Connect with us

Jember

Usai Bercampur Air Banjir, Sumur Warga Jember Mulai Bisa Dioptimalkan

Diterbitkan

||

Usai Bercampur Air Banjir, Sumur Warga Jember Mulai Bisa Dioptimalkan

Memontum Jember – Sejumlah sumur warga yang menjadi korban banjir di Perumahan Bumi Mangli dan Perumahan Mangli Residence, saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih. Warga setempat mengaku, sangat bersyukur dan terbantu upaya pembersihan Tim Wash PMI Kabupaten Jember. Bahkan, hampir semua sumur yang terkontaminasi air banjir di dua perumahan tersebut, telah berhasil di kuras tim wash.

Selain itu, para relawan tersebut dengan secara suka rela membantu para korban banjir membersihkan lumpur-lumpur yang masuk rumah. “Respon Tim Wash PMI positif. Kegiatan menguras sumur sangat membantu warga, utamanya sumur yang terdampak banjir,” ujar Joko Sumarsono, Ketua RT 4, Perumahan BMP.

Termasuk, tambahnya, sumur dan tandon air Musala Raudhatul Jannah milik perumahan BMP. “Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan sumur kembali bisa difungsikan kembali,” imbuhnya.

Sehingga, ujarnya, aktivitas di musala  langsung kembali normal untuk kegiatan ibadah dan kegiatan lainnya. Hingga hari keempat pasca banjir, Rabu (12/01/2022), Tim Wash PMI kembali turun perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence.

Baca juga :

“Tim relawan akan membantu bersih-bersih rumah, jalan dan fasilitas umum lain di Perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence sampai tuntas,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember, H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dirinya menjelaskan, Tim Wash PMI Kabupaten Jember memang disiagakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Khususnya, para korban bencana alam seperti ratusan warga di Perumahan BMP dan Perumahan Mangli Residence yang terkena banjir setelah salah satu tanggul sungai yang berada di atas perumahan jebol.

Dirinya menambahkan, PMI memang menyiapkan puluhan bahkan ratusan relawan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Pasalnya, PMI memiliki relawan kemanusiaan yang tersebar di belasan perguruan tinggi di Jember yang tergabung dalam relawan Unit KSR PMI. Jumlah itu, belum termasuk relawan remaja yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) yang tersebar di SMA/SMK, MA bahkan di tingkat SMP. (rio/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *