Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Aksi Paki dan Ta’ang Ramaikan Festival Budaya Nusantara IBU

  • Rabu, 17 Januari 2018 | 06:34
  • / 29 Rabiul Akhir 1439
  • Dibaca : 79 kali
Aksi Paki dan Ta’ang Ramaikan Festival Budaya Nusantara IBU
Aksi Paki dan Ta'ang saat menampilkan Tari Caci. (rhd)

Memontum Kota Malang
Aksi saling pukul antar mahasiswa tak dapat dielakkan. Bahkan teriakan bersautan turut mewarnai aksi saling pukul menggunakan cambuk dan tameng tersebut. Terlihat beberapa mahasiswa luar Jawa terlibat dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut merupakan penampilan mahasiswa IBU asal NTT saat menampilkan Tari Caci dari Manggarai, sebagai tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di NTT. Penari bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang (paki) dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai/tameng (ta’ang). Tari ini biasanya dimainkan saat syukuran musim panen dan ritual tahun baru, upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting.

 Pemukulan gong oleh Rektor IBU sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Nusantara IBU. (rhd)

Pemukulan gong oleh Rektor IBU sebagai tanda pembukaan Festival Budaya Nusantara IBU. (rhd)

Tak hanya tari Caci, beberapa pertunjukan budaya lainnya turut mewarnai Festival Budaya Nusantara bertemakan “Melestarikan nilai-nilai budaya nusantara dan menguatkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an IBU, di Kampus C IKIP Budi Utomo (IBU), Senin (15/1/2018).

Dalam sambutannya, Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko, MSi mengatakan kegiatan ini sebagai bukti IBU turut mengapresiasi keberagaman budaya nusantara, yang ditampilkan oleh mahasiswa IBU dengan menampilkan ragam kebudayaan daerah asal. Sekaligus refreshing dan unjuk gigi usai menjalani UAS.

“Festival Budaya Nusantara ini sebagai momen melestarikan banyak aspek, seperti Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, budaya nusantara, dan lainnya sebagai bagian keutuhan NKRI. Jika IBU lestari, upaya pelestarian budaya oleh mahasiswa akan tetap terjaga. Bersama mahasiswa menjadikan IBU sebagai miniatur Indonesia, sebagai bagian pelestarian budaya sekaligus menuntut ilmu di IBU,” ungkap Nurcholis, yang dikenal sebagai salah satu pelestari budaya.

Menurutnya, kebhinekaan di IBU sudah lumrah, namun harus tetap dipertahankan dan dipupuk agar lebih berkembang. Sebagai tujuan pendidikan sekaligus melengkapi sebutan Malang kota Pendidikan. Nantinya akan menjadi agenda tahunan. Kedepan, IBU akan menggelar Festival Budaya antar Perguruan Tinggi.

“Festival Budaya sebagai edukasi silang budaya dari seluruh Indonesia. Tujuannya, menunjukkan kebhinekaan dan jiwa toleransi dengan mengikis sekecil mungkin sekat SARA di kalangan mahasiswa, sebagai agen perubahan untuk diedukasikan kepada masyarakat. Sebagaimana ajaran dan makna Budi Utomo dan ke-Indonesiaan bagian dari 4 pilar bangsa,” tukasnya. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional