Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Penulis Buku Negeri Tercabik Berharap Tidak Terjadi di Indonesia

  • Selasa, 9 Januari 2018 | 08:49
  • / 21 Rabiul Akhir 1439
Penulis Buku Negeri Tercabik Berharap Tidak Terjadi di Indonesia
Ahmad Muwafik Saleh saat membacakan puisi di Aula KH Moch Said Unira Kepanjen kabupaten Malang,Senin (8/1/2018).

Memontum Malang– Akhmad Muwafik melaunching perdana buku “Negeri Yang Tercabik” dan “Nusantara hingga Andalusia” di gedung KH R Moch Said, Universitas Raden Rahmat, Kepanjen kabupaten Malang ,Senin (8/1/2018). Ahmad Muwafik mengatakan dalam acara launching juga digelar penayangan teater video Negeri yang Tercabik karya ARTi Design Company sekaligus berperan sebagai penyunting, desainer layout dan cover buku.

Muwafik juga membacakan puisi andalan yaitu “Tuhanmu Telah Mati, “Sama Saja” dan “Pluralisme Buta”. Akhmad Muwafik Saleh merupakan Wakil Dekan III FISIP Universitas Brawijaya, selain aktif sebagai pengajar, ia merupakan seorang Professional Trainer melatih berbagai lembaga pendidikan, pemerintahan dan perusahaan nasional di seluruh Indonesia.

Pria dosen Brawijaya ini sudah menghasilkan karya tulis diantaranya Public Service Communication (2010), Bekerja dengan Hati Nurani (2009), Belajar Dengan Hati Nurani (2011), dan Membangun Karakter dengan Hati Nurani ketiga serial buku hati nurani tersebut menjadi buku Best Seller, Manajemen Training (2016) dan Buku Komunikasi dalam kepemimpinan Organisasi (2016).

Menurutnya, puisi dapat menumpahkan segala perasaan yang menggelayut dalam pikiran atas berbagai persoalan dan realitas yang sempat tertangkap oleh mata dan terbisikkan dalam telinga.

Buku “Negeri yang Tercabik” ini, merupakan ungkapan rasa atas segala yang yang terjadi di sekitar kita baik di Nusantara Indonesia hingga Andalusia Spanyol.

Menurutnya , menulis segala realitas pemikiran, sosial, politik dan budaya fan bisa menggambarkan realitas yang hidup secara dinamis dalam masyarakat berbangsa. Baik melalui berita yang berkembang maupun dari apa yang diamati dan rasakan selama dalam perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam menggali inspirasi dirinya melakukan perjalanan ke Spanyol Dalam perjalanan menelusuri lorong-lorong sejarah di Spanyol Dia mencoba menggambarkan realitas dan lintasan sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi generasi selanjutnya tentang kejayaan dan kehancuran.

Belajar dari pengalaman kaum muslimin di Andalusia dalam kurun abad ketujuh hingga abad ke empat belas. Bahwa kejayaan dapat diraih melalui ketaatan dan kebersamaan. Sementara kehancuran disebabkan penentangan kepada Sang Pencipta dan Pertikaian.

Muwafik berharap agar peristiwa dari nusantara hingga Andalusia ini dapat diambil sebagai pelajaran dari perjalanan umat manusia yang selalu dinamis.

“Semoga Nusantara Indonesia serta negeri-negeri kaum muslimin lainnya tidak menjadi tercabik,” ujarnya.(met/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional