Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Viral Karena Dicicipi Presiden Jokowi, Benih Durian Ripto Trenggalek Banyak Dicari

Diterbitkan

||

Viral Karena Dicicipi Presiden Jokowi, Benih Durian Ripto Trenggalek Banyak Dicari
LIHAT: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat melihat Kebun Durian jenis Ripto di Kecamatan Watulimo. (memontum.com/trenggalek)

Memontum Trenggalek – Viral video yang memperlihatkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencicipi durian Trenggalek jenis Ripto, benih durian ini kini makin banyak dicari. Hal itu pula, yang membuat Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, senang lantaran permintaan bibit durian Ripto meningkat.

Meningkatnya permintaan benih Durian Ripto ini, pun dibenarkan oleh Ana, Istri Saeroji salah satu pembibit Durian Ripto, warga Desa Dukuh Kecamatan Watulimo-Trenggalek. “Alhamdulillah, penjualan kami meningkat. Baik itu untuk permintaan lokal, maupun luar wilayah Trenggalek. Harapan kami, durian jenis Ripto ini bisa tersalurkan dan di Trenggalek sendiri banyak yang menanam durian jenis ini. Sehingga, permintaan durian Ripto bisa tercukupi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/01/2022) siang.

Diperkirakan, Durian jenis Ripto di daerahnya mulai panen pada Bulan Maret atau April nanti. Karena, saat ini posisinya pohon sedang berbunga. “Kalau hujan tidak lebat, diprediksikan akan banyak durian di nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek menuturkan, jika saat ini dirinya tengah berada di salah satu perkebunan durian di Kecamatan Watulimo. “Saat ini kita berada di salah satu nursery milik Pak Saroji, yang ada di desa Dukuh Kecamatan Watulimo. Yang kita lihat di sini, ada beberapa bibit durian,” kata Bupati Arifin.

Dirinya menegaskan, jika masyarakat merasa tidak sabar untuk membeli dan menikmati durian jenis Ripto. Namun, alangkah baiknya saat ini membeli bibit dan menanamnya sendiri.

“Kalau menanam sendiri kan nanti panen-panen sendiri. Jadi bisa dinikmati sendiri,” tegasnya.

Suami Novita Hardiny ini juga menyarankan, jika ingin membeli bibit durian Ripto, juga tidak boleh sembarangan dan harus bersertifikat. “Harus yang bersertifikat ya, tidak susah kok carinya. Di tempat Pak Saroji ini semua bibitnya bersertifikat. Saya juga mau tanam di Pendopo. Jadi, besok kalau ada kamu, tinggal petik dan tidak minta dikirimin Mbah Lurah nantinya,” terang bupati sambil tersenyum. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *