Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Cucu Datang Pamit Berangkat Umrah

  • Kamis, 19 April 2018 | 10:56
  • / 3 Sya'ban 1439
Cucu Datang Pamit Berangkat Umrah
LEBAM : lebam memar paling parah dialami pembantu korban Siti juga anaknya. (ist)

Memontum Malang — Rabu jelang Maghrib, datang seorang perempuan bernama Nuril naik sepeda motor Suzuki Satria FU di rumah korban Siti Khodijah. Warga melihatnya masuk rumah itu. Siapa dia?

Nuril (26) perempuan ayu berjilbab itu putri satu-satunya H Huda (60). H Huda adalah suami H Indah atau anak Siti Khodijah. Sore sebelum kejadian terungkap, Nuril hendak pamit berangkat umrah.

Diceritakan H Huda (60) saat ditemui Kamis (19/4/2018) siang saat ia datang di rumah duka. “Anak saya itu mau pamit berangkat umrah. Karena itu dia ke rumah Umi. Nanti malam (Kamis malam) berangkatnya,” ungkap Huda.

(baca juga : Gondanglegi Gempar Pembunuhan Ibu Haji Sepuh )

Huda kemudian menjelaskan, Nuril kemudian dimintai keterangan pihak kepolisian. Setahunya, Nuril mengunjungi rumah Siti hanya sebentar. Sekitaran Maghrib, Nuril telah kembali pulang.

Meski demikian, menjadi orang terakhir yang bertemu Siti, karenanyalah Nuril kemudian dimintai keterangan baik pihak Polsek Gondanglegi maupun anggota Polres Malang. Ia kini dimintai keterangan sebagai saksi.

Sukir (54), tetangga korban yang tinggal depan rumah, sempat melihat kedatangan Nuril naik sepeda motor. Namun ia tidak curiga begitu besar. Terlebih tidak ada suara jeritan atau suara yang janggal.

(baca juga : Pembunuhan Gondanglegi, Bocah SMP Dikepruk Toples )

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hj Siti Khodijah, 80 tahun lebih, meninggal dunia dengan luka robek di kepala dan di tangan. Wajahnya tampak bersih. Berbeda dengan kondisi wajah Mbak Sih dan Zahro (14).

Mbak Sih, ditemukan warga dalam kondisi wajah lebam penuh luka benda tumpul. Terutama di bagian mata dan mulut. Sedangkan, Zahroh menderita luka di bagian kening. Ada pecahan kaca toples di sampingnya.

“Evi kelihatan tegar. Dia sempat membasuh muka ibunya dari darah. Dia juga mengepel bagian darah yang tercecer di lantai, ” cerita Sofi, istri Sukir. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional