Connect with us

Kota Malang

Diduga Makar, 2 Pengikut Mujais Ditahan

Diterbitkan

||

Foto Mujais dengan tulisan Presiden Republik Indonesia kini sudah diamankan petugas sebagai barang bukti. (ist)

Memontum Kota MalangSetelah melakukan pemeriksaan 14 orang karyawan Koperasi Indonesia (Koperasi Pendawa) milik Achmad Mujais, akhirnya petugas menetapkan 2 orang tersangka. Bahkan 2 orang pengikut Mujais ini kini sudah ditahan di Polres Malang Kota.

 

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha Hardi Putra SH SIK, saat ditemui wartawan pada Selasa (31/10/2017) siang, membenarkan kalau pihaknya telah melakukan penahanan 2 orang dalam kasus dugaan maker. Yakni seorang advokat Sandy Irawan SH dan Harianto, orang kepercayaan Mujais.

 

“Setelah memeriksa 14 saksi, kita akhirnya menahan 2 orang. SI sebagai legal Koperasi Indonesia dan Hr, orangyang mengirim surat yang nantinya diterjemahkan oleh legal. Kedua orang ini sudah kami tahan. Saat ini kita masih mendalami orang yang membuat konsep surat itu siapa, yang membubuhkan tanda tangan siapa. Semuanya bisa saja terlibat,” ujar AKP Ambuka.

 

Yang dimaksud konsep surat ini adalah surat special yang terdanda Mujais sebagai presiden Indonesia. “Koperasi itu kami grebek karena sebagai tempat dibuatnya beberapa surat yang dikirimkan ke Dinas-Dinas dan Juga POlres Malang Kota. Surat-surat itu sudah kami amankan. Kita juga mengamankan CPU data, berkas dokumen. Dikantornya juga terpampang gambar Mujais sebagai Presiden reprublik Indonesia. Gambar itu sudah kami amankan,” ujar AKP Ambuka.

 

Saat ditanya apakah Aiptu Suyanto juga diperiksa usai pengrebekan itu, AKP Ambuka mengatakan belum. “Aiptu Suyanto belum kami amankan. Nantinya juga akan kami amankan. Tapi kita harus lihat dulu keterlibatannya. Sudah ditegaskan oleh Kapolres Malang Kota bahwa yang bersangkutan (Aiptu Suyanto)  sudah mengajukan surat pengunduran diri. Namun sampai saat ini belum ada sidang kode edik yang memutuskan dia sah mengundurkan diri. Dia belum kami periksa karena kemarin saat kita datangi Kantor Koperasi Indonesia, dia tidak berada disana,” ujar Ambuka.

 

Petugas terus melakukan pemeriksaan. Namun jika hasil pemeriksaan bermuara pada Mujaias, tentunya Mujais akan ikut diamankan. “Target utamanya masih menunggu pemeriksaan. Apakah mengarah ke Mujais atau tidak, akan terus kami tindak lanjuti. Apakah Mujais yang mengajak makar atau tidak, masih kita dalami. Kalau buktinya cukup ya kami amankan. Salah satu yang melatar belakangi kami bergerak adalah salinan putusan dari PN Malang, terkait putusan makar,” ujar

 

Perlu diketahui bahwa pada putusan Makar itu terjadi saat Aiptu Suyanto mengajukan gugatan ke PN Malang pada Kamis (27/4/2017) siang.  Pada persidangan gugatan itu, Aiptu Suyanto dan Yatmiati, istrinya bersama Shandy Iriawan SH, kuasa hukumnya telah mengajukan gugatan perlawanan atas rencana eksekusi pengosongan atas nama Pengadilan  Negeri Malang. Tak tanggung-tanggung ada 8 orang yang menjadi terlawan dalam gugatan ini.

 

Dalam surat gugatan itu tertera terlawan I Deni Nugraha SH, selaku pemohon eksekusi, No 26/Eks/2016/PN . Mlg, yang dianggap tidak memenuhi syarat formil. Terlawan II Soehartono Soemartho, kuasa hukum Deni. Terlawan III Pengadilan Negeri Malang,  yang  dianggap tidak mempunyai kewenangan  atas perlkara a quo. Terlawan IV, Sihar  H Purba, yang dianggap  batal demi hukum  dalam jabatan ketua PN Malang dan tidak memenuhi  syarat formil atas terbitnya (Surat atas nama PN Malang No W14.u.2/122/HK.02/1/2017 tanggal 11 januari 2017 dan penetapan atas nama  ketua PN Malang  No 26/eks/2016/PN.Mlg tgl 7/12/2016.

 

Terlawan V, Dwi Setyo Kuncoro  SH MH yang telah batal demi hukum  dalam jabatan kewenangan Panitera PN Malang dan tidak memiliki syarat formil. Terlawan VI, PT Bank Nusantara Parahyangan  Tbk Bandung. Terlawan VII, Prof M Hatta Ali SH MH, yang batal demi hukum  dalam jabatan MA RI sejak 4 Februari  2016. Terlawan VIII,  Ir Joko Widodo  yang batal demi hukum  dalam jabatan Presiden republik Indonesia, sejak calon presiden republik Indonesia.

 

Bahkan saat persidangan baru dimulai Suyanto yang tanpa ditemani kuasa hukumnya langsung mengajukan keberatan. Dia tidak mau jika yang menyidangkan adalah Dr Johanis Hehamony SH MH. Oleh karena itu persidangan sempat di skores selama 40 menit. Perlu diketahui bahwa dalam gugatan itu tertera juga tulisan bahwa  Mujais dalam Jabatan Presiden  Republik Indonesia sejak 9 april 2014 dan atau 1 oktober 2014 dan atau 20 oktober 2014 dan atau 11 Maret 2015.

 

Usai Skores persidangan itu, dr Johanis Hehamony langsung mengadili Suyanto. “Menyatakan bahwa gugatan pelawan I, Suyanto , pelawan II Yatmiati, kuasa hukum nya, Shandy Irawan SH,  adalah bentuk nyata  perbuatan  hukum yang dikualifikasikan  sebagai perbuatan makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintahan yang sah,” ujar Johanis.

 

Sedangkan Harianto  warga Jl Gunung Agung , Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang juga menggugat Presiden Joko Widodo dan Zulkifri Hasan SE MM, DR M Hatta Ali SH MH, ketua MA, pemerintah Kota Malang, Kementrian Keungan. Johanis juga mengadili bahwa Harianto dan kuasa hukumnya Shandy Iriawan SH,  juga divonis makar.

 

Jika dilihat dari nama-nama yang divonis makar oleh majelis hakim maka hanya Aiptu Suyanto dan istrinya yang saat ini belum ditangkap. Sedangkan Sandy Irawan dan Harianto  sudah ditangkap dan kini menjadi penghuni tahanan Polres Malang Kota.

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti putusan majelis hakim yang telah memvonis makar 3 pengikut Achmad Mujais, pada Januari 2017.  Menindaklanjuti dari hasil penyelidikan, petugas Polres Malang Kota pada Senin (30/10/2017) sekitar pukul 10.00, akhirnya mengrebek Kantor Koperasi Indonesia di Perum Royal Janti Residence. Yakni dengan target si pemilik koperasi yakni Acmad Mujais yang sudah lama mengklaim dirinya sebagai Presiden Indonesia yang sah. Namun dalam pengrebekan itu, Mujais tidak ditemukan di rumahnya.

 

 

Petugas Polres Malang Kota mengamankan 14 pengikut Mujais untuk menjalani pemeriksaan petugas. Bahkan hingga Senin malam petugas masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pengikut Mujais. Dan barang bukti yang sudah diamankan dari kantor Koperasi Indonesia. Kantor Koperasi ini juga disegel oleh pihak kepolisian. (gie/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Diterbitkan

||

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berhasil menyabet sederet penghargaan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) 2019 yang digelar pada Rabu (16/10/2019). Ajang tersebut merupakan event yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk menilai media sosial dan website di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

Total ada sebanyak 3 piala yang berhasil disabet oleh Dindik Kota Malang. Antara lain juara 2 pada kategori Media Sosial Terbaik, juara 1 pada kategori Website Terbaik OPD dan Sekretariat dan Website Terfavorit kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

Piala juga diserahkan langsung oleh Walikota Malang Sutiaji kepada Dindik Kota Malang, Zubaidah. Sedangkan untuk website terfavorit diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Saata ditemui di ruang kerjanya, Zubaidah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya tersebut. Ia menyebut, penghargaan yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak.

“Itu semua kan bukan kita yang menilai. Tanpa kerja keras dari kami (staf dan jajaran) Dindik Kota Malang, prestasi tersebut juga tidak akan bisa diraih,” ujae Zubaidah.

Zubaidah juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang, hingga penghargaan tersebut dapat diraih. Menurutnya, dalam ajang tersebut, masyarakat juga sangat berperan penting hingga Dindik Kota Malang dapat meraih prestasi.

“Itu kan penilaian masyarakat. Dan saya sendiri juga kaget, ternyata website dan akun media sosial milik kami (Dindik) juga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi seputar pendidikan. Bahkan kami juga membuka semacam portal untuk menampung keluhan masyarakat seputar dunia pendidikan,” jelasnya kepada Memo X.

Namun begitu, Zubaidah mengatakan, bahwa dengan prestasi yang telah diraih kini, tidak lantas membuat dirinya beserta seluruh staf dan jajajaran Dindik Kota Malang berpuas diri. Ia mengatakan, bahwa pihaknya harus tetap membuat inovasi-inovasi baru yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan masyarkat terlebih dalam dunia pendidikan.

“Sudah jelas kami semua sangat bangga dengan prestasi ini. Namun saya berharap hal itu tidak cukup sampai disini dan tidak membuat kami mudah berpuas diri. Ini harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ia mengaku, capaian tersebut bukan berarti diraih tanpa tantangan. Namun menurutnya, hal itu menjadi koreksi dan memotivasi dirinya untuk tetap menjadi lebih baik.

“Yang namanya tantangan pasti ada, namun semuanya kembali kepada masyarakat. Prestasi yang kita raih kan juga penilaian masyarakat,” pungkasnya. (*gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Sebanyak 1056 Wisudawan Polinema Siap Kibarkan Sayap

Diterbitkan

||

WISUDAWAN : Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM saat proses wisuda. (ist)

Memontum, Kota Malang – Sebanyak 1056 mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) diwisuda, Sabtu (28/9/2019) pagi di Gedung Graha Polinema. Dengan bekal selama menempuh perkuliahan, diharapkan lulusan ini nantinya bisa mandiri dan sukses di kehidupan bermasyarakat.

Menginggat para alumni-alumni sebelumnya sangat banyak yang sukses di perusahaan-perusahaan BUMN dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia. Apalagi selama ini Polinema juga menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah mempercayai kehebatan lulusan Polinema.

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

Direktur Politeknik Negeri Malang Drs Awan Setiawan MM mengatakan bahwa lulusan ini adalah wisudawan Polinema Tahun 2019 Tahap I.

“Ini adalah wisudawan Tahap I Tahun 2019. Nantinya Tahap II dan III diperkirakan pada awal November 2019,” ujar Awan.

Wisudawan ini dengan rincian, Program Sarjana Terapan/ Diploma IV sebanyak 543 orang dan Program Diploma III sebanyak 513 orang. Wisudawan berpredikat cumloude dan terbaik tingkat Politeknik Negeri Malang sejumlah 2 orang, terdiri program Diploma IV sebanyak 1 orang dan Program Diploma III sebanyak 1 orang.

Wisudawan berpredikat cumlaude dan terbaik tingkat kerjasama sebanyak 3 orang, terdiri dari kerjasama PLN 1 orang, Kerjasama GMF 1 orang dan kerjasama Kemitraan 1 orang.

Wisudawan predikat cumloude dan terbaik tingkat program study sebanyak 17 orang, yang terdiri dari Diploma IV sebanyak 9 orang dan program Diploma III sebanyak 8 orang. Sedangkan Wisudawan berpredikat cumloude dari masing-masing jurusan / program study sebanyak 522 orang.

“Wisuda kali ini luar biasa karena dihadiri juga oleh para pengurus Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang. Besok juga ada pengukuhan pengurus Ikatan Alumniperiode 2019-2023. Hari ini mereka hadir semua. Mereka semua sukses-sukses dan sudah malang melintang di BUMN dari banyak bidang,” ujar Awan.

Menurutnya Ikatan Alumni Polinema juga memiliki ikatan yang kuat dengan Polinema.

“Ikatan Alumni Polinema telah memberikan kontribusi luar biasa. Turut melakukan evaluasi apa yang kurang dan mengambil adik-adik kelasnya juga lulusan Politeknik Negeri Malang untuk bersama di dunia kerja. Bukan hanya membantu mencarikan kerja, para alumni juga memberikan beasiswa,” ujar Awan.

Dalam wisudawan ini juga ada 5 orang dari PT Bukit Asam Tbk. Mereka adalah putra-putra daerah yang ada di ring 1 PT Bukit Asam yang bergerak dalam pertambangan di Sumatra Selatan. Warga sekitar yang ada di ring 1, disejahterakan dengan kuliah di Polinema. Mereka mendapat seluruh biaya perkuliahan dari PT Bukit Asam. Hal ini sudah berjalan dari tahun ke tahun untuk mengikuti perkuliahan di Polinema.

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

“Kita menghadiri adik adik kita yang diwisuda di Polinema dari sumatra selatan. PT Bukut Asam berbentuk BUMN. Kami memiliki yanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu itemnya mengentaskan kemiskinan melalui dunia pendidikan. Setiap tahunnya ada 5000 anak dari SD sampai perguruan tinggi, ” ujar Roy Ubaya, manajer Perencanaan CSR PT Bukit Asam Tbk.

“Untuk pergurian tinggi kami bekerjasama dengan Polinema dan Politeknik Industri,” urai Roy Ubaya kepada Memontum.com, usai menghadiri wisuda di Polinema. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Terimakasih Polisi Malang, Kembalikan 34 Motor dan 3 Mobil Ke Pemilik

Diterbitkan

||

Terimakasih Polisi Malang, Kembalikan 34 Motor dan 3 Mobil Ke Pemilik

Memontum, Kota Malang – Petugas Polres Malang Kota menghadirkan BB (Barang Bukti) berupa 34 motor dan 3 mobil dalam gebyar expo pengembalian barang bukti hasil kejahatan, temuan maupun hasil operasi. Pengembalian BB ini dilakukan di halaman Polres Malang Kota, Sabtu (28/9/2019) pukul 08.00.

Dalam pengembalian BB ini dihadiri Walikota Malang Drs H Sutiaji, Dandim 0833 Letkol inf Tommy Anderson dan juga perwakilan dari Kejaksaan. Pengembalian BB ini gratis, pemilik cukup hanya membawa STNK/BPKB atau surat dari leasing jika motor masih dalam proses kredit.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mayoritas motor yang dikembalikan adalah BB hasil ungkap kejahatan Curas, Curat dan Curanmor serta ada beberapa kejahatan lain.

“Atas informasi yang kami terima bahwa masyarakat meminta untuk memprioritaskan pembrantasan kejahatan jalanan curas, curat dan curanmor. Selama ini hubungan Firkopimda sangat baik di Kota Malang sehingga kita bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar AKBP Dony.

Kapolres mengimbau supaya masyarakat tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku kriminal.

“Sebaiknya motor diberi kunci ganda, jangan parkir sembarangan. Jangan pernah berikan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kami juga berinovasi memasang CCTV di wilayah Kota Malang, khususnya di wilayah-wilayah yang kami anggap rawan tidak kejahatan,” urai polisi nomor 1 Makota.

“Selain itu kami bersama Forkopimda juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pentingnya menjaga barang berharga seperti motor agar para pelaku kejahatan tidal bisa melakukan aksinya. Kami akan terus mebrantas curas, curat dan curanmor sehingga masyarakat selalu aman,” ujar AKBP Dony.

Sementara itu Walikota Malang Drs H Sutiaji mengatakan atas nama masyarakat Kota Malang memgucapkan trimakasih atas prestasi dalam menjaga kondisifitas Kota Malang.

“Kami apresiasi gerak cepat yang dilakukan petugas kepolisian. Memberi rasa aman kepada masyaramat. Mewakili warga Bumi Arema, saya ucapkan terimakasih. Kami juga akan bersama-sama melakukan tindakan preventif terjadinya kejahatan salah satu ya dentan sosialisasi dan penyuluhan di masyarakat. Pemerintah harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” ujar Sutiaji.

Salah satu penerima BB yakni Ahmad Toriq Farizi (19), mahasiswa Unisma Kota Malang asal Lumajang, menjelaekan bahwa.motor Honda Scoopy miliknya hiang pada 1 September 2019 sekitar pukul 02.00 saat diparkir di halaman rumah kos di Jl Joyosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

“Saat itu sudah saya kunci stang stir, juga sudah saya berikan kunci cakram. Kalau hilangnya sekitar pukul 02.00. Saat ini motor saya sudah ketemu, terimakasih Pak Polisi,” ujar Toriq. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler