Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

SDN 1 Gempolsari Salahi Aturan Bangunan, Dirikan Tembok di Atas Parit Dinas Pengairan Sidoarjo

  • Selasa, 10 April 2018 | 17:04
  • / 24 Rajab 1439
SDN 1 Gempolsari Salahi Aturan Bangunan, Dirikan Tembok di Atas Parit Dinas Pengairan Sidoarjo
Kasi Trantib Tanggulangin,(kaos hitam) Edi Nur Cahya Sp saat kelokasi melihat bangunan pagar didampingi kepala sekolah SDN Gempolsari,(kanan ) Lilis Soerjani (gus HP)

MeMontum Sidoarjo—-    Bangunan pagar batako setinggi 2,5 meter menggunakan dana BOS SDN Gempolsari 01, Kecamatan Taggulangin senilai Rp 14,7 juta berdiri di atas saluran persier, Selasa (10/4/2018) siang dipersoalkan. Pasalnya pengerjaan pagar sekolah yang dilakukan kedua tukang bangunan ini, tanpa menggunakan pondasi maupun slup penguat pagar dan menumpang pada saluran persier. Selain menyalahi aturan bestek, juga tanpa koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Koordinator UPTD Pengairan Porong,Suprapto menjelaskan,adanya bangunan pagar batako di lingkungan SDN Gempolsari,Tanggulangin itu menurutnya sangat menyalahi aturan.Sebab sebelumnya pihak sekolah melakukan pembangunan,terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintahan desa.” Tidak ujuk-ujuk,membuat pagar tembok setinggi itu dan tanpa pondasi,”ucapnya

Dua pekerja bangunan yang dipekerjakan untuk membuat pagar tembok batako SDN Gempolsari,Tanggulangin (gus)

Dua pekerja bangunan yang dipekerjakan untuk membuat pagar tembok batako SDN Gempolsari,Tanggulangin (gus)

” Kami sudah kelokasi tersebut,dan mendokumentasi untuk laporan keatasan.Dikarenakan saluran presier itu,adalah bangunan dari Dinas PU Pengairan.Terkait saluran presier yang berada di sawah,adalah kewenangan desa setempat.Meskipun tanah hibah dari gogol atau sejenisnya,yang dimiliki sekolahan. Seharusnya pembangunan pagar batako,berjarak 30 centimeter hingga 1 meter dari titik saluran air dan membuat pondasi sendiri.Bukan ditumpangkan pada obyek,saluran irigasi (saluran presier) seperti sekarang ini,ungkap Suprapto.

Masih kata Suprapto,langkah-langkah berikutnya dari Dinas Pengairan,tergantung pada pihak desa. Disebabkan sewaktu-waktu mormalisasi saluran,kedepannya akan merasa kesulitan untuk pembuangan karena disisi utara sudah area sawah. Kebijakan serta kewenangan itu,sepenuhnya ditangan pemerintah Desa.Menyikapi persoalan pembongkaran pagar tembok,tergantung pada desa sebab saluran irigasi itu milik desa. Dan kami juga melaporkan kejadian tersebut,ke Dinas PU Pengairan di Kabupaten Sidoarjo, jelasnya

Terpisah, Kepala Desa Gempolsari,Syahroni Alim mengatakan, persoalan bangunan pagar tembok SDN,yang menumpang pada saluran irigasi.Pihaknya selaku pemerintah desa,akan segera melakukan rapat dengan lembaga-lembaga yang ada di desa.

“Memang bangunan itu tanpa pondasi,juga tidak diberikan slup sebagai kekuatan tembok.Dikawatirkan ambruk,dan merusak bangunan saluran irigasi.Sebaliknya jika tembok itu benar-benar roboh,siapa harus bertanggung jawab,” pungkasnya.(gus/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional