Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Demi Desa Bumiharjo Kondusif, Kades Tupon Paparkan Hasil Pemeriksaan Inspektorat

  • Minggu, 7 Januari 2018 | 11:26
  • / 19 Rabiul Akhir 1439
Demi Desa Bumiharjo Kondusif, Kades Tupon Paparkan Hasil Pemeriksaan Inspektorat
Kades Bumiharjo, Tupon saat dikonfirmasi Memontum.com dan Memo X sembari memperlihatkan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kab. Banyuwangi.

Memontum Banyuwangi- Hingar bingarnya kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, langsung mendapat tanggapan serius oleh Kepala Desa (Kades) Bumiharjo, Tupon. Kepada Mementum.com dan harian pagi Memo X, Kades yang murah senyum tersebut memaparkan seluruh kegiatan pelaksanaan pembangunan yang mempergunakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD), Sabtu (6/1/2018).

Kades Bumiharjo, Tupon, dengan segepok dokomentasi kegiatan pembangunan infrastruktur maupun pembelajanjaan lainya tahun 2016, memaparkan, apa yang dituduhkan kepada dirinya adalah tidak betul. Dan laporan warga yang sudah dimasukkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi juga sangat salah sekali.

“Ini mas, laporan pekerjaan di tahun 2016, tidak ada yang saya tutup-tutupi, semua serba transparan,”ujar Kades Tupon, sembari memperlihatkan yang sudah diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Tupon, pihaknya sudah paham dengan maksud dan tujuan segelintir masyarakat desa yang melaporkan dirinya kepenegak hukum. Namun Kades Tupon sangat menyayangkan apa yang dilaporkan itu salah sasaran, dan semua data yang dilaporkan itu bukannya memberikan data yang valid tapi sangat mengada-ada, dan terkesan memaksakan diri.

“Apakah ada pekerjaan sebesar Rp 294 juta dianggaran tahun 2016 itu? Tidak ada tho, kok bisanya melaporkan saya seperti itu, data itu dapat dari mana? Semua laporan ini sudah diperiksa oleh Inspektorat, dan tidak ada masalah,” jelas Kades Bumiharjo.

Tupon menegaskan, terkait pekerjaan tahun 2017, dirinya pada bulan Pebruari 2017 sudah tidak menjabat Kepala Desa, dan yang mengerjakan seluruh kegiatan itu Pj Kades.

“Yang paling lucu, saya juga dilaporkan juga terkait pekerjaan yang mempergunakan anggaran tahun 2017, padahal sejak bulan Pebruari 2017, saya sudah tidak menjabat lagi, dan pada bulan Desember 2017 saya baru dilantik lagi,”dalih Tupon.

Disamping itu, lanjut Tupon dirinya mengklarifikasi ini, bertujuan untuk menentramkan masyarakat desa Bumiharjo.  Menurutnya, sejak ada laporan dari beberapa warga tersebut, masyarakat desa menjadi gaduh dan saling melaporkan, agar masalah ini selesai dan desa Bumiharjo damai dan kondusif, jalan satu-satunya mengklarifikasi tuduhan yang sudah dilaporkan oleh masyarakat desa tersebut.

“Saya menginginkan warga desa Bumiharjo tentrem, damai dan kondusif. Dan tidak ada saling tuduh menuduh dan tidak saling melaporkan ke penegak hukum,”pinta Kades Bumiharjo ini.

Lebih lanjut Kades Tupon meminta kepada seluruh warga desa Bumiharjo, jika ingin desa Bumiharjo baik dan damai serta sejahtera, mari membangun desa bersama-sama, dan saling mengawasi. Karena pembangunan desa tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik tanpa bantuan kerjasama dari peran serta masyarakat desa.

“Mari kita kerja bersama, untuk kemajuan desa Bumiharjo. Tanpa peranserta masyarakat tidak mungkin desa Bumiharjo bisa maju, jika ada kesalahan saya dalam memimpin ingatkan saya, agar saya bisa memimpin lebih baik, dan membawa desa Bumiharjo lebih maju dan masyarakat desa lebih makmur dan maju,”pintanya.

Meski namanya sempat tercemar akibat pemberitaan adanya dugaan korupsi itu, Kades Tupon tidak ingin melaporkan balik. Dia (Kades Tupon) menginginkan desa Bumiharjo itu damai dan tidak ada perselihan ataupun karut marut akibat laporan tersebut.

“Biarlah masyarakat yang menilai, dan saya tidak ingin melapor balik walau namanya saya sudah tercemar akibat laporan yang tidak ada buktinya itu,”katanya.

Bahkan salah satu warga desa Bumiharjo menenggarai, adanya pihak-pihak tertentu yang melaporkan Kades Tupon  ke Kejari itu dampak dari Pilkades yang berlangsung pada bulan Nopember 2017 lalu.

“Jelasnya, dilaporkannya pak Kades Tupon itu imbas dari Pilkades beberapa waktu lalu mas, tapi orang-orang itu sangat ceroboh, karena melaporkan Kades tanpa disertai data yang tidak valid “ungkap salah satu warga.

Sementara Kabid Pemerintahan Desa pada Dinas BPM Pemdes, Ahmad Faisol, NS membenarkan jika ditahun 2016 tidak ada pekerjaan pembangunan penahan bahu jalan sebesar Rp.294 juta. Dan laporan yang ditujukan oleh masyarakat desa Bumiharjo di Kejari Banyuwangi itu bukan APBDes desa Bumiharjo, namun cuma reng-rengan saja.

“Itu bukan RAPBDes Bumi Harjo mas, ini cuma reng-rengan saja, dan yang perlu saya tegaskan disini, dalam pengajuan anggaran ditahun 2015 untuk pekerjaan yang dilaksanakan tahun 2016 tidak ada pekerjaan yang anggarannya sebesar Rp.294 juta.

“Saya tegaskan, dalam pengajuan RAPBDes tahun 2016 tidak ada pekerjaan senilai Rp.294 juta, karena semua data masuk dibidang saya, maka dari itu, masalah ini harus diluruskan, agar tidak menjadi pemberitaan yang salah,”ujar Ahmad Faisol.

Faisol berharap kepada masyarakat desa, agar tidak lapor saja tanpa dilandasi bukti-bukti yang benar.

“Peran serta masyarakat dalam mengawasi pekerjaan memang sangat penting, tapi jika ada persoalan hendaknya diselesaikan ditingkat desa terlebih dahulu agar tidak menjadi kegaduhan, seperti yang dilaporkan oleh warga desa Bumiharjo,”harap Kabid Pemeritahan Desa pada Dinas BPM Pemdes Kabupaten Banyuwangi ini. (tut/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional