Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Purnawirawan Polisi Tewas Misterius, Ada Bercak Darah dan Kaki Terikat Tali Rafia

  • Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:06
  • / 8 Jumadil Akhir 1439
Purnawirawan Polisi Tewas Misterius, Ada Bercak Darah dan Kaki Terikat Tali Rafia
Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta saat melakukan penyelidikan. (ist)

Memontum Kota MalangPurnawirawan Polisi berpangkat Kombes Pol Drs H Agus Samad (73) warga Perum Bukit Dieng, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018) sekitar pukul 07.00, ditemukan dalam kondisi meninggal di halaman belakang rumah. Kaki kanannya terikat tali rafia yang diikatkan di pagar lantai 2 rumah. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Sukun hingga diteruskan ke Polres Malang Kota.

Informasi Memo X (Grup Memontum.com) menyebutkan, Agus Samad pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Saat kejadian, sedang di rumah seorang diri karena istrinya sedang berada di Bali. Pada Sabtu pagi kemarin, Gunaryo, satpam setempat diminta oleh warga untuk melakukan pengecekan terhadap Samad.

Hal itu dikarenakan istri Samad telah menelpon tetangganya memberitahukan bahwa suaminya tak bisa dihubungi. Gunaryo kemudian mendatangi rumah Samad hingga mengetahui kejadian tersebut.

Samad sudah ditemukan tak bernyawa di halaman belakang rumah. Petugas Polsekta Sukun yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas Polsekta Sukun dan petugas Polres Malang Kota segera melakukan penyelidikan.

Ada ceceran darah yang sudah mengering cukup banyak di sekitaran ruang tengah. Ditemukan juga Baygon dan sebuah cairan pembasmi serangga, bekas muntahan.
Sedangkan tubuh Samad sendiri ditemukan sekitar 10 meter dari bercak darah tersebut. Yakni ditemukan di halaman belakang dengan kondisi tertelungkup.

Kedua pergelangan tangan terdapat sayatan dan kaki kanannya terikat tali rafia yang diikatkan di pagar lantai 2 rumah. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH dan anggotanya juga segera turun ke lokasi. Bahkan Tim K9 juga didatangkan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi di bawa ke kamar mayat RSSA Malang. AKBP Asfuri mengatakan bahwa puhaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dugaan kematian korban. Saat kejadian, korban sedang seorang diri karena istrinya ada di luar Kota. Saya belum bisa memastikan ini pembunuhan atau tidak. Masih menunggu hasil visum. Barang-barang di rumah tidak terlihat acak-acakan. Apakah ada barang yang hilang atau tidak, masih menunggu istrinya pulang terlebih dahulu. Pintu depan juga tidak terjadi kerusakan. Pintu tersebut rusak karena didobrak oleh warga. Kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar AKBP Asfuri. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional