Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Petani Cabe Wongsorejo Mengeluh, Tanaman Rusak Terendam Air

  • Senin, 12 Februari 2018 | 16:54
  • / 26 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 77 kali
Petani Cabe Wongsorejo Mengeluh, Tanaman Rusak Terendam Air
Tanaman cabe yang sudah berbuah tampak rusak, akibat rendaman air hujan yang mengguyur kecamatan Wongsorejo beberapa hari lalu. (kur)

Memontum Banyuwangi—- Dampak banjir yang menggenangi rumah warga dan pertanian di Kecamatan Wongsorejo dua hari lalu, mengakibatkan, puluhan hektar tanaman cabe rusak. Akibatnya petani cabe mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Padahal tanaman cabe teraebut, 40 hari lagi siap panen.
Dua petani cabe asal Kecamatan Wongsorejo yakni, Saiful Bahri (45) dan Ahmad Haeronim warga dusun Possumur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, mengaku akibat curah hujan yang cukup tinggi dan meredam tanamannya, yang mengakibatkan tanamannya rusak ini. Akibat tidak berfungsinya saluran air yang ada di wilayah desa ini.

“Dulu, walau hujan sangat deras, tapi tidak pernah separah ini, air hujan merendam tanaman cabe hingga berhari-hari karena saluran air tidak berfungsi,”ungkapnya.
Petani desa Bengkak ini berharap, agar instansi terkait untuk meninjau saluran irigasi yang ada diwikayah ini.

“Saluran irigasi ini semakin dangkal akibat endapan lumpur atau tanah yang terbawa air, sehingga tidak mampu menampung air hujan yang cukup deras ini, yang mengkibatkan air hujan itu menggenangi sawah,” paparnya.

Saiful Bahri mengaku, agar tidak mengalami kerugian yang sangat banyak, dirinya mencabut tanaman yang rusak, diganti dengan tanaman yang baru.

“Karena tanamannya rusak, ya saya cabuti, agar tidak mengalami kerugian yang sangat besar,” tandas Saiful.

Saiful bahri mengaku, untuk menghindari kerugian lebih banyak, buah cabe yang diperkirakan 40 hari lagi masuk masa panen, kini terpaksa dibongkar dan dicabut. Karena jika diteruskan, akan memakan biaya pupuk lebih banyak dan hasilnya tidak maksimal.

Hujan yang cukup lebat tersebut, juga dirasakan oleh petani jagung, namun kerusakan tanaman jagung di desa teesebut tidak separah tanaman cabe. Jika tanaman cabe terendam air, damoaknya batang dan buah cabe bisa rusak, sangat rugi kalau tetap dirawat yang biayanya sangat tinggi. (kur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional