Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Warga Baye Kecewa, Pelantikan Sekdes Penuh Rekayasa

  • Kamis, 8 Februari 2018 | 12:51
  • / 22 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 232 kali
Warga Baye Kecewa, Pelantikan Sekdes Penuh Rekayasa

Memontum KediriPelantikan sekertaris Desa Baye Kecamatan Kayenkidul Kabupaten Kediri diduga penuh dengan rekayasa dan KKN, karena yang dilantik Syamsul Hadi peraih nilai kedua yang nilainya 75,45, sedangkan  rangking satu adalah Mayestika Satria Manggalih tapi malah tidak direkomendasi.

 

 

Hadi Purwanto orang tua Mayestika merasa kecewa berat atas permainan Kades Baye H Giono, karena sesuai hasil ujian Mayestika Satria Manggalih lolos menjadi peringkat satu dengan nilai 76, sedangkan Syamsul Hadi yang dilantik hanya berhasil mendapatkan nilai 75,45.” Ini yang menjadi pertayaan besar, padahal peringkat satunya anak saya dengan nilai 76 dalam tes perangkat desa calon sekdes, adalah Matesti anak saya, .Menurut saya, pelantikan tersebut terkesan tergesa gesa, dan juga lurah Baye akan habis purna tugasnya besuk pertanggal, (8/2/2018), “terang Hadi Purwanto.

 

 

Dia juga menduga bahwa, Kades Giono saat mengajukan rekom ke kecamatan kemarin nama anaknya tidak d cantumkan untuk memdapat rekom dalam pelantikan perangkat desa kemarin. “Ternyata tidak ada rekom untuk anak saya yang mendapatkan nilai peringkat satu yang lolos ujian tes calon, “jelas Hadi.

 

Berdasarkam informasi di Desa Baye pada Selasa (6/2/2018) telah dilangsungkan  pelantikan perangkat Desa yakni  Kades Baye H. Giono melantik sekertaris desa Syamsul Hadi yang hasil nilainya berada diperingkat kedua 75,45. Padahal Mayestika yang memiliki nilai tertinggi yakni 76 malah tidak direkomendasi.

 

 

Bahkan menurut warga Baye, karena hanya menduduki peringkat kedua, informasi yang berkembang di Baye,  bahwa Syamsul Hadi merupakan keponakan Kades Giono. Bahlam, sebelum dilantik, Sujarwo,  orang tua Syamsul Hadi sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 600 juta agar anaknya dilantik.

 

Ungkapan kekecewaan kuga disampaikan Sugito (60) warga dusun gempolan yang sempat dimintai komentar terkait nomor urut dua yang dilantik oleh Kades usai acara pelantikan, Selasa (6/2/2018).”Saya merasa prihatin dengan keputusan ini,  masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah desa dan khususnya Pemkab, karena jelas jelas hasil ujian itu nilai terbaik , rapi tidak direkom, kini para perangkat Batw harus menanggung karena ulah Kades dan Camat, “ungkap Sugito kecewa.

 

Camat Kayen Kidul Teguh Wahyono saat dikonfirmasi  mengatakan, bahwa awal mulanya Kades Baye menyodorkan 12 nama untuk direkom.”Kepala Desa H. Giono menyodorkan calon untuk dilakukan pelantikan hingga dua kali, yang pertama saya tolak untuk direvisi kembali, dan mengajukan lagi rekom, hingga semua saya kembalikan lagi, karena desa yang berhak menentukan dan yang mempunyai kewenangan, “jelas Camat.

 

Ketika ditanya adanya kemungkinan terjadi gugatan dari Mayesti, menurut camat, itu Kades  yang bertanggung jawab. “Desa yang bertanggung jawab bila nanti ada tuntutan hingga pengadilan, “tuturnya.

 

Kades Baye H. Giono belum bisa dikomfirmasi, karena tidak ada di kantor juga tidak ada dirumah. Memurut keterangan warga, H. Giono sedang keluar bersama keponakanya.”Kades Keluar dengan keponakannya naik mobil barusan mas, tidak tahu kemana, “tuturnya.

 

Untuk diketahui,  Desa Baye membuka pendaftaran  perangkat desa untuk mengisi kekosongan Sekertaris Desa dan Kasun desa setempat.

Proses penjaringan pengisian perangkat Pemkab Kediri bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) sebagai pelaksana ujian perangkat.(aji)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional