Connect with us

Jombang

Bupati Nyono Buka Pameran Pendidikan 2018

Diterbitkan

||

Memontum Jombang MGMP SMA- SMK Kabupaten Jombang gelar pameran pendidikan, mengambil tema ‘Membimbing Anak Bangsa Menggapai Asa dan Cita cita’ dihadiri oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko didampingi Wakil Ketua DPRD di GOR (Gedung Olah Raga) Kabupaten Jombang, Rabu (17/1).
Pameran pendidikan 2018 diikuti oleh 110 perguruan tinggi se Jawa Timur dan dibanjiri oleh siswa SMA se Kabupaten Jombang.
Panitia penyelenggara Saidun menyampaikan, tujuan kegiatan pameran ini demi cita cita anak bangsa. “Sebagian dari tugas kami selain bimbingan konseling, juga wujud kami mengabdi kepada negeri ini. Sebanyak 110 perguruan tinggi yang respon merupakan salah satu kegiatan luar biasa untuk aktifitas siswa yang perlu bimbingan agar mempunyai kesiapan dalam melangkah meneruskan ke jenjang perguruan tinggi,” jelasnya.
Perlu diketahui, hari pertama digelar pameran, sebanyak 5 ribu siswa SMA , SMK, Aliyah se Jombang membanjiri pameran tersebut.
Bupati Jombang dalam sambutannya menjelaskan, pameran pendidikan menjadi sarana yang luar biasa bagi siswa yang membutuhkan informasi tentang perguruan tinggi. “Dengan adanya pameran pendidikan siswa mudah mendapatkan informasi,” ujarnya.
Bupati minta agar para siswa mampu manfaatkan dengan sebaik baiknya. “Kepada adik adik siswa se Jombang bisa mendapatkan informasi se jelas jelasnya,” ujarnya.
Kegiatan ini, lanjut Bupati,  merupakansalah bukti pemerintah peduli terhadap pendidikan, karena APBD di wajibkan mengalokasikan anggaran pendidikan.
“Jombang banyak prestasi, di Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang khususnya, sebanyak 137 penghagaan yang sudah didapat, diantaranya penghargaan Adiwiyata mandiri, Adiwiyata propinsi dan Adiwiyata nasional. Mudah mudahan Kabupaten Jombang mampu mencetak generasi sebagai pemimpin di masa mendatang. Semoga apa yang dicita citakan oleh siswa diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT dan mudah mudahan pameran yang diadakan selama 2 hari berjalan lancar dan sukses,” tandas Bupati.
Achmad Taufik dari Biro Kemahasiswaan dan Humas Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menyambut baik diadakan pameran tersebut. “Ini sangat manfaat bagi uviversitas kami. Pameran di Jombang lebih meriah, dan siswa siswanya lebih aktif berinterksi mengambil moment tersebut,” jelasnya.
Fara Meidina, siswa kelas 12 IPS SMAN I Jombang mengatakan, dengan adanya pameran pendidikan, tentu sangat membantu bagi semua siswa yang akan melanjutkan ke universitas.
Menurut Fara, pameran pendidikan  diselenggarakan untuk mengetahui tentang universitas yang vaforit. “Karena saat ingin berjuang dan sukses kedepannya dengan memilih universitas vaforit,  akan mampu membimbing saya untuk mencapai apa yang saya cita citakan,” jelasnya. (wis/ono)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jombang

Pawai Bunga Meriahkan Sedekah Desa Janti

Diterbitkan

||

Pawai Bunga Meriahkan Sedekah Desa Janti

Memontum Jombang – Dalam rangka sedekah desa dan gelar potensi desa Janti 2019 mengelar pawai budaya pada Minggu 22/9/19 .yang bertempat di start lapangan desa Janti dan finish di TK Mamba,ul Ulum. Acara ini diikuti peserta dari rukun tetangga desa Janti kecamatan Jogoroto kabupaten Jombang.

Agenda tahunan ini sudah dilaksanakan sejak 2015 sampai sekarang 2019. Salah satu penonton mengatakan para peserta pawai budaya sangat kreatif. Apalagi kostum pakaian adat yang menarik dan berkarater diperankan membuat suasana semakin meriah, tutur Tutik Zahroh.

Dalam pawai budaya tersebut masing masing RT /RW mendelegasikan satu kelompok peserta pawai budaya dengan beradu kreatif mulai kostum ogoh ogoh, arak arakan gunungan serta hasil bumi diiringin dengen tongtek dan marching band. Tak hanya itu sejumlah atraksi tari tradisional hingga tari modern juga ditampilkan.

Usai digelar pawai budaya, rangkaian kegiatan, Kepala Desa H Musta’in mengatakan, kegiatan pawai budaya tahun 2019 dan sedekah desa ini, juga menggelar potensi desa. Ini sebagai puji syukur. Dia mengimbau agar meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan warga menuju masyarakat yang adil dan bermartabat. Selain itu, pawai budaya ini juga mengenalkan ke masyarakat luas tentang kearifan lokal dan ajang pelestarian Budaya Jawa. Harapannya kedepan kebersamaan masyarakat semakin lebih terlihat.

“Alhamdulilah seluruh masyarakat sudah mendukung sepenuhnya acara ini. Selain itu rangkaian kegiatan sedekah desa janti dan gelar potensi, juga dilakukan khotmil Quran dan doa bersama. Dilanjutkan hadrah bertempat kantor desa 28 September. Potensi desa seperti bazar dan umkm, pentas seni yang diikuti tokoh pemuda dan karangtaruna 29 September pagelaran wayang kulit dengan dalang Warsono Plong Mojowarno,” pungkasnya. (yud/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Jombang

Bupati Jombang Gelar Doa Bersama Akhir dan Awal Tahun

Diterbitkan

||

Memontum Jombang—–Bupati Jombang gelar Do’a bersama melepas tahun 2018 dan menyambut tahun baru 2019, dengan tema semoga kabupaten Jombang diberi keberkahan dan dijauhkan dari bencana, bertempat di pendopo kabupaten Jombang. Senin (31/12/2018).

Do’a bersama dihadiri oleh Forkopimda, wakil Bupati Jombang, Sekda, seluruh jajaran Organisasi  Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, dan para tokoh berbagai agama yang ada di kabupaten Jombang, yaitu: Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu, serta tokoh masyarakat dan masyarakat yang ikut memeriahkan datangnya pergantian tahun

Khotmil Qur’an dari tim khufadz tambak beras mengawali kegiatan, dilanjutkan dengan Istighosah bersama serta tausiyah oleh Cholil Dahlan dan doa bersama.


Selain berdo’a bersama untuk mengharap keberkahan dan dijauhkan dari bencana, juga untuk mengajak masyarakat kabupaten Jombang untuk bersama-sama meningkatkan percepatan pembangunan yang ada di kabupaten Jombang, papar Bupati Jombang, Mundjidah Wahab dalam sambutannya.

Munjidah menambahkan, jika dalam perjalanan tahun 2018 pemerintah daerah kabupaten Jombang terdapat kekurangan dalam berbagai hal, terutama dalam pelayanan masyarakat, bupati mewakili seluruh pemerintah daerah kabupaten Jombang meminta maaf. Selain itu, Mundjidah berharap di tahun 2019 nantinya, meminta seluruh masyarakat kabupaten Jombang untuk bersama-sama mewujudkan Jombang yang benar-benar kota santri, kota beriman, yang dilanjutkan dengan masyarakat yang berkarakter, yang mana tolak ujungnya berada pada masyarakat yang berakhlakul Karimah, pungkasnya.

Cholil Dahlan dalam tausiyah nya mengisahkan awal mula ditemukannya perhitungan tahun. Cholil mengatakan bahwa, perhitungan manusia dimana dan kapan saja bisa salah, karena itu Allah menurunkan Al-Qur’an yang memberikan penjelasan tentang perhitungan tahun didalam surah at-taubah yang menyatakan bahwa dalam satu tahun dibagi menjadi 12 bulan, yang mana pembagian tersebut bertujuan agar manusia dapat mengendalikan dirinya. pungkasnya (*yan)

Lanjutkan Membaca

Jombang

Bawaslu Libatkan Peran Mahasiswa dalam Pesta Demokrasi 2019

Diterbitkan

||

Memontum Jombang——-Untuk mensukseskan pesta demokrasi  pemilihan umum tahun 2019 mendatang. Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang libatkan peran mahasiswa. Hal itu disampaikan ketua bawaslu Jombang Achmad Udi Masykur dalam acara goes to campus yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dan Civitas Akademika Dalam Pengawasan Pemilu 2019, Rabu (28/11/2018).

“Karena meraka merupakan kaum milineal yang  berpengaruh terhadap perjalanan pemilu kita dimasa mendatang artinya tidak hanya tahun depan, tetapi berkaitan dengan pemilu di masa depan. Maka kemudian hal ini perlu kita lakaukan dalam kelompok strategis dalam hal ini mahasiswa yang dapat mwmbawa dampak yang signifikan,” ujarnya.

Udi berharap, mahasiswa berani berbuat membuat pemilu menjadi berbeda melalui gerakan pengawasan partisipatif yang juga telah mereka deklarasikan untuk bisa menjadi pengawas pemilu secara partisipatif, yang berarti pengawasan tidak hanya dilakukan bawaslu namun juga akan diperankan oleh teman – teman mahasiswa sebagai gerakan yang menuju perubahan.

Udi juga  menjelaskan, peran pengawasn mahasiswa nantinya dalam skup kecil.
mereka (mahasiswa.red) akan memainkan pengawasan di keluarga di tetangga kanan kiri, sedangkan dalam tahapan dan pemungutan suara mereka akan memainkan peran di TPS terdekat.

“Jadi kontrolnya mereka  kalau kemudian ada potensi mereka bisa melakukan potensi pencegahan secara mandiri, seperti yang mereka tanyakan berkaitan dengan isu-isu yang krusial, kampanye hitam, dan yang berkaitan dengan politik uang,” katanya.

“Artinya mereka cukup memberi featback terhadap isu-isu krusial yang hari ini perlu dilakukan gerakan yang masif,” Imbuhnya. Lebih lanjut, mahasiswa juga dapat melakukan gerakan struktural dengan mendaftar sebagai anggota KPPS melihat pembentukan kpps belum ditentukan.

“Mereka juga bisa menjadi petugas kpps, itu artinya potensi gerakan perubahan bisa melalui struktur dengan menjadi anggota kpps atau dengan kultur di luar struktur kalau  ada pelanggaran mereka akan berkoordinasi, melaporkan dengan pengawas pemilu setempat yang sudah kita singgung dalam acara tadi,” pungkas Udi. (ham/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler