Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Hadi Prajoko Juga Gugat Abah Anton, Terkait Pengingkaran Kesepakatan Bacawawali

  • Rabu, 24 Januari 2018 | 17:51
  • / 7 Jumadil Uula 1439
Hadi Prajoko Juga Gugat Abah Anton, Terkait Pengingkaran Kesepakatan Bacawawali
Hadi Prajoko dan kuasa hukumnya. (gie)

Memontum Kota MalangSelain Gunadi Handoko SH MM MHum beserta 36 kuasa hukumnya yang menggugat Ketua PKB Kota Malang HM Anton, ada juga nama Hadi Projoko yang juga melakukan gugatan. Hadi Prajoko juga salah satu pendaftar Bacawawali melalui LPP PKB yang sudah mengikuti semua proses. Mulai dari pendaftaran, membayar uang, Fit and Proper Test di Baiduri Sepah tentang penyampaian visi misi dan juga ada tes lainnya di Jakarta.

Hadi juga kecewa dikarenakan yang dililih sebagai N2 untuk mendampingi HM Anton bukanlah 4 orang yang sudah mendaftar dan mengikuti semua proses. Dia kecewa dengan janji HM Anton yang sempat mengatakan bahwa pihaknya akan memilih salah satu dari 4 orang yang telah mengikuti proses. Ternyata, malah memilih Syamsul yang tidak pernah mengikuti proses seleksi yang sudah ditentukan. Oleh karena itu pada Rabu (24/1/2018) siang, Hadi dan 3 kuasa hukumnya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di PN Malang, dengan HM Anton sebagai tergugat.

Menurut keterangan Hadi, bahwa dalam gugatan ini ada 8 tergugat. “Orang pertama yang kami gugat adalah Abah Anton. Total ada 8 tergugat. Ini adalah pembelajaran demokrasi yang baik, mendidik partai politik supaya bisa santun. Kami sudah membayar Rp 25 juta, di samping itu ada uang-uang lain yang diminta akan kita beberkan semuanya di pengadilan. Namun gugatan ini bukanlah masalah nilai materi, namun karena kami sangat dirugikan. Substansial masalah martabat dan kehormatan kami. Abah Anton mengingkari kesepakatan dan itu sangat merugikan kami. Selain gugatan perdata ini, juga rencananya kita akan lapor pidana ke Polda Jatim dan gugatan PTUN,” ujar Hadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hadi Prajoko, advokat senior bakal melaporkan HM Anton, ketua DPC PKB Kota Malang ke Polda Jatim. Dia juga rencananya akan melakukan gugatan di PN Malang tentang gugatan perbuatan melawan hukum dengan tergugat 1 yakni HM Anton dan gugatan di PTUN. Pasalnya dia merasa bukan hanya dikecewakan melainkan harkat martabatnya sudah diinjak-injak.

Menurut keterangan Hadi, bahwa dia sebagai pendaftar di LPP (Lembaga Pemenangan Pemilu) DPC PKB sebagai wakil HM Anton yang maju sebagai N1 2018, merasa sangat kecewa. ” Kita bukan hanya dikecewakan namun sudah diinjak-injak harkat dan maetabat kita. Kita akan melakukan upaya hukum. Saat ini kami merasa di dholimi. Sampai saat ini tidak ada satupun sikap Anton maupun PKB untuk klarifikasi kepada kami,” ujar Hadi Prajoko.

Pada 23 Desember 2017, sebanyak 4 orang pendaftar diundang oleh LPP DPC PKB. ” Dalam undangan itu Anton mengatakan kalau 4 orang ini sudah memenuhi mekanisme dan proses. Bahwa dari 4 orang ini salah satunya akan sipilih menjadi wakilnya. Dia berjanji yang mendapat rekom adalah salah satu dari 4 orang ini. Siapapun yang dipilih dari 4 orang ini, kami akan legowo. Namun kenyataanya saya di dholimi. Karena bukan salah satu dari 4 orang ini yang dipilih melainkan Syamsul. Sampai saat ini belum ada klarifikasi dari PKB. Kami akan melakukan upaya hukum,” ujar Hadi. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional