Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Dava Derita Usus Keluar Selama 11 Tahun, Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

  • Senin, 8 Januari 2018 | 17:53
  • / 20 Rabiul Akhir 1439
  • Dibaca : 272 kali
Dava Derita Usus Keluar Selama 11 Tahun, Butuh Uluran Tangan Para Dermawan
MENDERITA OFALOKEL - Dava Andhika Putra (12) putra pertama pasutri, Andi (38) dan Mike Hermawati (36) yang tinggal di kos-kosan JL Swadaya, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono menderita ofalokel (usus keluar dari perut) sejak 11 tahun lalu tidak pernah mendapatkan perawatan tim medis yang memadai. (wan)

Memontum Sidoarjo—- Dava Andhika Putra sudah 11 tahun menderita Ofalokel (usus keluar dari perut). Meski menderita kelainan sejak usia dini, namun hingga kini bocah 12 tahun belum mendapatkan perawatan tim medis yang memadai.

Oleh karenanya, meski berusia 12 tahun, aktivitas putra pertama pasangan suami istri (pasutri) Andi (38) dan Mike Hermawati (36) ini tidak bisa bergerak lincah seperti teman-teman sebayanya. Hal ini disebabkan penderita sakit langka itu, belum mendapatkan perawatan medis yang memadai. Hal ini disebabkan tidak memiliki kartu BPJS maupun Surat Keterangan Miskin (SKTM). Selama ini bocah malang ini, hanya dirawat kedua orangtuanya di kamar kos-kosan di JL Swadaya, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo yang serba terbatas itu.

‘Belum ada bantuan sama sekali. Kami tidak memiliki kartu BPJS maupun SKTM,’ terang Andi kepada Memo X, Senin (8/1/2018).

Lebih jauh bapak 3 anak ini mengaku tidak bisa mengurus BPJS karena penghasilannya serba pas-pasan. Pekerjaannya sebagai sopir freelance pendapatannya hanya sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari. Namun hal itu tidak bisa rutin karena pekerjaannya tidak mengikat.

‘Kalau ngurus BPJS kami tidak mampu membayar iurannya. Sudah pernah mengurus SKTM, di Madiun tapi kata Pak RT SKTM hanya untuk para lansia saja,’ imbuh pria asal JL Kalingga RT 17, RW 06, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun ini.

Selama ini, pihak keluarga menutupi penderitaan Dava lantaran tidak mengetahui penyakit itu. Selama ini keluarganya hanya pasrah karena bingung dengan yang diderita bocah malang itu.

‘Kami sudah pasrah. Karena tidak punya biaya lagi untuk merujuknya ke rumah sakit,’ tegasnya.

Selama ini, kata Andi, putranya itu sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit dr Soewandi Surabaya. Akan tetapi, usai diperiksa dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya.

‘Tapi karena tak punya kartu BPJS dan SKTM, akhirnya dibawa pulang kembali,’ ungkapnya.

Sementara itu, rencananya para donatur bakal mengumpulkan donasi dan bantuannya untuk bocah malang ini. Harapannya, agar segera mendapatkan perawatan medis dan bantuan dari pemerintah baik itu Pemkab Sidoarjo maupun Pemkot Madiun karena keluarga penderita ini juga membutuhkan bantuan pemerintah. (wan/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional