Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Usut Kematian Bayi, Polres Trenggalek dan Tim Forensik Bongkar Makam

  • Selasa, 20 Maret 2018 | 16:28
  • / 3 Rajab 1439
Usut Kematian Bayi, Polres Trenggalek dan Tim Forensik Bongkar Makam
Tim forensik

*Otopsi Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Memontum Trenggalek—-Setelah melakukan proses otopsi terhadap jasad bayi yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar, tim Forensik Polda Jatim menemukan adanya tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari proses otopsi yang dilakukan oleh tim ahli Forensik, ditemukan beberapa luka memar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengatakan bahwa kematian bayi tersebut diduga dilahirkan oleh seorang ibu yang masih berusia di bawah umur. “Mengetahui adanya kejanggalan atas kematian korban, kami segera melakukan pembongkaran makam yang selanjutnya menyerahkan jasad korban untuk proses otopsi tim ahli forensik. Dan dapat disimpulkan bahwa kematian korban bukan murni kematian yang wajar, ” ucapnya Selasa (20/3/2018).

Dikatakan Andana, pihak kepolisian menduga bahwa bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan hidup. Hanya saja, kematian bayi tersebut masih belum diketahui penyebabnya dan masih dalam proses penyidikan.

Guna melengkapi proses penyidikan, polisi juga turut mengamankan barang bukti yang disita dari keluarga korban. Diantaranya sebuah gunting dan pakaian yang dipakai saat proses persalinan.

“Dari pengakuan keluarga korban, bayi tersebut diketahui saat sudah dilahirkan. Akan tetapi sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Selain itu pemakaman jasad bayi juga dilakukan pada malam hari, ” imbuhnya. Diketahui pula, proses persalinan dilakukan oleh ibu korban secara mandiri tanpa adanya bantuan tim medis.

Dikonfirmasi terpisah, Dokter Forensik RS Bhayangkara Kediri, Tutik Purwati mengatakan bahwa pemeriksaan luar ditemukan luka memar pada bagian mulut serta beberapa tanda yang mengindikasikan korban meninggal lemas atau tidak wajar.

“Kami memastikan bahwa bayi yang dilahirkan dalam kondisi masih bernafas. Dan tidak meninggal dunia saat berada didalam kandungan ibunya, ” tuturnya. Dijelaskan Tutik, dari proses autopsi juga diketahui kondisi organ dalam yang normal dan tidak ada tanda – tanda cacat. Sewajarnya korban bisa hidup dengan normal tanpa harus mendapatkan bantuan alat medis atau viable. (mil/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional