Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Korban Pelecehan Perawat Trauma, Nangis di Depan Hakim

  • Senin, 23 April 2018 | 20:46
  • / 7 Sya'ban 1439
Korban Pelecehan Perawat Trauma, Nangis di Depan Hakim
Korban Wid saat menjadi saksi

Memontum Surabaya — Perkara Kasus pelecehan perawat terhadap pasien kembali digelar di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang yang dipimpin ketua majelis yaitu Agus Hamzah SH Mhum dàn Jaksa Penuntut Umun Damang SH dan Dedy SH, yang menghadirkan saksi korban Wid beserta suami Yu dan 2 saksi lainnya.

Sidang yang berjalan 60 menit, sayangnya tertutup bagi awak media dan pengunjung, selesai sidang rupanya keterangan keempat saksi sangat lah memberatkan terdakwa Zunaidi Abdillah. Dalam fakta persidangan saksi korban pada saat itu menangis karena saksi merasa tertekan dan trauma karena peristiwa tersebut di elaskan lagi di persidangan.

(baca juga : Oknum Perawat Lelaki National Hospital Surabaya Lecehkan Pasien Saat Dibius )

Proses sidang ini, digelar tertutup karena terkait pelecehan seksual. Hanya saja, dalam proses keterangan korban Widyanti, dia menjawab pertanyaan hakim terkait kronologis kejadian dengan emosional. Dari balik pintu kaca, dia menjabarkan peristiwa pelecehan itu, terutama saat terdakwa dikatakan meremas payudara dan kemudian memainkan putingnya. Dia lalu menangis dan mengusap air matanya dengan tisu yang disediakan petugas. Dia lalu melanjutkan keterangannya pada hakim.

“Saya menangis karena menceritakan kronologis yang mengingatkan saya. Saya masih trauma,” papar Wid seusai sidang, Senin (23/4/2018).

Selain Wid, sidang juga menghadirkan suami korban, Yu. Dia juga menceritakan bahwa dalam video kasus pelecehan itu, dia dianggap mengancam terdakwa untuk mengakui perbuatannya. “Lha buat apa saya mengancam terdakwa. Saya ini pengacara, dan tahu konsekuensi hukum kalau mengancam,” urainya.

Sementara itu, dari penjelasan pengacara terdakwa, M Sholeh, sebenarnya reaksi emosi atau menangis dari Widyanti adalah hal biasa. Yang menjadi perhatiannya, adalah pengakuan korban dimana dia bisa menjawab pertanyaan terdakwa pasca operasi itu. Namun ketika terdakwa dianggap melecehkan korban, kenapa korban hanya diam saja. “Pengakuan korban, dia sempat memberi perlawanan dengan menggerakkan badannya. Ini agak janggal,” tuturnya.

(baca juga : Perawat Cabul di National Hospital, Ternyata Asisten Dokter Anastesi )

Selain itu, dia juga mempertanyakan lamanya reaksi korban untuk melapor, saat ada pelecehan. Kejadian pelecehan sekira pukul 13, sedangkan video dan laporan baru muncul sekira pukul 21.00.

“Lha, kenapa kok tak langsung dilaporkan saat itu juga. Korban menjawab bahwa awalnya dia malu, namun karena jengkel dan marah, maka malam itu dia melapor. Ini yang juga aneh,” pungkasnya. Sidang berikutnya akan digelar Kamis (26/4/2018) depan dengan agenda keterangan saksi. (sri/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional