Connect with us

Hukum & Kriminal

Dua Truk Blong Berhenti Setelah Hantam Ruko dan Tiang Listrik, Gandengan dan Kepala Terputus

Diterbitkan

||

Dua Truk Blong Berhenti Setelah Hantam Ruko dan Tiang Listrik, Gandengan dan Kepala Terputus

Memontum Jember – Terkait kejadian kecelakaan dua truk gandeng yang terjadi di jalan protokol penghubung Jember-Banyuwangi, Kapolsek Sempolan (Silo), AKP Suhartanto, menyebut bahwa penyebabnya karena rem blong.

Truk kemudian menyerempet kendaraan yang dikendarai warga. Laju armada itu terhenti, setelah menghantam ruko milik warga hingga terguling. “Kedua truk gandeng bermuatan gula ini sama-sama melaju dari arah Banyuwangi ke Jember. Nah sesampainya di jalan turunan sebelum Balai Desa Sumberjati, kedua truk mengalami rem blong,” katanya.

Untuk truk gandeng pertama, AKP Suhartanto menjelaskan, diduga karena lajunya yang kencang. Antara kepala truk dan gandengannya sampai putus. “Gandengannya terguling di depan Balai Desa Sumberjati (di bahu kanan jalan). Kemudian kepalanya truk, melaju kencang sampai terguling di sekitar pasar setelah Masjid Besar Al Mukhlisin,” ujar Kapolsek.

Karena melaju cukup kencang, mengakibatkan kecelakaan beruntun. “Di sana kepala truk menumbur mobil Avanza dan sepeda motor di depannya. Kemudian, menghantam 5 bangunan ruko di bahu kanan jalan. Juga menabrak motor KLX dan mobil pick up warna merah sampai ringsek yang sedang parkir. Setelah itu baru berhenti,” jelasnya.

Sementara itu, untuk truk gandeng kedua berplat P 9754 UG yang melaju searah dengan truk gandeng pertama di belakangnya, juga mengalami rem blong. “Namun sopir masih bisa mengendalikan laju truknya dan menabrak tiang listrik yang ada di bahu kanan jalan. Sopir juga tidak apa-apa (tidak mengalami luka),” ujar AKP Suhartanto

Untuk truk gandeng pertama yang alami kecelakaan, antara kepala truk dengan gandengannya terpisah kurang lebih sejauh 1 km. Selain itu, terkait kecelakaan tersebut juga sampai menyebabkan kemacetan kendaraan dari dua arah sepanjang kurang lebih 4 km. “Selain itu muatan gulanya sampai tumpah di tengah jalan dan saat ini masih dilakukan proses evakuasi,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik ruko korban kecelakaan truk menjelaskan kalau laju truk sangat kencang sebelum menghatam ruko miliknya. Akibat terjangan armada angkutan barang tersebut, ruko miliknya mengalami rusak parah.

Baca juga :

Salah seorang pemilik bangunan ruko yang tertabrak truk, Samsul (43) mengatakan saat kejadian kecelakaan itu, dirinya berada di dalam toko. “Tiba-tiba truk fuso itu melaju dengan kencang, dari arah timur. Terus truk ini naik ke trotoar, kemudian nabrak tembok saya (samping kanan kiri). Toko (bangunan ruko) yang tertabrak ada 5 ini,” kata Samsul.

Dia menyebut kejadian terjadi pada sekitar pukul 15.00. “Karena melajunya kencang (truk gandeng pertama). Bahkan sangking kencangnya. Sambungannya putus di sana (sambil menunjuk arah timur),” ucapnya.

Samsul menyebut ada korban dari kecelakaan tersebut. Diketahui ada seorang penjual tahu yang tertabrak. “Rombong (lapak jualan) nya ditabrak. Korbannya langsung dibawa ke rumah sakit. Di depan toko saya ada 3 motor tertabrak dan kerusakan di ruko saya tembok kanan kiri hancur. Saya tahunya truk membawa muatan gula pasir,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan melibatkan dua truk fuso gandeng bermuatan gula berplat P 9033 UG dan P 9754 UG, terjadi di Jalur Utama Banyuwangi – Jember atau kawasan Pasar Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jumat (14/01/2022) sekitar pukul 15.00. Diduga, terlibatnya dua kendaraan tersebut bertabrakan, akibat mengalami rem blong.

Mirisnya, akibat kejadian itu, juga merusak sejumlah bangunan di tepi jalan. Tidak kurang sekitar lima bangunan, turut terdampak. Termasuk, tiang listrik pun juga menjadi sasaran kendaraan berat tersebut

Kapolsek Sempolan ( Silo), AKP Suhartanto, saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan tersebut menyebabkan 3 orang luka. Korban luka langsung dibawa ke RSD dr. Soebandi, Kecamatan Patrang, Jember.

“Dari penanganan awal yang kami lakukan, ada tiga orang luka. Yakni, dimungkinkan adalah sopir dan kernet truk gandeng pertama (P 9033 UG) dan satu orang lainnya belum bisa dipastikan. Apakah pemilik kendaraan atau warga,” kata Suhartanto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian. (rio/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *