Connect with us

Kota Batu

MCW Nilai Pengadaan Lahan Rumah Singgah Ijen Nirwana Banyak Kejanggalan

Diterbitkan

||

Koordinator MCW Fachruddin

Memontum Batu—-Malang Corruption Watch (MCW) menilai pembangunan rumah singgah di Perumahan Ijen Nirwana terlalu mewah. Bangunan senilai Rp 4,2 miliar itu sampai saat ini belum juga ditempati sesuai peruntukannya, bahkan diduga ada kongkalikong antara kita pengembang dengan pihak pemkot.

M Fahrudin, Koordinator MCW mengatakan yang perlu diperhatikan dalam hal pengadaan lahan/tanah saat itu tidak ada dalam lelang dan perencanaan Pemkot Batu. Bangunan yang terletak dikawasan elit tersebut, menempati lahan sekitar 762 meter persegi.

“Yang perlu diperhatikan itu pengadaan tanahnya karena tidak jelas, tidak ada di dalam pengadaan (lelang). Harga tanah disanakan juga mahal. Namun kalau pembangunannya ada di pengadaan LPSE,” jelas Fachruddin kepada Memo-X Minggu (11/3/2018).

Kemudian, yang perlu digaris bawahi yaitu alasan pembangunan menurut Pemkot Batu itu bagaimana sebab, jika memang untuk mahasiswa tapi lokasinya berada di perumahan elit. Kalau mahasiswa yang tidak punya kendaraan kan bisa jalan kaki.

” Tapi kalau di sana, akan menyulitkan. Apalagi di sana berada di kawasan elit. Nah ini yang perlu digali. Apakah itu ada kongkalikong antara pihak pengembang dengan pihak Pemkot Batu,” ujar Fachruddin.

Yang dikhawatirkan, tambah Fachruddin, jika Pemkot Batu tidak memanfaatkan pembangunan itu untuk kepentingan yang lain. Serta tidak sampai ada penyalahgunaan.

” Jangan sampai ada permainan dan terbukti,. Menurut MCW ada banyak kejanggalan dalam pembangunan rumah singgah. Kembali lagi, harus dilihat dari urgensinya apa sebelum menggunakan anggaran APBD. Hal ini mengesankan ada pemborosan, ” tambahnya.

Perlu diketahui, Pemkot Batu tahun 2015 membangun rumah singgah di Kota Malang dan rampung setahun lalu. Alasannya, untuk mahasiswa asal Kota Batuyang kuliah di Kota Malang. Namun, hingga kini rumah singgah itu belum ditempati.

Beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Aset Pemkot Batu, Harul Sunaryo, mengaku belum meninjau lokasi. Rencananya, meninjau bersama pejabat terkait dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Sebelum diserahkan, kami ingin tahu bersama-sama meninjau lokasi itu. Apakah sesuai spesifikasi atau tidak,” janji Harul.

Harul berhatap, begitu diserahkan, semua sesuai spesifikasi sebelum diteruskan ke Dinas Pendidikan. Kalau memang untuk mahasiswa berarti leading sektor Dinas Pendidikan harus segera mungkin memfungsikan. (lih/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Batu

Puluhan Siswa SLB Negeri ABD Kedung Kandang Kunjungan ke Museum Tubuh Komplek Jatim Park 1

Diterbitkan

||

Puluhan Siswa SLB Negeri ABD Kedung Kandang Kunjungan ke Museum Tubuh Komplek Jatim Park 1

Memontum Batu – Puluhan murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ABD, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, mengunjungi The Bagong Adventure ‘Museum Tubuh’, Jatim Park I, Kota Batu, Kamis (26/9/2019) siang.

Program outing class ini, menurut Plt Kepala Sekolah SLB ABD Iskandar sebagai upaya pihak sekolah memberikan pengalaman langsung kepada murid serta menambah pengetahuan guna membangun karakter Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“ABK perlu penangganan khusus, agar tidak jenuh belajar di sekolah kami inisiasi program outing class. Ini merupakan agenda tahunan selain Persami (perkemahan sabtu minggu ). Murid sangat senang, karena bisa belajar dan melihat langsung apa saja fungsi tubuh kita,” terang Iskandar.

Meski kunjungan pertama ke Museum Tubuh, Iskandar mengaku murid sangat senang karena bisa mendapatkan wawasan secara jelas sekaligus penjelasan fungsi tubuh.

” Tubuh kita adalah anugerah yang sempurna pemberian Tuhan YME. Pembelajaran ini membuat kita mengerti serta bisa mensyukurinya,” tambahnya.

Kemudian, ini merupakan salah satu cara pihak sekolah menggali niat bakat murid. Karena selaku guru pendamping dan orang tua wajib terus menggali dan mendorong potensi ABK.

” Beberapa program pendukung selain outing class yaitu ekstrakulikuler pengembangan bakat, misal melukis, menari dan musik. Kita harus mendampingi mereka supaya tidak berkecil hati dibanding anak-anak lainnya. Mereka kita yakinkan pasti memiliki potensi yang luar biasa,” ucap Iskandar kembali.

Salah satu guru SLB ABD, Gunawan Multi Alam mengatakan, total ada 60 murid tingkat SD-SMA dan 15 guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Tiap tahun program ini dilakukan namun berpindah-pindah tempat.

Harapannya kegiatan bisa memberikan satu pelajaran langsung, bukan hanya teori. Karena pembelajaran abstrak sulit diterima oleh ABK.

” Murid Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Tuna Daksa semua senang. Murid tuna rungu misalnya bisa mengetahui organ tubuh bahaya merokok untuk paru-paru. Lalu, tuna daksa yang memilik gangguan gerak bisa mengetahui fungsi kaki, tangan dll,” tutup Gunawan. (bir/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Heboh Koin Peninggalan Dinasti Ming di Kota Batu

Diterbitkan

||

Heboh Koin Peninggalan Dinasti Ming di Kota Batu

Memontum Kota Batu – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Batu digegerkan dengan temuan koin cina disaat melakukan pembangunan dua kelas di sekolah tersebut. Koin tersebut ditemukan oleh Prapto Sutrisno, 45 tahun warga Temas kecamatan Batu Kota Batu saat tengah menggali lubang untuk pondasi hingga akhirnya membuat warga sekolah heboh dengan temuan tersebut.

“Tanah disini cukup keras, namun ada satu tempat yang cukup gembur. Ketika titik itu saya cangkul malah mengenai benda logam hingga mengeluarkan suara gemerincing,” ungkap Prapto. Mengetahui hal tersebut ia segera memberitahukan pihak sekolah dan mengumpulkan koin tersebut dalam sebuah wadah.

Sementara itu Noerad AP Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan menerangkan bahwa koin yang ditemukan tersebut diperkirakan dari Dinasti Ming. Hal ini dikarenakan pada koin tersebut masih ditemukan gambar lapisan pati nasi.

“Jumlahnya belum kami hitung karena akan kami konsultasikan dengan BPCB Trowulan,” terang Noerad. Ia juga menambahkan pihaknya memperkirakan koin tersebut sengaja ditimbun sebagai tabungan mengingat pada saat itu menabung uang dengan memendamnya di tanah merupakan salah satu kebiasaan dari warga cina dahulu kala.

Disinggung terkait pengembangan temuan, Noerad membeberkan pihak Dinas Pariwisata Kota Batu tidak akan melakukannya karena tanah tersebut merupakan aset dari SLBN Kota Batu.

“Kalau adapun mungkin di titik lain karena tempat ditemukannya koin tersebut masih memiliki jarak yang dekat dengan Mbah Batu yang dipercaya sebagai bedah kerawanan (membuka lahan pemukiman untuk pertama kali) Kota Batu,” tandasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler