Connect with us

Kota Malang

Tiga Bandit Rampas 5 HP Siswa SMP, Modus Tuduh Pukuli Adik

Diterbitkan

||

Memontum Kota MalangAksi pemerasan yang dilakukan oleh 3 pelaku tak dikenal di Gor Ken Arok Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terhadap 5 siswa SMP pada Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 16.30, hingga kini masih dalam.penyelidikan petugas Polrea Malang Kota. Bahkan hingga Rabu (17/1/2018) sore, petugas masih melakukan pencarian terhadap keberadaan para pelaku.

Dalam aksi pemerasan ini yang menjadi korban adalah Angga (15) siswa SMP, warga Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Bahkan akibat dari kejadian itu Angga dan ke 4 temannya harus kehilangan HP yang dirampas oleh para pelaku saat berada di Jl.Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.

Inforemasinya, menyebutkan bahwa kejadian ini bermula saat Angga dan 4 temannya sedang duduk-duduk di atas motor di sekitaran Gor Ken Arok. Saat sedang asik-asiknya ngobrol, muncul 3 pelaku mengendarai motor Honda Beat secara berboncengan.

Salah seorang pelaku turun dari motor sambil menunjuk ke arah Angga. Diaaat yangbhampir bersamaan, seorang pelaku lagi turun dari motor aamnil marah-marah. Pelaku kemudian.menuduh Angga Cs telah mengeroyok adiknya.
Terang saja para siswa SMP ini langsung bengong karena tidak merasa telah melakukan pengeroyokan.

Pelaku semakin marah dan terus menuduh. Saat itulah salah seorang pelaku lainnya memerankan peran memberi jalan tengah untuk mempertemukan para korban dengan adik temannya.
Karena takut, para korban akhirnya setuju diajak untuk bertemu dengan adik pelaku di kawasan Bumiayu. Sesampainya di kawasan swpi di Jl Kyai Parseh Jaya, pelaku meminta suapaya para korban menyerahkan Hp miliknya masing-masing.

Usai melakukan perampasan, para pelaku langsung kabur dengan mwngendarai motornya. Kejadian ini baru keeaokan harinya dilaporkan ke Polres Malang Kota.
Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni, saat dikonfirmasi Memontum.com, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terutama dengan orang tak dikenal. Jika ada yang tiba-tiba datang menuduh seperti ini, sebaiknya segera saja berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Jangan pernah menuruti ajakan pelaku,” ujar Ipda Marhaeni. (gie/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG

Terpopuler