Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Geng Motor Mabuk, Ngamuk, Serang Kantor Desa Sidorejo, Diseret Buser Polres Banyuwangi

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 23:10
  • / 11 Rabiul Akhir 1439
Geng Motor Mabuk, Ngamuk, Serang Kantor Desa Sidorejo, Diseret Buser Polres Banyuwangi
Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Aditiyawarman memegang kayu (barang bukti) didampingi Kasatreskrim AKP Sodiq Efendi.

Memontum Banyuwangi Selain mengungkap kejadian ditahun 2017, Polres Banyuwangi juga melakukan pers realese penyerangan Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, yang diduga dilakukan segerombolan pemuda bermotor pada Rabu (27/12/2017) lalu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil mengungkap dan menyeret empat orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan tersebut, dan saat ini, keempat terduga diamankan di Mapolres Banyuwangi, untuk menjalani pemeriksaan.

Dikatakan, Kapolres Banyuwangi, AKBP. Donny Aditiyawarman, empat orang terduga penyerangan kantor desa Sidorejo, mereka adala MDR, DGS, DD dan US. Dua nama didepan tercatat tinggal di Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo. Sementara DD dan US merupakan warga desa Sidorejo.
“Pelakunya masih dibawah umur ada tiga orang. Mereka diancam pasal 170 ayat 1 tentang pengeroyokan dengan ancaman diatas lima tahun,”ujar Kapolres Banyuwangi, Sabtu (30/12/2017

Menurut Kapolres Banyuwangi, Penyerangan secara sporadis oleh kawanan pelaku ini diawali dari aksi pesta miras di hutan Desa Glagah Agung. Usai menenggak minuman yang sangat memabukkan itu, ketujuh pemuda ini meluncur menuju Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo untuk melihat tontonan orkes dangdut. Nah, tiba di pertigaan Kantor Desa Sidorejo, rombongan pemuda yang mengendarai 4 unit sepeda motor ini didahului oleh pemotor lain dengan memainkan gas motor.

“Merasa diledek, akhirnya empat dari tujuh pelaku mengejar pemotor yang menyalip. Namun upaya mereka gagal lantaran kehilangan jejak,” kisah AKBP Donny.

Selanjutnya, empat orang yang mengejar pemotor kembali ke Balai Desa Sidorejo. Di lokasi telah berkumpul banyak warga yang tertegun lantaran kebisingan yang dipicu dari suara knalpot motor yang diblayer-blayer. Selaku pamong desa, Winarti, akhirnya menegur kawanan pemotor asal Desa Glagah Agung agar membubarkan diri. Warga pun mendukung langkah pemimpin desanya.

“Ditegur bukannya bubar malah emosi. Sempat terjadi adu mulut antara warga dan pelaku. Ketegangan memuncak ketika BM secara tiba-tiba melempari kantor desa menggunakan batu. Ironisnya tindakan ini diikuti rekan-rekannya, lalu kabur,” kupas Kapolres menceritakan kronologi kejadian.
Kades Winarti yang berupaya menentramkan justru menjadi korban. Dia pun mengadukan kasus penyerangan ini kepada aparat Polsek Purwoharjo. Atas laporan ini petugas polsek setempat akhirnya melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Awalnya kasus ini memang ditangani aparat Polsek Purwoharjo. Demi menciptakan ketenangan di kalangan masyarakat kita perintahkan Kasat Reskrim AKP Sodiq untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelasnya didampingi sejumlah kepala bagian dan satuan.

Bukti penguat atas aksi kriminal yang dilakukan para pelaku juga ditunjukkan aparat saat menggelar jumpa pers di Mapolres Banyuwangi. Benda itu berupa 2 bilah potongan kayu, 20 batu, pecahan genteng dan pecahan lampu kantor desa. Sementara tiga pelaku lain, yakni MZN, LDC, BM masih diburu aparat karena kabur ke luar kota.

“Tahun Baru kemungkinan banyak kasus seperti ini. Maka kita lakukan antisipasi di penggal-penggal jalan yang dianggap rawan dengan melibatkan 910 personil gabungan TNI dan Polri,” pungkasnya. (ras/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional