Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Tragedi Ibu Kandung “Sekap” Anak Teriakan Cari Ibu, Langitnya Apik

  • Rabu, 3 Januari 2018 | 20:42
  • / 15 Rabiul Akhir 1439
Tragedi Ibu Kandung “Sekap” Anak  Teriakan Cari Ibu, Langitnya Apik
RUMAH : Kondisi langit rumah. (ist)

Memontum Malang —Mengharukan dan dramatis aksi penyelamatan 3 bocah perempuan “disekap” ibu kandungnya sendiri di Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Faktanya, ketiga bocah tidak luka sedikitpun meski ALK, kelainan jiwa.

Saat keluar rumah, satu dari 3 bocah langsung takjub melihat kondisi langit biru dengan arakan awan putih. Bocah berusia 6 tahun yang seharusnya bisa berjalan, digendong seorang anggota polisi. Seorang lagi meneriakkan kata mengharukan, ia mencari ibunya.

“Ibu, mana ibuku, ” jerit sang bocah. Seusianya, ia belum mengerti kondisi kejiwaan sang ibu. Sebab itu, ketiga bocah hanya mau saja dikurung dalam kamar. Ketiganya tidak diperkenankan keluar rumah, bersekolah atau berinteraksi dengan tetangga atau anak sebayanya.

ALK, berusia 40 tahunan tinggal bersama ketiga anaknya. Sejak 2014, ia tinggal berempat dengan sang anak. Ada kemungkinan karena gangguan kejiwaan ALK, MR, kemudian menceraikannya. Namun nasib ditanggung ketiga bocahnya sejak itu.

 Ia dikenal tetangga sekitar sebagai tukang jahit. Siapa sangka selama tinggal di rumah, sang anak tidak diijinkan keluar kamar. Setiap ada tamu, kamar sang anak digerendel atau ditutup rapat.

Pemandangan aneh juga tampak di rumah sederhana. Jendelanya tertutup terpal. Jendelanya tertutup rapat kardus. Langit-langit seolah ada yang jebol. “Langit atap itu begitu karena kadang ALK memastikan apakah ada orang atau tidak di atap itu,” sebut seorang petugas.

“Selama tinggal di rumah. Tidak ada tanda kekerasan. Tidak dianiaya anak-anaknya. Sayang sama ibunya, ” sebut Sugiono dan seorang perangkat lainnya.”Hanya kurang gizi dan kurang mendapat sinar matahari,” sebut seorang tim medis saat ditemui di Polsek Bululawang.

Menurut Kapolsek Bululawang, Kompol Soepary, sejak eksekusi pengamanan ALK–dibawa ke Rumah Sakit Jiwa, ketiga bocah dirawat di Polindes desa setempat. Soepary kemudian memastikan bahwa tidak ada tanda penganiayaan terhadap sang anak. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional