Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Perbedaan Temperatur, Penyebab Gas Beracun Gunung Ijen

  • Minggu, 25 Maret 2018 | 17:40
  • / 8 Rajab 1439
Perbedaan Temperatur, Penyebab Gas Beracun Gunung Ijen

Memontum Bondowoso—- Gunung ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten
Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso, kini bergolak. Jalur pendakian
pun resmi ditutup untuk mencegah timbulnya korban jiwa.
Alasannya gunung setinggi 2.443 mdpl itu, mengeluarkan gas beracun
sejak Rabu (21/3/2018). Bahkan sejumlah warga yang bermukim disekitar
lereng gunung dikabarkan sempat dilarikan ke Pos Kesehatan terdekat
akibat keracunan gas.

Tidak hanya itu, sebagian besar warga memilih mengungsi untuk
mengantisipasi dampak buruk gas beracun yang keluar dari kawah ijen.
Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),
Kasbani ketika ditemui wartawan menjelaskan gas beracun itu muncul
dikarenakan terjadinya perubahan temperatur akibat hujan.

“Hanya terjadi letupan saja, karena sekarang musim hujan. Terjadi
perbedaan temperatur di permukaan dengan yang dibawah tanah. Dan
disana ada kumpulan-kumpulan gas. Secara seismik belum ada peningkatan
yang luar biasa, belum terlalu signifikan, ini karena adanya
letupan-letupan saja,” ungkapnya.

Kasbani memastikan titik bahaya berada pada radius 3 kilometer dari
kawah ijen. Ia menyebut, tim dari PVMBG telah turun kelapangan untuk
memantau pergerakan gunung ijen. “Teman-teman dari PVMBG sudah kami
turunkan kelapangan, agar bisa melihat langsung kejadian tersebut”,
jelasnya.

Dalam situasi normal pun, lanjutnya, siapapun tidak boleh masuk
kedalam bibir kawah, apalagi bermalam. Gas beracun yang keluar dari
kawah ijen berdampak tidak baik bagi kesehatan manusia.
Bahkan bagi korban yang menghirup secara langsung gas beracun
tersebut, Kasbani memastikan gas tersebut dapat menyebabkan kematian.

“Gas beracun itu bermuatan gas CO2, kemudian ada sulfur ya, H2S, SO2.
Dikatakan, kalau kedua gas tersebut dihirup dalam jumlah yang tinggi,
bisa membahayakan. Tentunya tidak baik untuk kesehatan, bisa
membahayakan. Apalagi dalam kondisi hujan, kondisi mendung, dan pada
saat malam hari.
Informasi media ini, pihak terkait telah berhasil mengatasinya.

Sebanyak 18 warga yang keracunan gas gunung ijen mendapatkan perawatan
medis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Pemerintah Kabupaten Bondowoso
juga telah melakukan langkah antisipatif dan penanganan cepat terhadap
masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lereng gunung ijen. (sam/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional