Connect with us

Probolinggo

Gerindra Juga Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada 2018 Kota Probolinggo

Diterbitkan

||

Bacalon walikota dan wakil walikota dari Golkar terima rekom dari Gerindra (pix)

Memontum Probilinggo—Secara mengejutkan, Partai Gerindra memutuskan akan mengusung pasangan Fernanda Zulkarnain-Zulfikar Imawan dalam Pilkada Kota Probolinggo, Juni 2018 nanti. Pasangan ini bahkan telah menerima SK Gerindra di kantor DPD Gerindra Jatim.

SK diserahkan langsung oleh sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad kepada Fernanda-Zulfikar Imawan, yang juga di hadiri Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Kota Probolinggo, Zulkifli Chalik. Begitu juga dengan Ketua dan Sekretaris DPD Golkar kota Probolinggo, Audi Firmana dan Muchlas Kurniawan.

“Kami sampai memang hadir ke kantor Partsi Gerindra di Jatim,” kata Sekretaris DPD Golkar Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan kepada Memontum.com. Selasa (9/1/2018).

Sementara sikap Gerindra ini mengejutkan, karena Ketua DPC Gerindra Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, sebelumnya telah mendeklarasikan diri akan maju sebagai calon wali kota. Bahkan banner dr. Aminuddin juga sudah kadung menyebar di sudut-sudut kota. Bahkan dr. Aminuddin juga telah mundur sebagai PNS kota Probolinggo.

Dengan dukungan dari Gerindra ini, pasangan Fernanda Zulkarnain-Zulfikar Imawan akan diusung oleh sedikitnya tiga parpol sekaligus. Yaitu Golkar yang punya 5 kursi di DPRD setempat, NasDem yang punya 4 kursi, dan Gerindra yang punya 3 kursi. (pix/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Probolinggo

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Diterbitkan

||

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Memontum Probolinggo – Kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, ternyata membuat duka keluarga di wilayah Probolinggo, warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dikabarkan tewas pada kejadian itu. Keduanya tidak bisa lari saat terjadinya kerusuhan, Kamis (26/9/2019) siang.

Kerusuhan yang terjadi di Mamena Papua menyebabkan rumah, perkantoran terbakar, hingga belasan orang meninggal dunia. Salah satu korban diantaranya dua warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

Satu korban dikabarkan meninggal dunia, atas nama Muhamad Subhan (38) warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Berita meninggalnya Muhamad Subhan sudah sampai di keluarga besarnya di Leces. Bahkan orang tua dan adik serta kakaknya sudah menggelar tahlilan, selama dua hari ini.

Menurut Umi Kulsum, kakak ipar korban mengatakan bahwa Korban di Wamena Papua bekerja sebagai tukang ojek, dan rencananya akan balik ke Probolinggo pada tahun baru 2020 mendatang.

“Seminggu sebelumnya sempat komunikasi lewat telepon, mau pulang pada tahun baru,”ujar Umi.

Umi terlihat tidak bisa membendung air matanya, dia tidak percaya adik iparnya justru meninggal saat baru kembali ke Papua 4 bulan lalu. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan.

Umi menambahkan, bahwa terakhir komunikasi dengan adiknya 4 hari lalu, komunikasi yang dibahas seputar kondisi papua yang terus memanas.

“Dia selalu bercerita kalau di Wamena situasinya memanas, dan selalu berkata mimpi sering bertemu almarhum ayah,” tambah Umi,sambil mengusap air matanya.

Photo Keluarga Korban (ist)

Photo Keluarga Korban (ist)

Sementara itu menurut Muhamad Jamal, kakak korban, cerita dari teman adiknya, korban tewas akibat terkena lemparan batu pada saat kerusuhan.

“Saya dikabari melalui telepon kalau adik saya meninggal akibat lemparan batu di kepalanya,”terang Jamal.

Ditempat terpisah, Kapolsek Leces, Iptu Ahmad Gandhi, membenarkan bahwa ada dua warganya yang tewas di Papua.

“Iya benar, 2 warga tersebut berasal dari kecamatan leces, keduanya tewas akibat kerusuhan Wamena Papua. Satu korban atas nama Sopyan (37) warga Jorongan, Kecamatan Leces dan Muhamad Subhan (38) warga Desa Semberkedawung, Kecamatan Leces.

Dari kejadian tersebut pihak keluarga hanya pasrah karena masih belum ada kepastian apakah jenazah bisa dibawa ke Probolinggo. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jalur Tengkorak Hitungan Menit, 2 Laka Pantura, 5 Kendaraan 1 Nyawa Melayang

Diterbitkan

||

LOKASI : Truk yang terguling setelah menabrak motor. (Pix)

Memontum Probolinggo – Jalan pantura di Probolinggo benar-benar menjadi jalur tengkorak. Dalam hitungan menit saja, terjadi 2 kali kecelakaan dengan melibatkan 5 kendaraan. Akibatnya 1 korban tewas dan beberapa diantaranya terluka. Kamis (26/9/2019) pagi.

Diketahui korban tewas pengendara sepeda motor atas nama Nurul Hakim (51), warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumberasih. Nurul tewas di tempat kejadian setelah ditabrak dump truk dari arah berlawanan dan sampai truk terguling.

Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat korban Nurul Hakim yang mengendarai motor bebek dengan nomor polisi N 3478 SZ melaju sedang dari arah barat ke timur. Tiba-tiba disekitar TKP, dump truk dengan nomor polisi S 9549 UQ tanpa muatan melaju kencang dari arah sebaliknya. Truk oleng hingga menabrak korban. Korban sempat terseret beberapa meter, sedangkan truk langsung terguling.

Tak hanya itu, dengan kondisi truk terguling, juga menghantam mobil penumpang. Beruntung 2 penumpang dan 1 sopir hanya luka ringan dalam kecelakaan ini.

Menurut Said sopir mobil penumpang, dump truk melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan berjalan tanpa kendali.

“Memang laju truk terlihat kencang, oleng dan menabrak motor, imbasnya mobil saya juga kena,” ujarnya.

Tidak lama dari kejadian tersebut, polisi dari Unit Laka Lantas Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian. Korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas.

Masih hitungan menit dilakukan olah TKP kecelakaan pertama, kembali terjadi kecelakaan lagi saat truk peti kemas berhenti mendadak, hingga pikap dengan muatan pepaya menabrak dari belakang.

Menurut Fajar, sopir truk peti kemas, dia berhenti mendadak karena di depannya ada mobil juga berhenti mendadak.

“Saya memang ngerem mendadak karena kendaraan saya didepan juga brenti dadakan dan mobil di belakang juga nabrak kendaraan saya,” ujar Fajar.

Tidak ada korban jiwa di lakanyang ke dua, hanya luka-luka karena korban sempat terjepit body mobil, kernet mobil pick up harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Polisi dari Unit Laka terus melakukan penyelidikan 2 kasus kecelakaan ini. Dugaan sementara, pemicunya karena human eror. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Terima Bea Siswa, Siswa Probolinggo Wakili Indonesia Ikuti Olimpiade Qatar

Diterbitkan

||

BANGGA : Nawawi Secara simbolis menerima beasiswa, diserahkan oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin (ist)

Memontum Probolinggo – Pemerintah kota Probolinggo sangat memperhatikan kualitas pendidikan SDM di Kota Probolinggo. Terbukti Wali kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin merealisasikan janjinya. Tiga pelajar asal Kota Probolinggo yang beprestasi namun kurang beruntung akhirnya dapat melanjutkan sekolah di universitas.

Ketiga anak yang beruntung yang mendapatkan beasiswa pendidikan strata 1 (S1) itu adalah Vida Komaria warga Jalan Cangkring, Kanigaran yang berkuliah jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer di Universitas Jember. Vida merupakan anak dari Misnari dan Sucik, yang kesehariannya berjualan es. Ia lulusan SMA Negeri 4 Kota Probolinggo.

Selain Vida ada Sulton Nawawi, siswa SMA Sunan Giri. Sulton merupakan anak buruh tani, pasangan Supjan Sjafi’e dan Sundari yang tinggal di Jalan Musi, Kedopok. Ia kuliah di Universitas Negeri Malang fakultas sastra, jurusan sastra arab.

Ketiga adalah Wahyu Indrati. Ia juga anak dari keluarga yang kurang beruntung, Ia mengambil kuliah Diploma 3 Kesekretariatan, keahlian public relation program pendidikan vokasi di Universitas Brawijaya Malang. Bersama orangtuanya Arief Santoso dan Roebeda, Wahyu Indrati tinggal di Jalan Ikan Kerapu, Mayangan.

Dari jumlah beasiswa yang diberikan Pemerintah Kota Probolinggo yang diterima oleh masing-masing mahasiswa yang mulai kuliah di tahun 2019 ini berbeda-beda. Vida Komaria, di Universitas Jember mendapat beasiswa Rp 4,5 juta per semester. Sulton Nawawi Rp 5 juta per semester di Universitas Negeri Malang. Sedangkan Wahyu Indarti Rp 3 juta di Universitas Brawijaya.

Beasiswa tersebut diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin kepada Sulton Nawawi dan Vida Komaria, saat peringatan Hari Olahraga Nasional ke-36 di GOR Mastrip, Kamis (26/9/2019) pagi.

Beasiswa bagi mereka yang berprestasi, ingin melanjutkan kuliah namun tidak ada biaya memang sudah menjadi program Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Mochammad Soufis Subri. Hal itu merupakan bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah untuk membantu generasi muda yang membutuhkan uluran tangan pemerintah setempat.

“Bagi yang sudah lulus SMA/SMK yang ingin meneruskan kuliah dan berprestasi namun karena faktor ekonomi tidak mampu, pemerintah akan bantu. Membantu untuk mendapat pendidikan yang lebih baik lagi. Pemerintah hadir supaya impian anak-anak Kota Probolinggo bisa tercapai, yaitu meneruskan ke perguruan tinggi,” kata Habib Hadi.

Habib Hadi juga berharap apa yang diimpikan dapat terwujud sehingga upaya pemerintah mendorong generasi muda menjadi lebih maksimal.

“Untuk para pendidik, terus bimbing anak didiknya hingga berprestasi. Yang tidak punya kemampuan ekonomi segera infokan untuk kemudian kami tindaklanjuti. Alhamdulillah, impian saya dalam masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Probolinggo bisa terwujud di kepemimpinan saya ini,” tambah Habib Hadi.

Sementara Kepala Disdikpora mengatakan bahwa perlu diketahui untuk prosedur mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Probolinggo ini cukup mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan dinyatakan lulus dari jalur umum.

“Selanjutnya nanti akan kami verifikasi, mendatangi rumahnya dan mekanisme tersebut akan menentukan berhak mendapatkan beasiswa atau tidak,” jelas Kepala Disdikpora Maskur.

Selain itu prestasi membanggakan ditorehkan siswa kelas 9 F, SMP Negeri 5 Kota Probolinggo, Ahmad Fatur Rohman. Ia berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2019. Ia juga masuk dalam peringkat kedua dalam training center tahap 1 “The International Junior Science Olympiad 2019”.

Desember nanti, Ahmad Fatur Rohman akan berangkat mewakili Indonesia mengikuti Olimpiade Sains di Qatar. “Saat ini sedang ada di Bandung. Salah satu siswa dari Kota Probolinggo akan mewakili Indonesia, itu sangat luar biasa. Kami ikut berbangga,” kata Wali Kota Habib Hadi.

Melihat kemampuan Ahmad Fatur, kata Habib Hadi, ia memaknai apapun bisa diraih oleh siapapun asal mau melakukan hal seperti apa yang diharapkan. Ia pun menekankan, agar pendidik di sekolah dapat memperhatikan potensi anak didik untuk terus didukung dan dikembangkan.

“Semoga berjalan lancar dan mendapat yang terbaik,” harap wali kota.

Pemerintah Kota Probolinggo juga akan memberikan bantuan dana senilai Rp 10 juta kepada Ahmad Fatur Rohman dan sebuah laptop. Untuk guru pembimbing dan kepala sekolah pun mendapat bantuan uang tunai. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler