Connect with us

Jember

Kanim Jember Tangkap Pengungsi Rohingya

Diterbitkan

||

Kanim Jember Tangkap Pengungsi Rohingya

Memontum Jember — Kantor Imigrasi Kelas 2 Jember, mengamankan Ahmad Holil Ahmad seorang warga negara asing (Rohingya), Kamis (12/4/2018) siang. Menurut Kepala Imigrasi kelas 2 Jember, Kartana saat dikonfirmasi sejumlah wartawan ditempat kerjanya, Selasa (18/4/2018) siang mengatakan, pria berusia 36 tahun ini diamankan oleh petugas Imigrasi setempat, karena tidak memiliki dokumen perjalanan dan ijin tinggal yang sah dan masih berlaku.

“Awalnya kami mendapat informasi dari tim kita yang ada di Banyuwangi tepatnya di Desa Kalipuro terdapat orang asing yang diduga ilegal, ” ungkapnya.

Mendapat Informasi Lanjut Kartana, pihaknya mengirimkan anggota untuk mengecek kebenaran informasi, Alhasil informasi yang terimanya benar, Holil tidak memiliki dokumen perjalanan dan ijin tinggal yang tidak sah.

“Saat anggota meminta menunjukkan dokumen Ternyata dokumen yang dimiliki oleh warga asing tersebut ialah kartu pengungsi (kartu UNHCR) yang dikeluarkan oleh Negara Malaysia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kartana menerangkan setelah dilakukan pemeriksaan Holil mengaku masuk ke Negara Indonesia lewat Dumai menggunakan jalur laut naik kapal Fery bersama istri dan anaknya.

“Istrinya yang bersangkutan ini adalah warga negara Indonesia yaitu Banyuwangi. Sedangkan dia (warga asing) masuk atau tinggal di Banyuwangi (rumah istrinya) pada 28 Desember 2017. Sebelumnya dia tinggal bersama anak dan istrinya di Malaysia,” jelasnya. Terkait seorang warga Rohingya yang telah diamankan ini. Guna tindakan lebih lanjut Kartana mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak UNHCR Jakarta. (yud/yan)

Jember

Jenazah Korban Covid-19 Disalatkan di Depan TPU

Diterbitkan

||

Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.
Jenazah pasien covid-19 disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padomasan.

Sempat Terjadi Salah Paham dan Debat

Memontum Jember – Proses pemakaman seorang wanita warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang dilakukan dengan Protokol Covid-19, Minggu (18/10/2020) sore, berlangsung cukup panjang. Penyebabnya, terjadi salah paham antara pihak keluarga dengan tim pemakaman, sehingga mengakibatkan debat terlebih dahulu.

Namun, setelah dimediasi, prosesi pemakaman pun berjalan dengan standart protokol Covid-19. Sementara jenazah, disalatkan di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kapolsek Jombang, Iptu Kusmianto, menjelaskan bahwa adanya perdebatan itu, karena pihak keluarga kurang mendapat informasi perihal kondisi jenazah. Yakni, hasil swab test korban, terkonfirmasi positif covid-19.

“Sempat terjadi perdebatan antara keluarga dengan petugas saat akan pemakaman. Pemicunya miss komunikasi (salah paham, red) soal kondisi almarhumah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kusmianto saat dikonfirmasi wartawan seusai pemakaman.

Kusmianto menjelaskan, pihak keluarga ingin pemakaman dilakukan secara umum dan dilakukan prosesi dengan kaidah agama Islam. Bahkan, disalatkan di musala atau masjid setempat.

“Kami akhirnya menengahi terhadap kesalah-pahaman itu. Alhamdulillah, pihak keluarga dan warga sekitar dapat menerima,” sambungnya.

Sehingga, prosesi pemakaman tetap menggunakan protokol Covid-19. Tapi saat disalatkan, posisi jenazah di dalam peti dan berada di dalam mobil ambulans. Sementara untuk warga dan pihak keluarga yang mensalatkan jenazah, posisinya di tengah jalan atau depan pintu masuk TPU.

Sekdes Padomasan, Abdul Khafid mengatakan bahwa terjadinya perdebatan karena kurangnya informasi yang disampaikan pihak rumah sakit dengan pihak keluarga.

“Almarhumah seorang janda dan memang terjadi miss komunikasi. Penyebabnya karena kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi, ada salah satu keluarga sempat emosi. Bahkan sampai mau mengangkat sendiri (memakamkan dengan cara normal) jenazah itu,” ujar Khafid. (ark/tog/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Plt Bupati Jember Resmikan Pemasangan Listrik Gratis

Diterbitkan

||

Penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis di MI Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk.
Penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis di MI Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk.

Memontum Jember – Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, didampingi Manager UP3 PLN Jember, Hamzah, meresmikan pemasangan listrik gratis 1300 Watt di Gedung MI (Madrasah Ibtidaiyah) Misbahul Ulum di Desa Suko, Kecamatan Jelbuk, Kamis (15/20) tadi.

Pelaksanaan peresmian sendiri, ditandai dengan menghidup Miniature Circuit Breaker (MCB) di KWH (Kilo Watt Hour) Meter di Gedung Kelas MI, yang berada di Barat Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Ulum.

Manager UP3 PLN Jember, Hamzah, pemasangan listrik gratis tersebut dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PLN ke 75. Pemasangan sendiri, bukan hanya di MI Misbahul Ulum. Tetapi juga, ada sekitar 80 pelanggan yang telah dipasang secara gratis oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember – Unit Induk Distribusi (UID) Jawa timur.

“Dari total sekitar 80 pelanggan yang kami pasang gratis, salah satunya adalah MI Misbahul Ulum. Sementara dari total jumlah tersebut, 60 unit menyasar kepada Madrasah Ibtidaiyah dan 20 kepada rumah tinggal golongan tidak mampu,” katanya.

Masih menurut Hamzah, pada konsepnya biaya seperti penyambungan dan sertifikat layak operasi tetap berbayar di PLN. Namun, di HUT PLN ke 75 kali ini, semuanya dibayarkan dari anggaran Corporate social responsibility (CSR) PLN.

“Harapan kami, dengan masuknya listrik di madrasah ini dapat meningkatkan kwalitas proses belajar mengajar. Sehingga, akan melahirkan generasi handal yang mampu membawa Jember menjadi lebih maju dan juga menjadi pemimpin yang berakhlak,” harapnya.

Plt Bupati Jember, Drs KH A Muqit Arief, menyampaikan terima kasih kepada PLN, karena telah memberikan program pemasangan listrik gratis pada Madrasah Ibtidaiyah dan warga yang tidak mampu.

“Pemasangan listrik gratis ini adalah sebagai wujud nyata dari tema HUT PLN ke 75 yakni Menerangi Indonesia Mencerdaskan Bangsa,” ujarnya bangga. (bud/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler