Connect with us

Kota Malang

BP2D Kota Malang Buka Pelayanan di Mall

Diterbitkan

||

Pegawai BP2D Kota Malang memberikan pelayanan di Matos ( memo x/ hms )

Memontum Kota Malang—-Warga Kota Malang tidak perlu repot pergi ke kantor block office Kota Malang kalau hanya sekedar ingin melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), melunasi pajak restoran dan pajak reklame serta pajak parkir atau jenis pajak daerah lainnya.

Setiap bulan pegawai Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang membuka stan di mall dalam Kota Malang. Seperti yang dilaksanakan Kamis (14/2/2018) siang. Dibuka stan pembayaran pajak daerah di Malang Twon Square (Matos) Jalan Veteran, Kota Malang.

Kepala BP2D Kota Malang Ir Ade Hermanto menegaskan, aksi jemput bola dari pegawai BP2D Kota Malang merupakan wujud komitment dari Pemkot Malang senantiasa ingin mengedepankan pelayanana prima untuk warga Kota Malang.

“Kami ingin mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat. Petugas kami juga mendata potensi wajib pajak (WP) baru disekitar lokasi kegiatan. Dengan kami datang ke WP. Maka bisa menghemat waktu dan ongkos transportasi,” tegasnya.

 Pegawai BP2D Kota Malang memberikan pelayanan di Matos ( memo x/ hms )

Pegawai BP2D Kota Malang memberikan pelayanan di Matos
( memo x/ hms )

Ditegaskan bahwa layanan ini digalakkan dengan harapan para WP tidak lagi kehilangan waktu dan tenaga dengan meninggalkan tempat usahanya hanya untuk membayar pajak restonya ke Kantor BP2D di Office Block di Kedungkandang.

“Di samping itu, kami juga melakukan pendataan potensi usaha baru sehingga berikutnya bisa menjadi WP yang terdaftar di BP2D,” sambung mantan Kabag Humas Setda Kota Malang ini.


Menurutnya henis pajak yang bisa dibayarkan on the spot tidak hanya Pajak Resto saja. Namun bisa juga Pajak Reklame hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jadi masyarakat yang sedang berkunjung ke sentra perbelanjaan tersebut bisa langsung melakukan pembayaran di tempat.

Pria yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh Aremania ini mengimbau agar masyarakat memanfaatkan kesempatan pelayanan jemput bola ini sebaik mungkin. Terutama mereka yang berada di sekitar kawasan Matos, seperti WP Hotel dari sektor usaha kos-kosan.

Selain memungut pajak daerah, petugas BP2D juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui seluk beluk dunia perpajakan daerah dan cara membayarnya, baik melalui sistem manual maupun sistem online atau e-Tax lewat Mobil Tax Online Multifungsi.

“Tahun ini potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang tahun 2018 mencapai Rp 375 miliar. Maka yang kita lakukan adalah jemput bola kemasyarakat,” pungkasnya. ( man/yan )

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Gagal Curi Motor, Curanmor Amatiran Terekam CCTV

Diterbitkan

||

oleh

Pelaku saat mencoba mencuri motor korban. (ist)

Memontum Kota Malang – Pelaku Curanmor gagal melakukan aksinya saat mencuri motor Honda Beat milik M Soleh (39) warga Jl Satria Barat, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (14/9/2020) siang. Aksi tersebut terekam CCTV dan sempat viral di media sosial Facebook.

Dalam rekaman CCTV itu pelaku tampak kesulitan membobol rumah kontak saat motor dalam kondisi terkunci stang stir kanan. Bahkan anak mata kunci T miliknya patah. Karena kesulitan, pelaku akhirnya kabur tanpa membawa barang jarahan.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, motor milik Soleh diparkir di teras rumah. Saat itu motor parkir dalam kondisi terkunci stang stir ke arah kanan. Karena merasa aman, Soleh dan istrinya meninggalkan motor tersebut untuk bersih-bersih rumah.

Diduga setelah motor tidak terjaga, muncul pelaku melakukan aksinya. Dilihat dari rekaman CCTV, kejadian sekitar pukul 09.30. Dalam rekaman berdurasi 65 detik tersebut, pelaku seperti menyamar sebagai pemulung dengan membawa karung.

Pelaku tampak berjalan kaki menuju ke lokasi hingga mendapati motor milik korban. Selanjutnya pelaku memastikan kondisi aman dengan melihat kondisi sekitar.  Setelah itu, dia baru merusak rumah kontak dengan kunci T. Pelaku tampak kesulitan karena kunci stang stir ke arah kanan. Pelaku selanjutnya kabur dengan berjalan kaki.

“Korban mengetahuinya sekitar pukul 13.00, saat hendak menggunakan motor tersebut. Stang motor tidak dalam kondisi terkunci. Ada besi menancap di rumah kontak. Setelah dicek di kamera CCTV diketahui kalau ada pelaku yang mencoba mencuri motornya. Saya tidak tahu apakah sudah dilaporkan ke polisi atau tidak, tapi tadi informasinya motor sudah dibawa ke bengkel,” ujar Jayanti, tetangga korban. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sugeng Divonis Hukuman Mati, Pihak Kuasa Hukum Belum Ajukan PK

Diterbitkan

||

oleh

Sugeng Santoso. (dokumen gie)

Memontum Kota Malang – Terkait vonis Hukuman mati Sugeng Santoso (49) warga Jl Jodipan Gang III, Kota Malang, pihaknya hingga Selasa (15/9/2020) sore, belum mengajukan Peninjauan Kembali (PK) maupun Grasi. Iwan Kuswardi SH MH, ketua tim kuasa hukum Sugeng saat dikonfirmasi Memontum.com melalui ponselnya menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan salinan putusan Mahkamah Agung (MA). “Saya belum berkomentar apa alasan Mahkamah Agung memperberat hukuman Sugeng menjadi pidana mati,” ujar Iwan Kuswardi.

Pihaknya merasa prihatin dengan putusan MA tersebut. “Dalam hati kecil saya sebagai seorang Advokat, hanya bisa prihatin saja dengan putusan MA tersebut. Bagaimana memberikan pertimbangan hukum terhadap alat bukti Visum et Repertum yang kesimpulannya berbunyi jenazah dipotong post mortem,” ujar Iwan.

Pihaknya akan mendatangi Sugeng terkait putusan MA ini. ” Kalau rencananya tim penasehat hukum akan mengajukan upaya hukum. Namun semua ini tergantung pada Sugeng. Kalau dia menerima putusan tersebut tim penasehat hukum tidak bisa bisa apa-apa,” ujar Iwan.

Dia menambahkan bahwa harusnya hasil Visum et Repertum menjadi bukti akurat yang harus dipertimbangkan. ” Visum menjadi bukti yang akurat untuk menentukan penyebab kematian seseorang. Dalam kasus Sugeng kesimpulan Visum et Repertum berbunyi jenasah dipotong post mortem artinya jenasah meninggal lebih dahulu baru dipotong-potong oleh Sugeng. Bukan meninggal karena dipotong oleh Sugeng,” ujar Iwan kembali menegaskan terkait hasil visum korban.

Ditambahkan pula kejiwaan Sugeng juga kembali dipertanyakan. “Persoalan menjadi rumit karena kejiwaan Sugeng sama sekali tidiak dilakukan pemeriksaan apakah Sugeng termasuk orang yang normal sehingga bisa mempertanggung jawabkan perbuatan pidana atau sebaliknya,” ujar Iwan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.

Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor. Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng sempat berbohong kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.

Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso pada Senin (20/5/2019) siang, akhirnya dirilis di Polres Malang Kota. Ternyata, korban tewas akibat dibunuh Sugeng dengan cara digorok setelah menolak diajak bersetubuh.

Bahkan sebelum digorok, korban sempat kritis karena pendarahan hebat pada anus dan kelaminya. Hal itu setelah Sugeng memasukan kepalan tangannya ke kelamin dan anus korban. Untuk menghentikan pendarahan itu, Sugeng kemudian menyumpal anus korban dengan kain dan melakban kelamin korban.

Tak kalah sadis, Sugeng mentato kaki korban menggunakan jarum sol sepatu , saat korban dalam kondisi pingsan akibat pendarahan.Dari hasil pengembangan dan penyelidikan petugas, bahwa pertemuan Sugeng dengan korban terjadi pada 7 Mei 2019 di Jl Laksamana Martadinata. Sugeng didakwa Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP. Selama persidangan, Sugeng mengaku tidak membunuh korban. Dia mengaku memutilasi korban setelah korban meninggal karena sakit.

BACA JUGA: Putusan MA, Sugeng Divonis Hukuman Mati

Sugeng Santoso akhirnya divonis hukuman mati. Vonis Mahkamah Agung (MA) ini lebih berat dari Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman seumur hidup. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH, saat bertemu Memontum.com pada Senin (14/9/2020) siang mengatakan bahwa putusan MA ini sudah diterima Kejaksaan Negeri Kota Malang pada Jumat (11/9/2020) .

“Putusannya hukuman mati. Awalnya kita menuntut penjara seumur hidup. Kemudian pada Rabu (26/2/2020) Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang memutus 20 tahun penjara. Kemudian putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menguatkan putusan PN Kota Malang dengan hukuman 20 tahun penjara. Selanjutnya kami melakukan kasasi hingga putusan MA memberikan vonis kepada Sugeng dengan hukuman mati. Majelis Hakim Dr H Andi Abu Ayyub Saleh SH MH memvonis Sugeng pada 27 Agustus 2020,” ujar Andi Darmawangsa. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler