Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Tokoh Masyarakat dan Warga Seletreng Mengadu ke Dewan

  • Kamis, 1 Februari 2018 | 11:25
  • / 15 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 71 kali
Tokoh Masyarakat dan Warga Seletreng Mengadu ke Dewan
Kecewa Bupati Tunda Pelantikan Kades PAW Terpilih.(im)

*Kecewa Bupati Tunda Pelantikan Kades PAW Terpilih

Memontum Situbondo—– Warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Situbondo tepatnya ke Komisi 1 DPRD Situbondo, Rabu kemarin (31/1/2018). Mereka menuntut agar wakil rakyat tersebut mendesak Pemkab segera melantik Taufik Hidayat, kepala desa PAW (pergantian antar waktu) terpilih pada Musdes tanggal 18 Desember 2017.

Langkah warga Desa Seletrang ini dipicu setelah beberapa hari sebelumnya Bupati H.Dadang Wigiarto menerbitkan surat keputusan yang menunda pelantikan Taufik Hidayat. Bupati berdalih pilkades PAW Desa Seletreng masih menyisakan masalah hukum karena digugat ke pengadilan negeri Situbondo.

Narwiyoto,SH anggota Komisi I DPRD Situbondo saat diwawancarai Memontum.com(im)

Narwiyoto,SH anggota Komisi I DPRD Situbondo saat diwawancarai Memontum.com(im)

Sedikitnya sembilan orang yang melakukan pengaduan kepada Komisi 1 DPRD. Mereka merupakan perwakilan dari panitia pilkades PAW, BPD dan tokoh masyarakat Desa Seletreng.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Seletreng, Sahamo Efendi, menuturkan keputusan Bupati menunda pelantikan kades PAW terpilih sangat membahayakan.

Sebab, dapat menimbulkan kejengkelan masyarakat yang semakin besar. “Atas turunnya surat penundaan pelantikan itu, terjadi kekosongan di desa.

Akibatnya pemerintahan di Desa Seletreng fakum. Banyak sekali kepentingan rakyat yang terbengkalai. Karenanya, kami kami berharap kepada Bupati segera melantik dan mengeluarkan SK.

Mungkin dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK), akan terjadi masalah. Namun, jika tidak mengeluarkan SK, maka akan jauh lebih bermasalah,” Terang Sahamo Efendi.

Selain Sahamo, Rusydiy, ketua panitia PAW pilkades juga menyayangkan penundaan pelantikan. Seharusnya, Bupati tidak melaksanakan penundaan. Pelantikan tetap bisa dilakukan bersamaan dengan proses gugatan.

Kepada Komisi 1 DPRD, Rusydiy menceritakan proses pemilihan dari awal hingga akhir. Menurutnya, semua tahapan-tahapan pelaksanaan pemilihan telah dilakukan dengan baik. Bahkan, beberapa kali pihaknya melakukan konsultasi kepada kecamatan.

“Kita sudah mencoba melakukan proses pemilihan sesuai aturan yang ada, makanya kami bingung dimana letak kesalahan yang kami lakukan,” terangnya

Diungkapkan, pada hari jumat sebelum Musdes Pilkades dilaksanakan pada 18 Desember 2017, dua calon sudah mengundurkan diri. Sehingga, hanya tersisa satu. Rusydiy mengaku sempat curiga sebab, surat pengunduran antara calon satu dan yang lain sama persis. Cuma berbeda nama.

“Karena bingung, kami mencoba mengkonsultasikan Hal ITU dengan Kecamatan Kapongan. Ternyata, kecamatan juga bingung. Akhirnya setelah dilakukan musyawarah, kami sepakat untuk melanjutkan pemilihan tersebut,” terang Rusydiy.

Narwiyoto,SH anggota Komisi 1 DPRD Situbondo menyampaikan, akan segera mengambil langkah. Dia berjanji akan segera memanggil pemkab.

“Insyaallah besok (Kamis) kami akan melaksanakan rapat untuk membahas Hal ini. Kami akan mempertanyakan mengenai dasar dari putusan Bupati. Jika penundaan melanggar undang-undang, kami akan meminta segera dilaksanakan pelantikan. Jika tidak, maka bersama kita harus patuh terhadap aturan,” terang Narwiyoto,SH saat diwawancarai Memontum.com. (im/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional