Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Mendikbud Buka Semarak Hardiknas, Sinergikan UPT Kemdikbud, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

  • Minggu, 22 April 2018 | 17:53
  • / 6 Sya'ban 1439
Mendikbud Buka Semarak Hardiknas, Sinergikan UPT Kemdikbud, Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Bersama jajaran UPT, Dinas Pendidikan, komunitas pegiat pendidikan dan kebudayaan, serta dunia usaha dan industri. (rhd)

Memontum Kota Malang—–Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Semarak Hardiknas 2018, yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) VEDC, Jl. Teluk Mandar, Kota Malang, Minggu (22/4/2018).

Semarak Hardiknas 2018 ini merupakan kerja bareng 7 UPT Kemdikbud, didukung Dinas Pendidikan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, serta berbagai komunitas pegiat pendidikan dan kebudayaan, serta perwakilan dunia usaha dan industri yang dipusatkan P4TK BOE-VEDC, mulai Minggu-Jumat (22-27/4/2018). Ketujuh UPT tersebut diantaranya P4TK BOE, P4TK PKn dan IPS, BPMTPK, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP Paud Dikmas) Jatim, Balai Bahasa Jatim, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim.

Mendikbud menyapa dan berfoto bersama siswa PAUD. (rhd)

Mendikbud menyapa dan berfoto bersama siswa PAUD. (rhd)

Sebelum memulai seminar, Mendikbud menyapa peserta mewarnai dan membuat sketsa bersama murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, juga memberikan semangat kepada para guru. “Meskipun kita sudah tertinggal, tapi anak-anak kita ini tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain. Yang menentukan masa depan bangsa ini adalah para guru,” tegas Muhadjir.

Dalam sesi seminar nasional, Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, didapuk menjadi keynote speaker membawakan materi bertemakan ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Sinergi antar UPT Kemendikbud mutlak dilakukan. Mendikbud mengingatkan agar para kepala UPT dapat proaktif berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. “Ini pertama kalinya UPT Kemendikbud di 34 provinsi, di seluruh Indonesia bersinergi menyelenggarakan kegiatan bersama-sama untuk menguatkan pendidikan. Ke depan sudah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri memajukan kebudayaan. Nantinya, tak hanya dilakukan 7 UPT, namun bisa berkembang ke UPT yang lainnya. Selain itu, tahun depan tak hanya sepekan, namun bisa sebulan,” terang Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy.

Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, saat menyampaikan materi. (rhd)

Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, saat menyampaikan materi. (rhd)

Sementara itu, menurut Muhadjir, konsekuensi pengalihan kewenangan bidang pendidikan sesuai otonomi daerah adalah berbagi anggaran fungsi pendidikan. Pemerintah pusat telah mengalokasikan 20 persen Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi. Anggaran fungsi pendidikan dari pemerintah pusat yang telah mencapai 444 triliun, sebanyak 63 persennya ditransfer ke pemerintah daerah. Dan sisanya dibagi ke 20 Kementerian/Lembaga selain Kemendikbud.

“Anggaran pendidikan yang 20 persen itu seharusnya bukan hanya dari APBN saja. APBD juga sebetulnya wajib 20 persen. Indonesia mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan di APBN sebesar 3,09 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). “Kita bukan yang terkecil, namun juga tidak banyak amat. Kalau ditanya apakah kurang? Saya jawab sebenarnya kurang,” papar Muhadjir.

Selain Muhadjir, juga menghadirkan Drs. Moh. Ihsan dan Dr. Ari Pudjiastuti, MPd, dengan mengangkat tema ‘Membumikan Literasi’. Tak hanya itu, talkshow bertemakan ‘Proses Kreatif Menulis Buku” juga menghadirkan narasumber Susanto Yunus Alfian (guru SMAN l Sumberpucung), Khoirun Nisak (guru SD TPI Gedangan-Sidoarjo), Lilik Fatkhu Diniyah, S.Pd.I (guru MI Al Iman Tuguran Potrobangsan, Magelang), Bimbi Aurelia Yetta Abigail (siswa SMAN 1 Turen), Afnan Nasywa (siswa SD Muhammadiyah 9 Malang),
Prayogo Kusumaryoko, S.Pd, M.Hum (Widyaiswara P4TK PKn dan IPS), dan Drs. Djoko Winarjanto, M.M. (Kepala Bidang P4TK PKn dan IPS).

Selain seminar nasional yang diikuti 310 guru yang diinisiasi P4TK, juga diadakan lomba mewarnai, lomba film android, job fair, pameran, bedah buku, bursa usaha, bioskop keliling, serta diskusi pendidikan dan kebudayaan yang terbuka untuk umum selama sepekan. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional