Memontum.Com

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Kepsek SMK Ma’Arif Diduga Tilep Dana Bantuan Miliaran Rupiah

  • Senin, 19 Maret 2018 | 18:20
  • / 2 Rajab 1439
  • Dibaca : 324 kali
Kepsek SMK Ma’Arif Diduga Tilep Dana Bantuan Miliaran Rupiah
SMK Ma'Arif Batu yang terletak di Jalan Panderman Nomor 26, Kelurahan Sisir, Kota Batu

Memontum Kota Batu—-Diduga membuat laporan fiktif dan menyelewengkan anggaran yang berasal dari bantuan operasional daerah (bosda) maupun bantuan operasional nasional (bosnas) serta bantuan lain dari pusat mencapai miliaran rupiah, Masyarakat Peduli Pendidikan (MPP) Kota Batu bakal laporkan Kepala Sekolah SMK Ma’arif Batu ke pihak penegak hukum

Sarwiono Ketua MPP Batu menjelaskan dugaan penyelewenggan anggaran tahun 2017 dilakukan pribadi oleh kepsek. Beberapa laporan kegiatan menurut beberapa guru, kepsek melakukan sendiri dengan cara memalsu beberapa tanda tangan dan nama fiktif dalam laporan. Ada beberapa item indikasi diantaranya teaching factory sebesar Rp 250 juta.

Teaching Factory (TF) adalah program kerjsama dengan brand Honda di dunia Teknik Sepeda Motor (TSM) seperti pelatihan murid dan pembelian peralatan demi mendukung praktek. Namun, menurut beberapa guru, anggaran tersebut tidak terserap semua.

“Buktinya laporan dan pelaksanaan berbeda. Seharusnya peruntukan kegiatan dan anggaran bantuan dari pemerintah dibuktikan dengan laporan tetapi kepsek membuat laporan sendiri tidak melibatkan tim. Padahal dalam laporan ada nama beberapa guru yang mengaku tidak tahu anggaran dan dipalsukan tanda tangannya,” jelas Sarwi, Senin (19/3/2018).

Dari program TF yang terlihat hanya pembelian 4 sepeda motor bodong atau hanya dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kemudian laporan kegiatan pelatihan untuk guru dan murid.

” Tidak pernah ada kegiatan pelatihan, beberapa guru dan murid sudah saya tanya. Mereka membenarkan jika tidak ada pelatihan sama sekali. Diduga laporan yang dibuat kepsek fiktif. Padahal anggaran TF ratusan juta loh,” tambah Sarwi kepada memontum.com (Grup Harian Pagi Memo-X).

Kemudian indikasi lain, masih kata Sarwi, Program Sekolah Keunggulan Wilayah (SKW) seperti pembuatan mesin produksi pengolahaan. Dalam laporan, setiap alat menghabiskan anggaran Rp 46 juta padahal hanya Rp 15 juta. Itu pun, pihak SMK mengaku hanya meminjam alat ke LPM Universitas Brawijaya Malang.

“Sekarang menurut pengakuan guru-guru alat sudah rusak saat diuji cobakan tidak berhasil. Demi laporan ke pusat, kepsek membeli produk kripik apel dll kemudian di stempel sendiri dan dibungkus memakai merk SMK Ma’arif Batu. Anggaran bantuan itu juga senilai Rp 250 juta, ” tandasnya.

Lanjut Sarwi, masih ada lagi indikasi penyelewenggan anggaran senilai Rp 560 juta melalui program Sekolah Berbasis Pondok Pesantren (SBPP). Program ini tidak jelas bagaimana pelaksanaannya, sebab setiap kelas hanya diberi tulisan penghargaan dari pondok pesantren yang diajak bermitra dengan tulisan palsu dan diresmikan sendiri.

” Masa dengan anggaran sebesar itu, setiap kelas hanya diberi tulisan penghargaan dari pondok pesantren. Keterangan dari pihak guru, penghargaan itu pun dipalsu sama kepsek demi laporan supaya terlihat sudah menjalankan program,” kata dia lagi.

Selanjutnya, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang dibangun di lantai dua dengan biaya Rp 560 juta hanya untuk membangun dua ruangan kelas seluas 8×9 meter2. Selain itu, pengelolaan Bosnas dan Bosda sebesar Rp 3 miliar rencananya untuk membeli lahan di belakang BNS Desa Oro-oro Ombo dengan luas 5090 meter persegi. Setelah ditelusuri harga tanah disana hanya Rp 2 miliar itu pun sementara ini masih dibayar Rp 500 juta. Jadi SMK memiliki hutang kepada pemilik lahan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Semua laporan dan indikasi penyelewenggan anggaran dilakukan oleh kepsek secara pribadi. Meski dalam laporan menyebutkan beberapa nama guru dan pejabat sekolah kenyataanya semua tidak dilibatkan dipalsukan olehnya, ” ungkap Sarwi.

“Segera mungkin dugaan ini akan kami laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH)  supaya segera ditelusuri. Kasihan para guru dan murid, ” sambungnya.

Salah satu guru yang enggan menyebutkan namanya membenarkan hal ini kepada Memontum.com. Menurutnya kegelisahan dan kegeraman para pengurus sekolah dan guru sering disampaikan, tetapi sikap otoriter kepsek membuat dirinya bersama rekannya khawatir jika di non jobkan.

” Memang seperti itu yang ada dalam sekolah SMK Ma’arif. Kami khawatir sikap otoriter kepsek. Semoga hal ini bisa ditelusuri oleh penegak hukum, ” harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Ma’Arif Batu M. Fazal Ahmad saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dan telpon enggan menjawab pertanyaan awak media. Beberapa pesan singkat dan telpon yang masuk Fazal enggan merespon, meskipun terdengar nada sambung dia enggan menjawab. (lih/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional