Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Curanmor Tewas, Usai Dihajar Massa di Cemorokandang

  • Minggu, 22 April 2018 | 15:40
  • / 6 Sya'ban 1439
Curanmor Tewas, Usai Dihajar Massa di Cemorokandang
Rochim saat akan dibawa oleh petugas ke rumah sakit. (ist)

Memontum Kota MalangSeorang pelaku curanmor Rochim (26) warga Jenjang Wulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/4/2018) dini hari akhirnya tewas dalam perawatan di IGD RSSA Malang. Jenazahnya sendiri kini sudah dibawa pulang ke rumah duka. Residivis kasus curanmor ini sebelumnya mengalami luka yang cukup parah usai di hajar massa di kawasan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Yakni usai tertangkap basah mencuri motir Honda Beat Nopol N 3412 AAZ milik M Ramadhoni, warga Jl Raya Cemorokandang, Kota Malang.

Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi mengatakan bahwa tersangka meninggal dunia dalam perawatan di RSSA Malang.

“Tersangka meninggal pada minggu dini hari tadi. Jenazahnya kini sudah dibawa pulang oleh keluarganya. Tetsangka sebwlumnya memang sudah terluka parah akubat dihajar massa dan menjalani perawatan du IGD RSSA Malang. Untuk 3 pelaku lainnya masuh dalam pengejaran,” ujar Kompol Suko.

Informasi Memontum.com, menyebutkan bahwa Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 02.00, Rochim dan 3 pelaku lainnya mengendarai 2 motor secara berboncengan menyatroni kawasan Cemorokandang. Saat itu meteka akhirnya mengincar motor Honda Beat milik Ramadhoni yang di parkir di garasi rumah.

Para pelaku kemudian masuk melalui pintu pagar samping tang tidak dikunci. Selanjutnya Rochim Cs melakukan aksinya mencuri motor tersebut. Meskipun sudah berhasil merusak tumah kontak, namun Rochim Cs tidak bisa menyalakan mesin motor. Meteka tidak mengetahui kalau motor Honda Beat tersebut terdapat kunci rahasia.

Rochim tetus mendorong motor tetsebut hingga sekitar 25 meter. Saat itulah pihak keluarga korban dan warga sekitar melakukan pengepungan. Saat itu hanya Rochim yang tetkepung sedangkan 3 pelaku lainny memilih kabur tancap gas.
Meskipun sudah terkepung, namun Rochim tidak langsung menyerah. Dia melakukan perlawanan hingga membuay warga semakin jengkel.

Saat Rochim sudah tertangkap, warga kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menghajar Rochim. Akibatnya Rochim mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala. Beruntung saat itu petugas Polsekta Kedungkandang segera riba di lokasi kejadian melakukan pengamanan. Karena Rochim mengalami luka yang cukup parah, dia segera dilarikan ke IGD RSSA Malang. Kondisinya cukup kritis hingga pada Munggu dini hari tewas dalam perawatan. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional