Connect with us

Situbondo

Heboh, Tukang Batu Nemu Peluru Meriam Aktif saat Gali Pondasi

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo- Warga dusun Mojosari utara, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan Peluru meriam aktif yang diduga sisa Perang Dunia II.

Informasi yang dihimpun Memontum.com. Peluru meriam tersebut ditemukan oleh seorang tukang bangunan bernama Marjo alias P.Kris (38) warga desa Kayumas, Kecamatan Arjasa dan Pat (47) warga setempat. Sebelum penemuan, Marjo sedang bekerja menggali pondasi untuk membuat tandon air di Rumah Bapak Totok Tepatnya di dusun Mojosari utara pada hari Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 09.00 Wib.

Warga berkerumun saat melihat penemuan Peluru meriam dipasang Police Line oleh Polisi.(im)

Warga berkerumun saat melihat penemuan Peluru meriam dipasang Police Line oleh Polisi.(im)

Saat tengah menggali pondasi untuk membuat tandon air, tiba-tiba cangkul yang dipakai Marjo mengenai sebuah benda keras warna hitam dan sudah berkarat.

“Awalnya tidak menyangka kalau itu Peluru. Saya kira cuma besi biasa,” kata Marjo.

Curiga dengan temuan benda aneh tersebut, Marjo kembali mengambil temuannya di bawah lubang pondasi yang digalinya dan mengambil benda itu dengan menggunakan tangannya serta sempat dilempar-lemparkan pada Pat teman kerjanya lalu dibilas ke air di atas galian.

“Sempat dibersihkan dan dibuat mainan. Tapi saya kaget ketika menyadari kalau benda itu adalah peluru,” ucapnya.

Penemuan itu langsung diberitahukannya ke pemilik rumah dan spontan warga setempat berkerumun melihat penemuan benda berbahaya itu. Kemudian, oleh Pat teman kerja Marjo menggali pondasi tandon air milik Bapak Totok dilaporkannya ke Polsek Asembagus.

Kapolsek Asembagus AKP.H.Sugiono bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi penemuan tersebut. Setelah dicek, benda tersebut benar sebuah peluru meriam diduga masih dalam keadaan aktif.

Peluru itu lalu diamankan ke tempat yang lebih aman di halaman Rumah milik Bapak Totok serta dipasang Police Line, dan melaporkan ke Unit Reskrim Polres Situbondo serta menghubungi Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Sat Brimob tenggarang Bondowoso.

“penemuan Peluru meriam yang diduga masih aktif ini kemungkinan sisa-sisa Perang Dunia II,” terang Kapolsek Asembagus AKP.H.Sugiono saat diwawancarai Memontum.com, di TKP penemuan yang diduga Peluru meriam.(im/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SEKITAR KITA

ASN Pemkab Situbondo Kenakan Sarung dan Peci

Diterbitkan

||

Sekdakab Situbondo Drs H Syaifullah MM. (her)
Sekdakab Situbondo Drs H Syaifullah MM. (her)

Memontum Situbondo – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Situbondo mengenakan sarung dan peci hitam saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Aksi ini untuk menyambut peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

“Semua petugas ASN memakai sarung dan peci hitam,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo Drs H Syaifullah MM kepada wartawan Memo X di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2020).

Penggunaan sarung dan peci hitam itu tidak menjadikan hambatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pemakaian sarung dan peci hitam menunjukkan kereligiusan sebagai santri yang belajar pada pendidikan pondok pesantren. “Kami menilai sarung dan peci hitam lebih mendekatkan hubungan dekat antara petugas ASN dan masyarakat,” ujarnya.

Pelayanan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puskesmas, Kantor Badan Pendapatan Daerah dan DPMPTSP, BUMN serta BUMD Sekretariat Pemerintah Daerah.

Penggunaan sarung dan peci hitam di Kabupaten Situbondo sudah hal biasa karena sebagai daerah santri dengan puluhan pondok pesantren besar yang tersebar di 136 desa dan kelurahan di 17 Kecamatan. “Kami menyambut positif Hari Santri Nasional dengan menggunakan sarung dan peci hitam,” pungkasnya.

Jumadi, seorang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo mengaku bahwa mereka sangat senang pada hari santri menggunakan sarung dan peci hitam. Sebab, dirinya setelah pulang bekerja sehari-hari di rumah sering memakai sarung dan peci hitam untuk melaksanakan ibadah shalat. “Kami tidak merasa kaku dan kikuk memakai sarung dan peci hitam,” katanya. (her/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca

SEKITAR KITA

Personel Samsat Berpakaian Seragam Kombinasi Baju Muslim

Diterbitkan

||

Personel Kepolisian yang berada di kantor Samsat Situbondo berseragam lengkap Polisi dengan menggunakan kopyah dan bawahan sarung. (her)
Personel Kepolisian yang berada di kantor Samsat Situbondo berseragam lengkap Polisi dengan menggunakan kopyah dan bawahan sarung. (her)

Memontum Situbondo – Memperingati Hari Santri ke-75 tahun 2020, Kantor Samsat Situbondo memberikan pelayanan ke masyarakat menggunakan pakaian seragam Polisi dengan kombinasi baju muslim menggunakan kopyah dan bawahan sarung, Kamis (22/10/2020).

“Bentuk pelayanan yang kita tonjolkan hari ini bernuansa santri agar memberikan kepuasan tersendiri bagi masyarakat yang melakukan permohonan perpanjangan pajak kendaraan,” kata Kanit Regident (KRI), Ipda Aries Susetyo.

Lebih lanjut, Ipda Susetyo mengatakan, dalam rangka peringatan Hari Santri seluruh personel Samsat menggunakan peci dan sarung. “Pada momentum peringatan Hari Santri kita memberikan pelayanan ala santri. Semoga, santri yang ada di Kabupaten Situbondo semakin tangguh dan menjadi salah satu garda bangsa demi kemajuan Indonesia. Santri Sehat Indonesia Kuat diharapkan mampu merajut kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih maju,“ pungkas Ipda Aries Susetyo.

Sementara itu, Sofia (22), salah satu pemohon perpanjangan surat kendaraan bermotor saat berada di Samsat Situbondo mengatakan, dengan adanya petugas yang menggunakan pakaian bernuansa santri ini, masyarakat lebih senang melihatnya.

“Pelayanan Samsat yang menggunakan pakaian ala santri membuat nuansa pelayanan lebih humanis,” ujar Sofia. (her/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler