Memontum.Com

pariwisata kabupaten malang
iklan PT. BSI
space ads post kiri

Unmer Ajak Mahasiswa Kembali Membangun Desa

  • Senin, 23 April 2018 | 18:30
  • / 7 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 66 kali
Unmer Ajak Mahasiswa Kembali Membangun Desa
Emil Dardak memberikan pemahaman peran pemuda dan pemerintah dalam pembangunan desa. (rhd)

Manfaatkan SDA Desa yang Berdampak Ekonomi, Sosial dan Lingkungan

 
Memontum Kota Malang — Universitas Merdeka (Unmer) Malang menjadi tuan rumah Seminar Nasional dalam rangka Temu Ilmiah UKM Penalaran dan Penelitian se-Jatim XIII bertemakan Meningkatkan Pranata Pemuda dalam Membangun Desa Berkelanjutan untuk Indonesia Baru, di gedung PPI lantai 3 Unmer Malang, Senin (23/4/2018). Hadir sebagai pemateri diantaranya, Prof Ahmad Erani Yustika, MSc, PhD (Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP) Kemendes PTT RI), Emil Dardak, Ph.D (Bupati Trenggalek non aktif), dan Arif Hidayat, Redaktur Viva.co.id (Vivanews), yang dimoderatori Dosen FISIP Unmer, Dr Yustina Ndung, SPd.

Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Erani Yustika, MSc, PhD, mengangkat tema Meningkatkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan Untuk Indonesia Baru. “Peran mandiri pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa. Harapannya, angka kemiskinan menurun di bawah double digit dimana saat ini 10,2 persen. Untuk itu, pembangunan harus merata ke pedesaan dengan memanfaatkan SDM dan SDA yang ada di pedesaan. Disaat masyarakat luar desa memanfaatkan SDA desa, namun ironisnya masyarakat desa masih belum bisa menikmati SDA yang ada sebagai sumber daya perekonomian. Harus ada afirmasi untuk memperbaiki kondisi tersebut,” jelas Erani.

Para pemateri didampingi Rektor Unmer, jajaran dekanat, dan panitia. (rhd)

Para pemateri didampingi Rektor Unmer, jajaran dekanat, dan panitia. (rhd)

Penggunaan Dana Desa dari pemerintah cukup membantu perkembangan pada sektor perekonomian di desa yang memberikan dampak sosial dan lingkungan. Sejak 2015, dana desa digelontorkan Rp 20,67 T dengan penyerapan 82,72 persen untuk 74.093 desa dengan Rp 280,3 juta/desa. Sementara tahun 2016, naik menjadi Rp 46,98 T dengan penyerapan 97,65 persen untuk 74.754 desa dengan Rp 643,6 juta/desa. Sedangkan tahun 2017, naik menjadi Rp 60 T dimana pada tahap 1 terserap 98,41 persen dengan estimasi 800,4 juta/desa. “Tentunya, penggunaan dana desa yang tersistematis ini telah kita lihat dan dirasakan bersama dalam pembangunan oleh masyarakat desa,” tukas Erani.

Sementara itu, Emil Dardak, Ph.D (Bupati Trenggalek) yang mengangkat tema ‘Perspektif Pemuda dalam Pemerintahan Publik’ memberikan pandangan luas bagaimana seharusnya pemuda dan pemerintah turut ambil bagian dalam pembangunan desa. “Anak-anak muda sering berpikir bisnis apa. Jika jeli, maka gunakan SDA yang ada di pedesaan sebagai investasi. Sehingga solusi ini dapat membantu perekonomian pedesaan. “Solusi ini bermanfaat bagi semua orang, tanpa memandang wilayah,” jelas Emil.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional