Memontum.Com

pariwisata kabupaten malang
iklan PT. BSI
space ads post kiri

Gondanglegi Gempar Pembunuhan Ibu Haji Sepuh

  • Kamis, 19 April 2018 | 02:10
  • / 3 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 1755 kali
Gondanglegi Gempar Pembunuhan Ibu Haji Sepuh
KOMUNIKASI : seorang anggota berbincang dengan dua cucu korban. (sos)

Pembantu dan Anaknya Terluka

 

Memontum Malang — Geger pembunuhan di Gondanglegi, Rabu (18/4/2018) jelang tengah malam. Tiga perempuan terluka–rata-rata di bagian kepala. Satu korban meninggal dunia dalam perawatan di RSI Gondanglegi.

Musibah menimpa Hj Siti Hodijah, berusia 60 tahun lebih. Ia tinggal di Jalan Kenongo, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Ia dikabarkan meninggal sekitar pukul 23.00.

Jenazah korban meninggal kemudian dibawa ke Ruang Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Sementara korban luka dirawat di dua rumah sakit.

Dari cerita Marjuki (45), salah satu cucunya, korban luka lainnya diketahui bernama Mbak Sih dan Rohmadani. Keduanya menderita luka robek di bagian kepala. Mbak Sih, paling parah lebam di bagian wajah.

Sekitar pukul 21.15, terkejut Marjuki menerima telpon dari Evi (17) anak Mbak Sih. Katanya, “Emak kaliyan Mbah getihen. Ndang mrene o, (Emak dan Nenek berdarah, lekas ke sini)”. Telpon itu pun tertutup.

“Ditelpon seperti itu saya langsung ke rumah Mbah. Saya lihat, Mbak Sih di ruang depan TV. Saya ke kamar. Lekas bawa Mbah ke RSI Gondanglegi, ” ujar Marjuki sembari menyebut naik mobil saat mengantarkannya.

Sepengetahuan Marjuki, korban Siti atau neneknya terdapat luka berdarah robek di bagian dahi dan bagian tangan.”Sudah antar, Saya lalu balik lagi, maksudnya mau ambil Mbah Sih dan anak,” cerita Marjuki.

Di rumah Jalan Kenongo, rumah lokasi kejadian telah ramai perangkat desa. “Disitu sudah ramai. Mbak Asih, bagian luka di kepala. Berdarah. Pintu kamar Mbah terbuka,” cerita Marjuki berusaha tenang menceritakannya.

(baca juga : Pembunuhan Gondanglegi, Bocah SMP Dikepruk Toples )

Ditanya apakah ada barang yang hilang, Marjuki tidak mengetahuinya. Marjuki lalu menceritakan ia tidak menyangka ada kejadian tersebut. Sebab, ia sempat melewati perempatan Jalan Kenongo.

Diceritakannya, rumah Siti berseberangan dengan Pondok Pesantren. Rabu Sore masih tampak ramai. Evi sendiri masih bekerja di toko atau tempat foto kopian di Pasar Gondanglegi.

“Saya sempat beli materai. Lalu lewat di perempatan. Masih ramai tadi Mas. Baru tahu setelah ditelpon Evi ada kejadian itu, ” ungkap Marjuki.

Menurut Marjuki, Hj Siti Hodijah, memiliki 6 anak. Lima anaknya tinggal di seputaran Gondanglegi. Marjuki sendiri, anak dari si bungsu Siti dan tinggal berjarak 1 Km dengan rumah neneknya. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional