Connect with us

Bondowoso

Program Inovasi Desa Masih Belum Maksimal

Diterbitkan

||

Memontum BondowosoProgram inovasi Desa yang dirancang untukpercepatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan perencanaanyang cukup matang agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Di Bondowoso,terdapat sejumlah desa yang terpaksa harus mengembalikan dana program inovasidesa ke pusat. Hal itu dilakukan karena terbatasnya ketersediaan Sumberdayamanusia di tingkat desa. Sehingga, tidak sedikit desa yang mengembalikan danaitu ke pusat lantaran program tersebut tidak terserap.

“Program ini memang digagas oleh Pemerintah Pusatmelalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi(Kemendesa PDTT) Republik Indonesia,” ujar Andiyono, Pendamping Ahli (PA)Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bondowoso.

Menurut Andiyono, PID dirancang untuk mendorongdan memfasilitasi penguatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk memenuhipencapaian target RPJM, dan program prioritas Kementerian Desa PDTT, melaluipeningkatkan produktivitas perdesaan dengan bertumpu padaPengembangan ekonomilokal dan kewirausahaan, Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yangdiprakarsai Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Badan Usaha MilikDesa Bersama (BUMDesa Bersama), serta Produk Unggulan Desa (Prudes) dan ProdukUnggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) kita lakukan agar menggerakkan dan mengembangkanperekonomian Desa,” terangnya.

Menurut dia,produktivitas perdesaan dengan kualitas SDM ini, diharapkan terjadi dalamjangka pendek maupun dampak signifikan dalam jangka melalui investasi di bidangpendidikan dan kesehatan dasar. “Produktivitas perdesaan, tidak hanya ditilikdari aspek atau strategi peningkatan pendapatan saja, tetapi juga penguranganbeban biaya. Disamping itu, penekanan isu pelayanan sosial dasar (PSD) dalamkonteks kualitas SDM ini, juga untuk merangsang kepekaan Desa terhadappermasalahan krusial terkait pendidikan dan kesehatan dasar dalampenyelenggaraan pembangunan Desa,” tukasnya.

Program Inovasi Desa ini kata Andiyono bertujuanuntuk meningkatkan kualitas penggunaan Dana Desa melalui berbagai kegiatanpembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang lebih inovatif dan pekaterhadap kebutuhan masyarakat Desa.

“Dalam jangka menengah, upaya ini diharapkanmendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangunkapasitas Desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomimasyarakat dan kemandirian Desa, sesuai dengan arah dan kebijakan dan sasaranKementerian Desa PDTT pada RPJMN 2015-2019,” ujarnya.

Nantinya, melalui pelaksanaan PID, Desa akanmenerima manfaat fasilitasi dan pendampingan untuk saling bertukar pengetahuandan belajar kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatifdengan Desa lainnya. “Juga kita bisa memfasilitasi dan mendampingi untukmerencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatyang lebih inovatif dan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat Desa.

Adapun berbagai inovasi yang kini sudahdikembangkan di Bondowoso, antara lain menyulap bambu menjadi Anyaman(Karanganyar, Kec Tegalampel), Pesona Wisata Air Terjun Sulaeman (Glingseran,Kec Wringin),Destinasi Wisata & Sport Down Hill (Binakal, KecIukit Mahadewa (Kupang, Kec Curahdami),Jam Dinding Multiplek (DesaGrujugan, Kec Cermee),Kampung Batik (Pucanganom, Kec Jambesari). (cw-1/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *