Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Tim Wasev TMMD Pusterad Tinjau TMMD di Desa Jatisari Situbondo

  • Kamis, 19 April 2018 | 21:30
  • / 3 Sya'ban 1439
Tim Wasev TMMD Pusterad Tinjau TMMD di Desa Jatisari Situbondo
TINJAU PEMBANGUNAN JEMBATAN : Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mayjen TNI Hartomo didampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, Komandan Kodim 0823 / Situbondo Letkol Inf Ashari,S.Pd, dan Bupati Situbondo H.Dadang Wigiarto,SH. Kamis (19/04) meninjau pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sasaran TMMD Reguler ke-101 wilayah Kodim 0823 / Situbondo. (im)

Memontum Situbondo – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), meninjau langsung sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Kodim 0823/ Situbondo, di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Kamis (19/04/2018).

Tim yang diketuai Mayjen TNI Hartomo mengawali kunjungannya dengan menerima paparan kemajuan pengerjaan sasaran TMMD oleh Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf Ashari,S.Pd di peringgitan Pendopo Bupati. Selanjutnya tim terjun ke lokasi posko TMMD dan melakukan peninjauan langsung ke beberapa sasaran di Desa Jatisari itu.

Bupati Situbondo H.Dadang Wigiarto,SH saat memberikan sembako pada masyarakat miskin desa Jatisari. (im)

Bupati Situbondo H.Dadang Wigiarto,SH saat memberikan sembako pada masyarakat miskin desa Jatisari. (im)

Mayjen TNI Hartomo mengungkapkan peninjauan ini untuk mengukur kinerja satuan organisasi Satgas TMMD mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran kegiatan penyelenggaraan program TMMD 2018, dengan harapan agar pelaksanaanya berjalan optimal dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien.

Dikatakan, TMMD telah berjalan selama 37 tahun diawali 1980, pertama kali digagas Jenderal M Yusuf yang saat itu masih bernama ABRI Masuk Desa (AMD). Program AMD fokus pada pembangunan di pedesaan. Desa dipilih sebagai objek pembangunan, karena desa memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional. Namun, pada 1999 terjadi penggantian nama yang semula bernama AMD menjadi TMMD.

“Walaupun terjadi pergantian nama tetapi kegiatannya tetap yaitu membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Karena banyaknya permintaan dari pemerintah daerah dan masyarakat sejak tahun kemarin TMMD juga dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam setahun,” jelasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional