Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Penderita Difteri Bertambah 2 Orang, Sebelumnya 5 Warga, 2 Meninggal

  • Rabu, 17 Januari 2018 | 18:50
  • / 29 Rabiul Akhir 1439
Penderita Difteri Bertambah 2 Orang, Sebelumnya 5 Warga, 2 Meninggal
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo Drs.Abu Bakar Abdi,Apt,.M.Si saat diwawancarai Memontum.com dikantornya. (im)

Memontum Situbondo memasuki tahun 2018 penderia difteri semakin bertambah. Di awal tahun ini, sudah tercatat dua orang penderita penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Corenybacterium itu.

Informasi yang dihimpun Memontum.com, menyebutkan dua pasien difteri bernama Alif Irma dan iqlima. Irma yang merupakan warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, diketahui menderita difteri setelah dirujuk ke dokter K. Winoto pada 10 Januari lalu. Sedangkan pasien asal kecamatan Besuki, iqlima diketahui terindikasi penyakit difteri setelah mengalami batuk, pilek serta nyeri telan.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo Drs.Abu Bakar Abdi, Apt,.M.Si. menjelaskan semakin banyaknya warga penderita difteri harus menjadi perhatian bersama. Salah satunya dengan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut.

“Tahun 2017, yang tercatat sebagai penderita difteri sebanyak 5 orang. Satu dari lima pasien itu dinyatakan meninggal. sekarang bertambah lagi korban sebanyak dua orang pasien yang terkena difteri berasal dari Kecamatan Jangkar dan Besuki. Keduanya sudah di obati. Pasien dari Jangkar sudah dipulangkan, sedangkan yang dari Besuki masih dalam tahap pengobatan,”ungkap Abu Bakar, saat diwawancarai Memontum.com di kantornya, Rabu (17/1/2018).

Mengenai langkah untuk menanggulangi penularan, Abu Bakar menuturkan bahwa Dinkes tidak hanya memberi perhatian kepada pasien saja. Namun, juga dilakukan imunisasi terhadap keluarga, kerabat dan tetangga korban.

“kami juga melakukan imunisasi terhadap keluarga dan tetangga pasien difteri. Karna sering berdekatan dengan pasien khawatir menular,” ungkapnya.

Abu Bakar menuturkan, untuk meminimalisir bertambahnya korban secara serentak pihaknya akan melakukan program ORI (Outbreak Response Imunisation).

“Insya Allah februari mendatang akan kami laksanakan program ORI dan itu serentak disetiap desa dan kecamatan situbondo. Sasaran dari imunisasi tersebut adalah anak dari usia satu hingga sembilan belas tahun,” pungkasnya (im/yan).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional