamanan, pihaknya juga memberikan perhatian pada keselamatan masyarakat saat berlalu lintas, terutama yang melintasi perbatasan Tulungagung menuju Kediri serta sebaliknya.

“Kami fokuskan, ada 2 titik rawan kemacetan di perbatasan Tulungagung dan Kediri, yakni di Jembatan Ngujang dan di Jembatan Karangrejo – Jeli. Dimana saat ini di Jeli, masih menggunakan jembatan darurat,“ tambahnya.

Atas kondisi tersebut, akan memberlakukan sistem buka tutup, yang akan diterapkan ketika peningkatan arus lalu lintas di titik-titik tersebut terjadi. “Namun selama masih bisa diurai tanpa proses buka tutup, maka pihaknya akan menerapkan strategi awal tanpa harus melakukan buka tutup arus lalu lintas,“ pungkasnya. (zul/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional