Connect with us

Bangkalan

BEM se Bangkalan Tuntut Pemerintahan Pro Rakyat

Diterbitkan

||

Mahasiswa saat aksi di kantor DPRD Bangkalan.

Memontum BangkalanDalam rangka memperingati hari sumpah pemuda, puluhan yang tergabung dalam Aliansi Badan ‎Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Daerah setempat, Selasa (31/10/2017).

 

Puluhan mahasiswa Se Bangkalan ‎itu berjalan dari Taman Makam Pahlawan (TMP) menuju kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, setelah itu menuju ke kantor DPRD Bangkalan dan Polres Bangkalan.

 

Dalam orasinya mereka menuntut pemerintahan untuk pro terhadap rakyat dan mempertanyakan pengelolaan minyak dan gas (Migas) yang beroperasi di wilayah Bangkalan.

 

“Selama ini rakyat bangkalan tidak pernah merasakan manisnya dari pengololaan Migas, bahkan masyarakat Bangkalan‎ tidak pernah merasakan CSR dari pengelolaan Migas itu. Jadi kami minta pemerintahan Bangkalan tegas dalam hal ini,” tegas Wahab.

 

 

Wahab sebagai Korlap aksi mengadukan keluhan masyarakat Bangkalan yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah Bangkalan.

 

 

” Saya mahasiswa sangat prihatin melihat kondisi akses jalan yang selama ini banyak yang rusak dan tidak diperhatikan, selain itu juga masalah narkoba yang sangat parah terjadi di Kabupaten Bangkalan‎, kita tidak menginginkan ini semua, ” tegas Wahab di depan kantor DPRD Bangkalan.

 

 

Sekretaris daerah (Sekda) Bangkalan, Edy Moeljono mengatakan sangat berterima kasih kepada peserta aksi. Ia menilai di era demokrasi, mahasiswa menjadi pengontrol dan mengingatkan pemerintah.

 

“Aksi seperti itu wajarlah, negara kita kan negara demokrasi, demokrasi, harus melayani semua kritik dan sepertinya tadi aksi damai ini menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah,”ungkapnya.

 

 

Nur Hasan selaku anggota DPRD Bangkalan menjawab secara tegas dan mendukung kepedulian mahasiswa terhadap masalah narkoba. Menurutnya Perda Tentang Narkoba sudah ditetapkan dan bisa diterapkan tahun 2018 mendatang.

 

“Terimakasih atas semua gerakan sahabat-sahabat mahasiswa semua, karena perjuangan tidak selesai ditengkat legislatif dengan membuat Perda tapi kita butuh seluruh elemen masyarakat untuk mendukung persoalan narkoba yang terjadi saat ini khususnya di kabupaten Bangkalan,” tutur Anggota komisi C tersebut.   (nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bangkalan

Tak Kenal Lelah Keluar Masuk Pelosok Desa

Diterbitkan

||

Anggota Bhabinkamtibmas Desa Sembilangan, Bripda Herlambang Wahyu Anafis Satriatama. (lia)
Anggota Bhabinkamtibmas Desa Sembilangan, Bripda Herlambang Wahyu Anafis Satriatama. (lia)

Giat Bhabinkamtibmas Sosialisasi Prokes

Memontum, Bangkalan – Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, anggota Bhabinkamtibmas Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan rutin lakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat hingga pelosok desa.

Dia itu adalah, Bripda Herlambang Wahyu Anafis Satriatama, anggota Bhabinkamtibmas Desa Sembilangan hampir setiap hari berkeliling desa Sembilangan dan menelusuri setiap dusun di desa tersebut.

“Sudah menjadi tugas kami untuk menyampaikan langsung ke masyarakat dan mengimbau agar menerapkan disiplin protokol kesehatan, sebab Covid-19 berpotensi menginfeksi siapapun sehingga pencegahan perlu terus dilakukan,” ucap anggota muda yang masih berusia 25 tahun tersebut.

Ia juga cukup bersyukur, sebab sepanjang kegiatan sosialisasi yang dilakukan sejak awal pandemu hingga hari ini, masyarakat selalu kooperatif dan bersedia menerapkan prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Untuk menyampaikan imbauan tersebut supaya lebih bisa diterima masyarakat,perlu adanya pendekatan. Jadi ya kita juga perlu datang langsung ke sawah dan menyampaikan langsung ke masyarakat, bersyukur diterima dengan baik,”lanjutnya.

Ia mengaku, akan terus melakukan kegiatan tersebut hingga pandemi berakhir. Tak hanya menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan, ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar imunitas tubuh terjaga. “Tentu akan terus kami lakukan sampai pandemi berakhir dan kita harus bersama-sama memutus penyebaran Covid-19,”imbuhnya. (lia/man)

 

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Tandatangan Dipalsukan, Dewan Nilai Rapat Pansus Dipaksakan

Diterbitkan

||

Agus Kurniawan, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan. (memo x/isn)

Memontum Bangkalan – Rapat pembentukan penyusunan Panitia Khusus Raperda perubahan Tata Tertib DPRD Bangkalan telah usai. Namun, rapat tersebut dinilai dipaksakan sebab tandatangan salah satu anggota dewan dipalsukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Agus Kurniawan Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan. Ia mengatakan, saat hendak masuk ruang paripurna rapat telah usai dan absensinya telah terisi tandatangan.

“Saya mau masuk dan absen ternyata sudah selesai dan absensi saya sudah terisi. Ini jelas dipalsukan, saya baru datang kok absennya sudah diisi duluan,” ucapnya, Kamis (03/09/2020).

Sehingga ia menilai rapat pembentukan susunan pansus ini dipaksakan. Hal ini sudah ia duga sejak awal rapat digelar serta diperkuat dengan pemalsuan tandatangan untuk memenuhi jumlah anggota yang hadir.

“Sudah saya bilang dari awal, penyusunan ini dipaksakan. Buktinya, tanda tangan dipalsukan,” tambahnya. Meski begitu, ia tak bisa menilai keabsahan keputusan rapat tersebut. Sebab, keabsahan juga ditentukan dari koroum atau tidaknya rapat yang digelar siang tadi.

Sementara itu, sekretaris DPRD Bangkalan Ahmad Roniyun Hamid mengatakan tak ada pemalsuan tandatangan. Jika nantinya terbukti dipalsukan, maka akan dibahas di badan kehormatan serta pimpinan DPRD. “Saya pastikan yang tandatangan orangnya langsung. Kalau memang terbukti dipalsukan, sanksinya akan dibahas oleh BK dan pimpinan,” pungkasnya. (isn/nhs)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler