Connect with us

Blitar

Pencari Pakan Ternak Tewas, Tertimpa Pakan Ternak

Diterbitkan

||

Petugas saat memeriksa jasad Suwoto yang meninggal tertimpa di antara sepeda motor dan pakan ternak

Memontum Blitar Suwoto (50) warga Dusun Sukosari RT 01 RW 01 Desa Gadungan Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar bernasib apes. Lantaran pria pencari pakan ternak kambing ini meninggal karena tertimpa di antara sepeda motor dan pakan ternak miliknya, Kamis (11/1/2018) di petak 208 B perkebunan PT NSA Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

Kejadian tersebut bermula ketika Suwoto sekitar pukul 07.00 melakukan aktifitas sehari-hari mencari pakan ternak kambing di area perkebunan PT NSA dengan menggendarai Sepeda Motor Honda Revo miliknya.

Namun sekitar pukul 11.00 saksi Sutrisno (55) warga Desa Ngaringan yang juga hendak mencari rumput mengetahui sepeda motor dengan muatan pakan kambing (satu ikat besar) dalam keadaan roboh di tepi jalan perkebunan. Melihat kejadian ini, dia langsung mendekati sepeda motor tersebut, dan diketahui korban tertimpa diantara sepeda motor dan pakan ternah tersebut.

“Saksi berusaha memanggil manggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Selanjutnya saksi kembali ke pos Satpam PT NSA untuk melaporkan kejadian tersebut. Dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Gandusari”, ungkap Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, Kamis (11/1/2018).

Hasil olah TKP diketahui, bahwa sepeda motor milik korban dalam keadaan roboh dengan muatan satu ikat besar ramban. Sedangkan korban tertimpa di bawahnya dalam keadaan posisi tengkurap (terjungkal.red) dan leher korban patah.

“Sepeda motor tersebut roboh karena tergelincir jalan yang licin dan juga muatan yang terlalu berat”, jelas Slamet Waloya.

Sementara hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Gandusari, tidak ditemukan luka pada tubuh korban, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam.

“Korban meninggal karena lehernya patah dan kehabisan nafas akibat tertimpa pakan ternak yang di bawa”, tandasnya.

Atas kejadian tersebut keluarga korban minta agar tidak dilakukan autopsi, karena pihak keluarga menilai kejadian tersebut murni kecelakaan, dan menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. (jar/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler