Memontum.Com

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Digerus Air, Jalan di Salamrejo Binangun Blitar Rusak

  • Rabu, 7 Maret 2018 | 14:16
  • / 19 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 46 kali
Digerus Air, Jalan di Salamrejo Binangun Blitar Rusak
Komisi III DPRD Kabupaten meninjau lokasi jalan rusak di Desa Salamrejo Binangun Blitar.

Memontum Blitar—- Komisi III DPRD Kabupaten Blitar setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kondisi jalan yang mengalami kerusakan, langsung meninjau lokasi jalan rusak yang dikeluhlkan masyarakat, Selasa (6/3/2018) siang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi mengatakan, pekan lalu pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa kondisi jalan di Desa Salamrejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar mengalami kerusakan.

“Setelah mendapat laporan masyarakat, kami Komisi III langsung meninjau lokasi yang dikeluhkan warga tersebut”, kata Supriadi, Selasa (6/3/2018).

Lebih lanjut Supriadi menyampaikan, kondisi jalan yang masih berupa bangunan beton memang mengalami kerusakan yang cukup parah. Menurutnya, kerusakan jalan tersebut diakibatkan kondisi jalan yang tidak kuat menahan arus air saat hujan turun. Sehingga airnya masuk kebawah dan membuat jalan rusak.

“Perlu diketahui, bahwa pembangunan jalan ini masih dalam pemeliharaan rekanan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena dipastikan secepatnya akan segera diperbaiki oleh rekanan karena masih menjadi tanggungjawabnya,” jelas Supriadi.

Supriadi menambahkan, bahwa jalan yang mengalami kerusakan letaknya tidak di dekat sungai. Hanya saja, saluran air masih terdapat sebelah jalan, dan sebelahnya sampai saat ini belum dibangun. Karena menurutnya, adanya saluran air yang sudah dibangun tersebut dikarenakan bangunan jalan ini.

“Kita meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar lebih intensif melakukan pengawasan. Agar perencanaan pembangunan jalan bisa lebih optimal”, tutur Supriadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Sugeng Winarno mengatakan, selain tak tahan menahan arus air, rusaknya jalan juga disebabkan adanya longsor di sekitar jalan. Sehingga jalan menjadi retak dan membuat air bisa masuk yang menjadikan bangunan jalan menjadi tergerus.

“Jalan itu kan juga dilewati kendaraan besar. Jadi ya mudah rusak. Apalagi kondiusinya sudah retak” , tandas Sugeng Winarno.

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan, bangunan jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Artinya rekanan masih bertanggungjawab penuh atas kerusakan jalan tersebut.

“Sesuai aturan, 6 bulan pasca selesai pembangunan kan masih jadi tanggungjawab rekanan. Dan pembangunan itu baru selesai sekitar akhir tahun lalu”, pungkas Sugeng Winarno. (jar/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional