Connect with us

Blitar

Perangkat Desa Tertangkap Judi, Ternyata Sekdes Tambakan

Diterbitkan

||

Roni Vikri Wijayanto, Sekdes Tambakan Gandusari bersama ketiga rekannya saat diamankan di Mapolres Blitar.

Memontum Blitar—- Seorang perangkat Desa Tambakan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar yang diamankan polisi bersama tiga rekannya, lantaran ketangkap basah saat judi remi dengan taruhan uang, beberapa waktu lalu. Ternyata sekretaris desa (Sekdes) Desa Tambakan Kecamatan Gandusari. Mereka adalah Roni Vikri Wijayanto (31) Sekdes, Burhanudin (36), Winarto (31) dan Ragil Herianto (36), semunya merupakan warga dusun Tambakan, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari.

Bahkan, Roni yang sudah sepuluh tahun terakhir menjadi Sekretaris Desa Tambakan mengakui perbuatanya bermain judi, sekaligus menjadi bandar judi bersama tiga rekannya hanya karena iseng, sambil menunggu pertandingan bola.

“Saya dan tiga teman saya berjudi untuk mengisi waktu luang, sambil menunggu pertandingan sepakbola mulai”, kata Roni Vikri Wijayanto saat pers release di Mapolres Blitar Kota, Senin (19/2/2018).

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, penangkapan keempat bandar judi tersebut, berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan kegiatan perjudian di salah satu rumah warga.

“Berdasarkan laporan masyarakat, polisi langsung melakukan penggerebekan, dan mengamankan empat tersangka yang berperan sebagai bandar judi”, kata Slamet Waloya kepada wartawan.

Lebih lanjut Slamet Waloya menyampaikan, saat penyergapan, keempat tersangka tidak sempat kabur. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya dua set kartu remi dan uang tunai sebanyak Rp 1.940.000.

“Saat disergap para tersangka tidak sempat melarikan diri. Petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari keempatnya”, tandas Slamet Waloya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini keempat pekaku harus mendekam di balik jeruji Mapolres Blitar. Bahkan Roni sebagai Sekdes juga terancam dipecat dari jabatannya. Mereka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP Tentang perjudidan dengan ancaman hukumam 5 tahun penjara. (an/jar/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blitar

Puluhan Santriwati Ponpes di Blitar Diduga Keracunan Sajian Bakso

Diterbitkan

||

Dari total 94 santriwati yang sakit, 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas Nglegok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut

Memontum Blitar – Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok.

Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah.

“Pemicunya diduga karena makan bakso hari Jumat kemarin. Mereka kemarin sebagain ada yang puasa jadi mereka buka puasa bersama lalu makan bakso. Kemudian tadi pagi sekitar jam 06.00 mulai ada yang sakit perut,” kata Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019).

Lebih lanjut Yudia Supradini menyampaikan, pihak pondok pesantren sebelumnya menghubungi petugas Puskesmas Nglegok untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian setelah diperiksa dari total 94 santriwati yang sakit 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pagi tadi kami dipanggil kesana untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian kami periksa lalu santriwati yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bawa ke Puskesmas,” jelasnya.

Yudia menandaskan, saat ini 23 santriwati yang dirawat kondisinya sudah mulai membaik. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Gelorakan Cintai Papua, Anggota Polres Blitar Gelar Formasi We Love Papua

Diterbitkan

||

Formasi We Love Papua yang dilakukan anggota Polres Blitar di halaman Mapolres Blitar

Memontum Blitar – Sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua, anggota Polres Blitar membentuk formasi barisam “We Love Papua” di halaman Mapolres Blitar, Sabtu pagi (14/09/2019). Kegiatan ini melibatkan 220 anggota Polres Blitar, yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olahraga senam bersama.

Kapolres Blitar AKBP. M. Anissullah M. Ridha mengatakan, presiden Jokowi menggaungkan untuk cinta kepada NKRI dan cinta Papua. Dalam formasi barisan tersebut anggota polres Blitar mengenakan baju olah raga atas berwarna kuning, dan training hitam serta menggunakan peci berwarna putih sementara Polisi Wanita (Polwan) mengenakan kerudung putih.

“Kegiatan yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olah raga senam bersama ini, sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua,’ kata Anissullah M. Ridha.

Lebih lanjut Anissullah M. Ridha menyampaikan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan oleh Polres Blitar untuk menyebarkan semangat kepada masyarakat untuk cinta kepada Papua.

“Gelora cinta kepada Papua, semangatnya sampai Papua, Indonesia Cinta Papua dan Blitar Cinta Papua,” tandas Anissullah.

Saat di foto menggunakan drone, formasi “We Love Papua” tampak cantik. Gelora cinta Papua akan terus di gaungkan oleh Polres Blitar hingga suasana di Papua kembali kondusif, pasca insident kerusuhan beberapa minggu yang lalu. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler